Baban Sarbana

Social Business Coach

Uniknya Legislatif Amerika Vs Legislatif Indonesia

Saat ini saya berada di Washington DC, Amerika Serikat, mendapatkan hadiah trip Golden Ticket dari US Embassy di Jakarta. Tujuannya untuk menapaktilasi kisah hidup Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, yang rencananya akan datang pertengahan November ini.

Beberapa destinasi sudah dilalalui; salah satu yang menarik adalah kunjungan ke Capitol Hill, komplek gedung legislatif di Amerika Serikat.

Usai kunjungan ‘studi banding’ bukan anggota dewan, dan tidak menggunakan uang Negara serta (mudah-mudahan) tidak menyusahkan rakyat; saya mencatat beberapa perbedaan antara Capitol Hill (komplek legislaltif Amerika Serikat) yang berisi Senator dan Congressman; dengan apa yang terjadi di legislatif Indonesia. Boleh setuju boleh nggak; tapi ini laporan pandangan mata dan hati; atau mungkin matahati.

1. Di Amerika ada seorang presiden yang kemudian menjadi senator—John Quincy Adams. Di Indonesia, mana ada Presiden yang mau jadi anggota dewan?


2. Di Amerika, umumnya orang-orang datang ke Capitol Hill dgn semangat REKREASI; di Indonesia orang datang ke gedung DPR dengan semangat DEMONTRASI.

3. Di Amerika, gedung wakil rakyat dekat dgn landmark sejarah Amerika; membentuk segi empat dengan Jeffersen Memorial, White House dan Lincoln Memorial, dengan pusat Washington Monumen; jarak antara Washington Monumen dengan gedung yang membentuk segi empat itu; tepat 1 mil. Di Indonesia, tak ada master plan yang mengkoneksi antara gedung wakil rakyat dengan landmark di Indonesia.

4. Di Amerika, Capitol Hill dikunjungi wisatawan 1 juta per tahun; di Indonesia tak ada program tour ke gedung wakil rakyat.

5. Di Amerika, gedung legislatif tanpa pagar yang menghalangi; di Indonesia, gedung wakil rakyat dipagari tinggi; karena pernah dirubuhkan.

6. Di Amerika, staffing Senat dibangun sebagai mini KORPORASI; di Indonesia staffing wakil rakyat seperti mini ARISTOKRASI

7. Sidang Senat di Amerika dilakukan dengan to the point. Di Indonesia, waktu awal digunakan untuk membahas tata tertib sidang.


8. Capitol Hill; komplek legislatif di Amerika dibangun dengan semangat KONSERVASI. Bagaimana dengan Indonesia? Membangun gedung baru dengan semangat penuh: REKREASI!

Semoga uang 170 Milyar utk perjalanan anggota Dewan itu digunakan untuk studi banding yang sesungguhnya, sehingga bisa membuat dunia politik Indonesia sembuh

Catatan:

Kepada para anggota Dewan di Indonesia; baiknya bawa blogger deh kalau studi banding. biar rakyat Indonesia tau riil time apa yang dilakukan.

Salam dari Washington DC

ch011

Follow my twitter: @babansarbana

Lihat foto lain di www.facebook.com/babansarbana

Follow facebook: www.facebook.com/usembassyjkt

Follow @usembassyjkt


6 comments on “Uniknya Legislatif Amerika Vs Legislatif Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *