Pagi ini, sebelum pergi mengisi pelatihan untuk para guru SD IT di Citeureup, saya berkesempatan untuk menimang anak saya, Andra, karena akan mendapat ASI dari bundanya. Surprise melihat Andra ternyata memiliki kesamaan dengan saya, selain jenis kelaminnya yang laki-laki, ternyata unyeng-unyengnya ada 2! Saya juga punya unyeng-unyeng 2. Kalau belum tau unyeng-unyeng, itu lho yang ada di bagian atas kepala, dekat dengan ubun-ubun, yang bentuknya kaya pusaran air.

Katanya, kalau unyeng-unyengnya 2, ada peluang bandel.. hehehe, percaya ngga percaya sih. Tapi, memang namanya anak kecil, ya kalau ngga bandel, ngga seru, apalagi laki-laki.

Saya menimang Andra sambil memandangnya ngga berkedip.Matanya memang sudah terbuka, tapi sebenarnya dia belum bisa melihat. Tapi saya tahu, kalau Andra tahu lagi ditimang-timang sama ayahnya.

Saya jadi ingat, semalam, sampai jam 12, saya mengubur ari-ari di depan rumah. Pake lampu teplok, ari-arinya dimasukin kendi, disertai dengan kain, jarum, tulisan arab dan pulpen. Kata mertua saya, itu bagian dari sugesti saja sekaligus harapan, kalau suatu saat nanti, Andra akan meraih sukses, yang disimbolkan dengan benda-benda yang ditanam tadi.

Satu yang susah saya peroleh, kandang ayam. Tadinya saya pikir, ini mulai aneh-aneh nih. Taunya kandang ayam itu digunakan untuk melindungi ari-ari yang ditanam, supaya ngga digali sama hewan seperti kucing atau anjing. Masalahnya, saya ngga bisa menemukan orang yang jualan kandang ayam kecil. Al hasil, ayah saya akhirnya yang membuat kandang ayam sendiri.

Makanya, pagi harinya, muka saya masih seperti muka bantal. Tapi, semuanya sirna, ketika menimang Andra. Andra jadi cahaya baru buat saya, isteri dan Naya. Semoga saja, cahaya baru ini jadi bagian dari perbaikan keluarga kami ke arah yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *