Tukang Kebun di Halaman Kantor Megah

Cerita dari seorang sahabat..

Pagi itu, saya bersama dengan manajemen perusahaan bermaksud menemui pimpinan perusahaan di Tokyo, Jepang. Ada penawaran bisnis yang menarik, apalagi kondisi perusahaan memang membutuhkan investasi baru.

Kami belum pernah bertemu Mr. Tan, pimpinan perusahaan yang akan kami datangi. Hubungan hanya dilakukan melalui email.

Janji pukul 09.00, kami tiba lebih cepat, jam 08.00. Tiba di halaman kantor yang asri dengan kebun kecil di halaman depannya. Kami menemui seorang yang sudah berumur, sedang menyiram dan membereskan kebun di halaman tersebut. Keramahannya membuat kami saling bertukar senyum. Dan, tukang kebun itu pun mempersilahkan kami untuk menuju ke ruang kerja Mr. Tan, pimpinan perusahaan.

Kami masuk ke kantor, dan melihat keasrian kantor tersebut.

Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat, dan jam 08.50, kami dipersilahkan menuju ke ruangan Mr. Tan. Kami bergegas dan mengetuk pintu ruang pimpinan perusahaan.

Ketika pintu terbuka, ternyata yang langsung menyambut kami adalah Mr. Tan, dan yang lebih mengejutkan lagi, Mr. Tan, tak lain dan tak bukan adalah tukang kebun yang tadi kami temui di bawah tadi.

Surprise!

Kami dipersilahkan duduk. Sebelum memulai perbincangan serius soal bisnis, saya tak sabar bertanya tentang hobinya berkebun..

“Mr. Tan, saya sungguh kaget, karena Mr. Tan adalah orang yang sama dengan yang kami temui tadi pagi di kebun. Apakah masih sempat berkebun di sela-sela kegiatan bisnis yang padat?”

Mr. Tan menjawab: “ya, berkebun ada hobi saya, mungkin malah sudah jadi passion, jadi biasanya sebelum masuk ke kantor, dan mengerjakan beberapa pekerjaan bisnis, saya berkebun lebih dahulu. Saya senang berkebun, karena bisa membuat kita lebih peka dan lebih menghargai alam. Ini juga bentuk terima kasih saya kepada Tuhan, karena berkebun sekaligus membuat kita memelihara alam juga.”

“Luar biasa..” jawab saya. “Saya banyak belajar dari Mr. Tan”

Kemudian, pertemuan pun dilanjutkan dengan perbincangan bisnis dan berujung pada kerjasama antara perusahaan kami dengan perusahaan Mr. Tan.

Akan tetapi, bagi saya, hari ini saya mendapat pelajaran berharga, bahwa hobi dana passion harus bisa kita luangkan  waktu untuk dikerjakan, untuk membuat hidup kita lebih hidup. Dan seseorang jika sudah sampai tahapan tertentu dalam hidupnya, ketika hidupnya sudah ‘penuh’ secara materiil, pasti akan meluangkan waktu dan sumber dayanya untuk melakukan kegiatan sebagai ucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan, entah itu perbuatan kepada sesama manusia ataupun kepada alam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.