Baban Sarbana

Social Business Coach

Cheonan

Peace in Korea

09.30. alhamdulillah, hari pertama program di National Youth
Center of korea sudah dijalani. Presiden NYC langsung
yang membuka. Acara dibuka informal oleh Mrs. Shim, 
energic women yang jadi EO acara ini. Dilakukan penjelasan
tentang detail acara untuk bulan Oktober dan akan dievaluasi
untuk acara bulan november. Mrs. Shim menggunakan bahasa Inggris,
sampai datang Ms. Joanne, translater. Mrs. Shim menggunakan bahasa Korea,
dan ditranslate oleh Ms. Joanne. I think that’s a part of nasionalism,
bangga dengan bahasanya sendiri.

11.00 Mr. Lee (President) datang, saya
langsung lihat jam yang sudah disetting waktu korea,
tepat jam 11.00, sesuai jadwal. Saya langsung ingat
Indonesia, yang biasanya kita harus nunggu dulu
pejabat untuk memulai acara. 
Pembukaan berlangsung lancar. Setiap delegasi
memperkenalkan diri dan menyatakan harapan dan
tujuannya. Kita? karena tidak ada pertemuan awal
dengan pihak pemerintah, jadi mengatasnamakan
organisasi pribadi saja dulu, sambil menyisipkan
harapan pemerintah juga (versi kita).

12.00. Ketika selesai dan memberikan kenang2an dari negara
masing2, maka tidak ada yang kita bawa, entah brosur,
pamflet, cd atau yang lain2 ttg apa yang kita lakukan
terhadap pemuda di Indonesia, so alhasil, saya
berinisiatif memberikan buku AMPUH (tulisan saya
sendiri) sebagai souvenir. Sedih juga sih sebenernya,
tapi daripada tidak ada yang diberikan, ya buku lah
sudah cukup.
All participants makan siang, dan Indonesian ngga makan siang
karena puasa, dan Korean mengerti bahwa kita sedang puasa, 
karena tahun kemarin ada orang dari Irak yang menjadi peserta
pada salah satu program mereka. Mrs. Shim sangat empatik dengan 
tidak makan di hadapan kita. 

13.30 Kita diajak kenalan dengan beberapa staf
NYC, dan mereka very profesional, setiap orang
memiliki keahlian, walaupun mereka lulusan D3 atau S1.
mereka benar2 menguasai 1 bidang yang bisa diajarkan
kepada anak muda korea. ada yang ahli bahasa isyarat,
teknik mengajar, magician, tradisional music,
international culture, bahasa inggris, dll. so.. ini
pelajaran juga, bahwa kita seharusnya punya orang2
yang ahli dalam sebuah bidang dan memiliki mindset
yang sama untuk membangun pemuda. pemuda itu
investasi.

14.30 kita berkeliling melihat fasilitas NYC, mulai dari 
athletic building, teleskop, workshop keramik, concert hall,
music room, skate board room, etc. sangat komplit. 
kita juga melihat ranch dengan 5 ekor kudanya, 
karena hari jum’at kita akan horse riding. 

16.30 diadakan sncak party untuk peserta. seperti biasa,
kita ngga makan, tapi bisa dibungkus ternyata.
alhasil, kulkan mini di kamar saya penuh oleh makanan.
Ngga jauh beda dengan indonesia, makanannya ternyata
ubi. Kambodia participants very exciting with the ubi.
kalau indonesian, malaysian, philipino.. hmmm biasa aja tuh.
Bahaya, udara dingin, makan ubi.. masuk angin.. and then..
tau sendiri akibatnya….

18.00 makan malam di dinner hall. makanannya belut (eel). 
Fathur paling semangat, katanya banyak proteinnya, 
makanya kepalanya langsung nyut-nyut-an. saya sih ngga doyan,
geli aja makan belut. Lebih baik makan roti aja, 
campur lalap (selada) ama telor. maklum orang sunda, ngga bisa
jauh dari lalapan.

19.00 balik ke kamar dan mulai browse internet lagi. 
20.00 ngobrol lagi. share tentang banyak hal di negara masing-masing
terutama dengan pemudanya. 
Problem di Kambodia adalah pergaulan yang udah mulai terlalu bebas,
Philipina juga. Malaysia mungkin yang relatif minim masalahnya. karena
perhatian pemerintah mereka juga bagus.

22.00 go to sleep. mimpinya tetep bahasa Indonesia, 
ngga bahasa Inggris atau bahasa Korea. zzzzzzzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *