Gus…
Sedih mendengar engkau meninggalkan dunia ini
Sedih sekaligus gembira…
Karena, engkau meninggalkan begitu banyak hal baik di dunia ini
Tak henti ribuan manusia yang mengantarmu hingga ke liang lahat
Tak henti jutaan pasang mata di Indonesia dan di seluruh dunia,
melihat jasadmu menghadap Sang Pencipta melalui layar kaca

Gus…
Aku adalah salah seorang yang dahulu berdemo, menuntutmu turun tahta
Di depan Istana Negara, kami berteriak agar engkau tak lanjutkan kekuasaan
Akhirnya engkau turun tahta
Tapi tak henti engkau berikan yang terbaik untuk bangsa
Mungkin itu tanda betapa sayangnya Allah kepadamu, Gus

Gus…
Pernah engkau bilang kalau wakil rakyat itu kumpulan siswa taman kanak-kanak
Benar…
Banyak dari mereka yang masih kekanak-kanakan
Bukan hanya taman kanak-kanak yang kini ada

Di negeri yang engkau cintai dan pastinya mencintai engkau juga
Sekolah hewan juga kini sudah berdiri
Siswanya tikus, buaya, cicak, godzila hingga gurita

Gus
Para tikus masih meraja lela, mereka kadang bisa mengendalikan hewan-hewan lainnya
Menyelusup ke sendi-sendi hukum dan lembaga peradilan

Cicak berjuang terus, membersihkan negeri ini
Menempel pada dinding kebenaran dan keadilan

Buaya kerap mengecilkan cicak,
Walaupun keduanya kelihatannya kini berdamai

Godzilla sedang keramas, membersihkan dirinya sendiri…

Gurita…..?
Hmmm….. sesaat setelah kabarmu meninggalkan dunia fana ini
Gurita pun.. blaaaaaaaaaaaaaaaaaassss.. hilang entah kemana…
Aku tak tahu kabarnya….
Mungkin akan muncul ke permukaan lagi..
Beritanya yang tak nyaman untuk dilihat
Karena hanya mengejar popularitas dan sensasi..

Tikus, Buaya, Godzilla dan Gurita itu merasa seperti akan hidup selamanya.
Padahal ajal jua yang akan menghentikannya.

Gus..
Negeri yang engkau tinggalkan ini banyak hewannya..
Hewan-hewan yang sebenarnya memiliki potensi untuk berbuat kebaikan
Tapi, malah beberapa hewan itu melakukan keburukan
Hingga negeri yang kami masih cintai ini makin terpuruk

Gus…
Sekolah hewan ini semoga saja masih diberi waktu untuk memperbaiki diri
Sehingga, rakyatnya diberkati oleh Allah
Oleh Sang Pencipta yang sedang memelukmu kini…

Gus..
Terima kasih telah meninggalkan begitu banyak pencerahan untuk bangsa ini
Di alam baka sana.. semoga engkau tenang, tersenyum dan hangat dalam pelukan-Nya

Gus…
Selamat jalan…
Semoga para malaikat membentangkan sayap kasih sayangnya untuk memelukmu erat
Mengantarkan guru bangsa yang mencerahkan kepada pencipta-Nya…
Semoga Allah mencintaimu selamanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *