Ramadhan Hari ke-2: Sujudnya kecepetan

Jika Ramadhan sebelumnya saya terbiasa shalat subuh berjamaah dan shalat tarawih di mesjid dekat rumah, maka tahun ini, mencoba shalat subuh berjamaah dan tarawih di mesjid yang berbeda.

Pilihan hari kedua; saya dan anak saya melaksanakan shalat shubuh berjamaah di Mesjid Raya Nurul Iman Kecamatan Tamansari yang baru diresmikan Bupati Bogor pada 26 April 2018. Pilihan yang tidak salah, karena imam yang memimpin shalat masih muda serta bersuara merdu. Biasanya, mesjid dekat rumah diimami oleh orang yang sudah sepuh.

Ada hal menarik ketika shalat subuh itu. Imam usai membaca surat setelah Alfatihah, langsung sujud. Rupanya imam membaca ayat sajadah, sehingga langsung sujud tilawah usai ayat tersebut dibacakan.

Usai shalat dan dzikir, Andra, anak saya yang berusia 10 tahun, bertanya:

“Abi… kok gak pake ruku’, imamnya langsung sujud ya, terus berdiri lagi…. sujudnya kecepetan?”

Alhamdulillah, ada hikmah dari shalat shubuh kali ini, sekaligus memberikan pembelajaran agar anak saya lebih mengenal Al-Quran melalui ayat-ayatnya. Saya jelaskan semampunya tentang ayat sajadah dan tata cara ketika melakukan sujud tilawah membaca ayat sajadah tersebut; yaitu langsung bersujud dan melaksanakan rukun shalat seperti biasa.

lengkapnya tentang ayat-ayat sajadah dalam AlQuran:

Usai shalat shubuh, saya pun berbincang-bincang dengan para jamaah; tentang banyak hal, utamanya keegiatan-kegiatan seputar Ramadhan. Yang menyenangkan bagi saya, salah satu jamaah, namanya Pak Eman, ternyata adalah cicit dari pendiri Kampung Tamansari dan menjadi Kepala Desa, sebelum desa ini bernama desa Tamansari. Saya gembira, karena memang sedang menyusun sejarah Desa Tamansari, untuk memperingati Milad ke-35 Desa Tamansari pada 21 Februari 2019.

Masih ada kejutan lain; ternyata dipojokkan, saya mengenal wajah yang familiar buat saya, utamanya ketika saya masih bekerja di dunia entertainment. Ya, sesosok wajah yang kelihatan selalu terbasuh wudhu, duduk di pojokkan mesjid, ternyata adalah mantan vokalis band yang sudah hijrah sepenuhnya, melaksanakan ibadah. Rupanya, beliau berkeliling dari mesjid ke mesjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan Ramadhannya berkualitas super.

Alhamdulillah…. shubuh di Ramadhan ini begitu bermakna; semoga bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk putra saya tercinta.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.