09

Jan 2009

Predator Fitrah

Melihat anak yang masih kecil, seperti melihat cermin. Apa yang diucapkannya adalah apa yang diterimanya. Ketika yang diterimanya adalah kebaikan maka yang dikeluarkannya pun kebaikan. Orang tua adalah sumber ‘pemasukan’ bagi anak. Anak seperti sponge yang memiliki daya serap luar biasa.
Adalah fitrah, kondisi anak yang terkalibrasi. Ibarat titik bersih, maka fitrah anak selalu berada dalam kebaikan. Ketika fitrah terpelihara, maka sinyal kebaikan selalu menjadi bagian dari pertumbuhan anak. tugas orang tua adalah membuat kondisi yang memungkinkan sinyal itu makin kuat.

Semakin usia bertambah, maka gangguan pun makin banyak. Casing atau tubuh manusia makin menua, di samping itu, kondisi lingkungan pun makin membuat sinyal bisa melemah, jika tidak dipelihara. Anak akan bertambah usia. Tantangan orang tua adalah memeliharanya agar walaupun casing-nya berubah, sinyalnya tetap kuat supaya terus bisa bersentuhan dengan fitrah.

Dunia sekeliling menciptakan banyak predator yang membuat fitrah menjadi samar, sinyal makin melemah. Kekuatan hati lah yang membuat fitrah terjaga. Pendidikan adalah jawaban paling tepat agar hati seorang anak makin kuat, bisa melawan predator fitrah.

Guru terbesar seorang anak bukanlah orang-orang yang berada di luar rumah. Dialah orang yang terakhir dilihat ketika tidur dan pertama dilihat ketika bangun.

One thought on “Predator Fitrah

  1. hmmm, untungnya di indo pendidikan moral dan agama belum ditinggalkan dari sekolah, bukti di negara-negara sekuler yang menganut pemisahan agama dan negara, mengakibatkan pendidikan tidak menjadi jawaban untuk mempertahankan sinyal baik dari didikan orang tua. 🙂 *a good post*

  2. ya, betul. Dan sungguh kasihan anak2 yang kedua ortu-nya bekerja dan harus berangkat pagi2 buta pulang pas waktu tidur anak. Yang jadi panutan ya ..si embak. Syukur kalo yang jagain pinter dan sesuai dengan harapan kita sebagai ortu kalo gak? jangan salahin anak kalau tidk sesuai dengan keinginan ortu.

    kalau yang ortunya kerja, ya harus lebih kreatif. kalau udah mapan ekonomi sih, bisa aja memanfaatkan teknologi… nyari pembantu juga kudu milih-milih lho?

  3. Saya setuju.Pembentukan karakter anak yang paling pertama dan utama adalah Keluarga.Mengapa?.bagi saya keluarga merupakan pondasi bagi anak kelak ketika bersosialisasi dan bermasyarakat.

  4. Guru terbesar seorang anak bukanlah orang-orang yang berada di luar rumah. Dialah orang yang terakhir dilihat ketika tidur dan pertama dilihat ketika bangun.
    =============

    Kalo gitu guru terbaik kita untuk yang udah meried adalah suami atau istri kita donk ….

    betul.. guru itu bukan yang harus ngajarin.. kadang-kadang tempat kita bercermin juga bisa jadi guru…

  5. Menurut John Locke, anak bagaikan selembar kertas putih kosong (blank sheet paper) yang siap menerima apa saja yang dituliskan orang-orang di sekitarnya. Anak akan menjadi apa dan siapa karena dibentuk secara langsung dan tidak langsung oleh lingkungannya.

    Tapi beberapa teori psikologi, agama, dan pendidikan modern membantah pandangan Locke, dengan mengatakan bahwa sejak lahir, anak telah membawa potensi tersendiri dengan bakat-minatnya yang spesial. Ibarat, garis takdirnya telah dituliskan oleh Tuhan. Yang mana yang lebih Anda yakini?

  6. (tambahan) …melihat seorang anak seperti melihat selembar kertas putih bersih, fitrah…. dan siap diukir tulisan menawan nan indah berseri. 🙂
    ^_^

  7. sangat sepakat. semoga kami bisa menjaga anak kami dari predator2 fitrah yg sedang berkeliaran. tidak hanya diluaran, tapi sudah masuk ke dalam rumah lewat tayangan televisi yg tidak berkualitas.

  8. jikalau tua renta nanti kita ingin selalu di temani dan di dampingi anak2, maka ketika anak2 kita tumbuh, hendaknya kita selalu berada di dekatnya….. masa bermain kita ikut bermain mendampinginya, ketika remaja kita menjadi temannya, ketika menikah kita hadir menjadi walinya, ….. anak akan selalu menginat bahwa orang tua selalu ada di dekatnya, menyayanginya…..

  9. saya sering ngingetin istri. kalo marah, gunakanlah niat. jangan gunakan emosi.

    jadi ketika akan menegur anak, diotak harus terpatri dulu tujuannya untuk mendidik. bukan untuk memarahi

  10. 🙂 bener jg tuh. nanti kalo saya punya anak, akan saya jaga sebaik-baiknya dan saya cah sedang sinyal fitra. amies 🙂

  11. wahai para orang tua, hiduplah dengan “merdeka”. Kalau bisa mah jadilah pengusaha atau kerja apa keq yang dimana kita bisa ketemu sama keluarga kita (termasuk anak-anak kita) kapan saja, tidak perlu harus menunggu pulang kerja, tidak harus menunggu week end, tidak perlu harus kalau ada cuti bersama. Jadilah orang yang merdeka semerdeka-merdekanya. Salam kenal.

  12. duh..ngeri deh kalo liat predator2 fitrah sekarang, makin ganas ! gimana ya cara mendidik dan menjaga anak yg sebaik mungkin?

  13. Bener banget…
    Rumah adalah sekolah pertama untuk anak.
    untuk jadi gurunya, orang tua harus banyak belajar, bijaksana & menjadi teladan yg baik untuk menghasilkan lulusan-lulusan terbaik pula.
    gimana setuju ??..

  14. Memang sesuai teori anak lahir bagaikan kertas putih, tapi orang tua sering lupa/lalai mengajarkan/mencontohkan kebohongan, kekejaman, kepada mereka atau dihadapan mereka dan tidak menyayangi mereka. semoga orang tua yang lalai diampuni.

  15. wah repot juga ya kalo yang dilihat sebelum tidur dan diwaktu bangun pagi adalah si pembantu…..

    whekekeke… makanya jangan dong anaknya tidur sama pembantu…salah manggil, pembantunya kege-eran lagi

  16. ia setujuuu.., sinyal kuat lahir dari sprirtual yg mantap tentu didukung oleh lingkungan (pendidikan, org tua dan teman yang baik),….utk melawan predator fitrah

  17. kalo mau jujur sebetulnya tidak ada ANAK DURHAKA, tapi ORANGTUA DURHAKA . . . hehehehehe . . .

    wah..wah. durhaka itu berarti seiring dengan proses penuaan dong…

  18. Jadi inget waktu ikutan sekolah orang tua bulan lalu….
    Wajib diingat : saat anak berumur 1 thn, wajah kita adalah cermin bagi wajah mereka. Umur 2 thn,sikap kita adalah cermin sikap mereka. Umur 3 thn, perilaku kita adalah cermin nilai perilaku mereka. Selamat menjadi orang tua profesional…

    kedatangan special visitor nih…. nuhun sudah berkunjung… segera bikin blog ya.. biar bisa bersilaturahim….

  19. wah, saya koq malah sering ninggalin anak. betapa jahatnya diriku sang bapak 🙂

    mas, salam ketemu kembali… smg tidak lupa. kunjungi blogku jg … kan dulu tanya blogku 😛

    sip.. meluncur ke tkn.. tempat kejadian Novi…

  20. Dipercaya memiliki anak adalah sesuatu yang menakjubkan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan krn anak telah memiliki hasratnya sendiri sejak dia ada. Peran kita hanyalah menikmati keberadaannya. Bukankah kita bahagia bisa menjaganya, menemaninya, membahagiakannya, mengajarinya? — dear El Marsha, thanks 4 being my daughter —

  21. Sulit juga jadi orang tua ya?
    Mendidik anak supaya menjadi anak yang baik…
    Sulit sulit sulit
    apalagi jaman sekarang…..

    betul sekali.. kadang-kadagn orang tua harus jadi futurolog, bisa meramal masa depan.. soalnya anak-anak butuh bekal untuk mengatasi jaman yang berbeda dengan saat ini….

  22. saya jadi merasa bersalah, karena selama ini suka emosi terhadap anak-anak saya kalau mereka buat masalah, pdhl mereka lucu2 dan pintar, mulai saat ini saya akan ubah sikap saya itu, krn saya sangat menyayangi mereka, sekarang saya lagi dikantor dan rasanya ingin telp ke rumah utk bilang, mama sayang sama kalian, anak-anakku ( NADINE, BRENDA, KEVIN )

    so sweet.. nama anak2nya bagus.. pasti istimewa…. semoga makin ‘hangat’ ya

  23. jadi malu suka marah kalo anak2 bertingkah…tapi fitrah mereka memang sedang mengekplorasi hidup ya..belajar sejak dini.aku mengarahkan…terima kasih mengingatkan.semoga mereka menyerap yang baik selalu.amin…

  24. Sangat setuju…anak2 bangsa skrng ini sdh bnyak yg menjadi GENERASI TANPA IBU. Ibu sibuk arisan atau malah sibuk kerja, ayah sibuk d kantor, anak menjadi anak pembantu, sehingga mrk sibuk mencari jati diri, pengakuan dari orang tuanya. Sesibuk apapun orang tua, anak tetaplah no 1, emansipasi perempuan yang kebablasan. Emansipasi apa ?? Jika anak2 terlantar, emansipasi apa ?? Jika akhirnya anak2 kehilangan figur seorang ibu, kasihan anak2 bangsa. GENERASI TANPA IBU musnahkan, bakar, perbaiki, kembalikan para ibu kepada fitrahnya sebagai Ibu rumah tangga.

  25. Semoga kita semua dapat menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita.

    Mampu mengajarkan kebaikan kepada sesama dari anak kita masih kecil sampai dengan dewasa. Ingatlah!. Hadiah pertama dari melakukan kebaikan adalah kebaikan.

  26. Sayangnya predator fitrah ga selalu dari lingkungan luar. Sangat miris jika predator fitrah adalah orang tua. Orang tua yang kehilangan sinyal fitrahnya sendiri. Allah blessing all parents. Amin.

  27. pelajaran berharga buat orangtua…
    jgn hanya bisa ml,hamil dan melahirkan..
    menjaga n mendidik anak sampai menjelang dewasa adalah hal mutlak… (‘my queen’ daddy loves u)

  28. gw setuju…
    bahwa pendidikan terbaik adalah SURI TAULADAN Orangtua. titik awal lingkungan terbaik adalah “RUMAH”
    maka jika anak tidak seperti yang di harapkan “Tanya Kenapa???”
    jawabnya ada di diri kita sebagai orangtua. “Nice a article… fren”

    sip…. emang.. kalau ada yang salah sama anak.. kudu introspeksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *