Layaknya pintu.. untuk terbuka perlu diketuk
Layaknya daun.. untuk berganti perlu meluruh
Layaknya tangis..untuk menjadi senyum, airmata perlu mengalir
Layaknya do’a.. untuk dijawab perlu dipanjatkan

Hati tidak bersudut, sehingga dari manapun cobaan bisa datang
Hati sangatlah lembut, sehingga apapun bisa menyentuh
Hati tak bisa digenggam, sehingga dia jadi pengendali
Hati bukan milik manusia, sehingga Dia-lah yang patut diminta

Berani bukan berarti diam
Sabar bukan berarti menyerah
Tangis bukan berarti sedih
Tertawa bukan berarti terlena

Tengadah adalah upaya untuk melihat ke depan
Menatap adalah upaya untuk mencari titik
Bicara adalah upaya untuk mendapat respon
Mengepal adalah upaya untuk menjadi yakin

Tekanan sebenarnya awal dari keyakinan

One thought on “Untuk Teman Wanita yang tidak jadi saya lamar karena keduluan teman saya

  1. Hari ini saya lagi sedih…. Baca puisi ini jadi tambah sedih dan berurai air mata…..

    sad is not bad.. sedih itu ngga jelek. kelenjar air mata itu memang diciptakan Allah sebagai bagian dari ekspresi…..

  2. 10 Feb 2009,,,

    mengena sekali ,,, memiliki arti sangat luas ,,, bukan sekedar “seorang wanita” ,,, itu lebih dari terjemahan dari seluruh kekuatan dan kelemahan rotasi kehidupan ,,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *