“Razia… razia… razia…”

Itu kata beberapa pengendara motor kepada pengendara motor lain yang akan melintas Jl. Kapten Muslihat (Ciapus), tepat sebelum POM bensin. Memang, secara berkala dan tiba-tiba, sering ada razia di lokasi itu.

Saya yang saat itu akan menuju stasiun kereta api, alhamdulillah menggunakan helm, langsung berhenti sebentar dan memeriksa dompet di dalam tas; nge-cek, apakah ada SIM dan STNK. Setelah memastikan keduanya ada, saya pun melanjutkan perjalanan. 

Sementara, saya lihat, beberapa pengendara motor yang tak mengenakan helm, berbalik arah. Entah pulang untuk mengambil helm atau tak melanjutkan perjalanan. Beberapa yang lain juga, yang mengenakan helm, berbalik arah, mungkin mau mengambil SIM dan STNK. Sementara ada pengendara motor yang tak mengenakan helm, tetap nekat melanjutkan perjalanan.

Ketika saya tiba di lokasi razia, saya dengan tenang melintasi pak Polisi yang sibuk memeriksa pengendara motor. Saya, yang (kebetulan) lengkap dan pasti lolos dari razia, memang benar-benar lolos pada akhirnya. Saya lihat, di pojok, ada juga yang berbisik-bisik dan entah apa yang mereka perbincangkan. Tentu sesuatu yang hanya mereka berdua yang tahu, karena itu mereka berbincang di pojok, supaya tak terdengar oleh yang lainnya.

Sementara beberapa yang lain, apalagi yang panik, tentu memang sudah pasti kena razia.

Razia memang akan tiba-tiba. Sial saja orang-orang yang ketinggalan SIM, STNK atau hanya sekedar melintas, makanya tak mengenakan helm.

Mengendari motor atau mobil supaya tak kena razia memang beda dengan mengendarai motor supaya selamat dari kecelakaan. Kalau untuk pengendara motor, terlihat dari model helmnya. Kalau tak ingin celaka, tentu helmnya memang helm yang melindungi. Tapi, kalau sekedar tak kena razia, helmnya pun helm basa-basi, tak beda jauh dengan topi.

Razia di depan pom bensin, di jalan raya Kapten Muslihat itu memang tak pernah rutin dan tak tahu kapan dilaksanakan. Tapi, sudah pasti para polisi itu yakin, akan ada yang melanggar dan mereka mendapatkah ‘para terdakwa’. Ada yang resmi ditahan, ada juga yang diselesaikan di tempat, tentu dengan transaksi yang memuaskan, entah untuk sepihak atau untuk keduanya.

Mungkin, suatu saat nanti, perlu ada razia untuk me-razia para polisi yang melakukan razia yang tak seharusnya.

One thought on “Razia..Razia…Razia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *