ketika melihat wanita-ku menangis,
menahan sakit luar biasa
sakit yang di ambang batas..
sakit yang paling sakit
sakit yang mengeringkan air mata
sakit yang tidak bisa diwakili dengan jeritan

ketika melihat wanita-ku tersenyum,
bahagia luar biasa
bahagia yang di ambang batas
bahagia yang paling bahagia
bahagia yang mengalirkan air mata
bahagia yang bisa diwakili dengan sebuah senyuman

ketika melihat laki-laki mungilku menangis,
menyapa dunia dengan wajah polosnya
meninggalkan kenyamanan berplasenta dalam perut ibunya
mengarungi dunia yang penuh ketidakpastian

tangisan wanita-ku seketika menjadi senyuman

tangisan karena melahirkan itu ambang batas kesakitan..
senyuman karena kelahiran itu ambang batas kebahagiaan

ketika ambang batas kebahagiaan lebih tinggi dari ambang batas kesedihan,
maka tangisan bisa jadi senyuman…

wanita-ku itulah yang ‘lebih jantan’ dari laki-laki paling jantan manapun

One thought on “Wanita-ku yang ‘lebih jantan’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *