Tentang ION…

Adalah hamparan laut biru yg tenang di hari yang cerah. Sebuah kapal pesiar melintasi laut dan mengarungi gelombang. Gelombang kecil bagi kapal pesiar itu. Orang-orang yg di dalamnya tak merasakan dampak dari gelombang tersebut.

Gelombang yang sama dilintasi kapal pesiar tersebut bergerak, merayap, menyentuh sebuah perahu nelayan kecil yang digunakan oleh seorang nelayan yang sedang memancing. Gelombang yang bagi kapal pesiar bukan masalah, karena kecil bagi ukuran sebesar kapal pesiar ternyata memberikan dampak yang berbeda bagi perahu nelayan tersebut.

Segera pemilik perahu nelayan mengerahkan semua kemampuan untuk mengatasi gelombang air yang terjadi. Energinya ditingkatkan untuk mengatasi interaksi dengan gelombang tersebut. Bersyukur kualitas nelayan sangat mumpuni, sehingga bisa menari di atas gelombang, bukan tertelan atau terbawa arus.

Menari-nari di atas gelombang dengan mengikuti ritme naik turunnya gelombang itulah yang menyelamatkannya. Gelombang tak dilawannya, ritmenya yang diikuti, bahkan dinikmati.

Kemampuan Sang Nelayan mengatasi gelombang, dengan mengerahkan kualitasnya mengendalikan perahu dan kesigapannya, kecepatannya, akselerasinya, yang menyelamatkan perahunya dari hempasan gelombang.

Ini cerita tentang ION.. partikel yang terdapat pada atom, di pusatnya ada proton dan neutron, di sekelilingnya ada elektron (partikel bermuatan negatif)… perahu dan kapal pesiar adalah atom, dan berbeda komposisi IONnya pada setiap atom.

Gelombang itu adalah stimulus yang memberikan getaran dan frekuensi, yang menyentuh perahu dan menjadi stimulus baru yang mengakibatkan pergerakan. Itulah resonansi.. getaran dengan frekuensi yang tepat akan memberikan pengaruh yang tepat.

Perahu kecil mengelola ION dalam atomnya bergerak mengikuti ritme naik turun, tak melawan, tapi justru menari di atas gelombang, mengikuti ritmenya. Itulah amplitudo…

Teman-teman..
Ibaratkanlah kita ini atom yang memiliki ion negatif dan positif, keseimbangannya yg membuat atom itu stabil–tawadzun.
Allah memberikan hidayah sosial kepada kita, stimulus berupa kepekaan melihat dan merasakan masalah di sekitar, dan alhamdulillah karena kita menerima getaran hidayah sosial inilah kemudian perubahan kita lakukan, dengan mengikuti ritme getaran yang Allah titipkan melalui rasa, tindakan dan hati kita. Ini adalah getaran yang menggerakan hati kita untuk menggerakan hati orang lain…

Getaran perubahan kemudian kita kirimkan melalui beragam media dan meresonansi beragam orang untuk memiliki ritme dan amplitudo yang sama, sehingga apa yang kita lakukan hanyalah setitik amal perbuatan yang berkat kehendak Allah bisa memberikan dampak perubahan bagi banyak orang…

Terimalah stimulus dari Allah melalui masalah orang-orang di sekitar kita, jadikan mereka sebagai ujian kesabaran sekaligus rasa syukur diberikannya kita akal yang sehat dan hati yang senantiasa merasa tak memiliki apa2 kecuali atas izinNya…

Semata untuk mengamalkan sebuah kalimat sederhana sarat makna “manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya”…

Bermanfaat.. itulah ritme dan amplitudo kita semua..

Salam..
Baban Sarbana
Catatan Tentang PDM..

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.