Ponari, dukun cilik dari Jombang, membuat ribuan orang berkeringat, antri, berdesakan, berhimpitan, bahkan ada yang meninggal.

Dengan batu ajaib yang dicelup ke air, diyakini bisa menyembuhkan aneka penyakit. Menurut liputan sebuah televisi, ceritanya berawal dari sembuhnya seorang anak kecil yang menderita demam berdarah, hanya dengan basuhan air putih yang dicelup batu berkhasiat dari Ponari.

Ponari hadir dan diterima oleh ribuan orang yang berharap kesembuhan dengan jalan pintas. Empat orang kabarnya meninggal, belum sempat disembuhkan, tapi masih dalam antrian.

Ponari adalah cermin bagi hukum supply dan demand di negara yang tidak sempurna ini. Ponari muncul dan diterima karena demand-nya ada. Masih banyak orang Indonesia yang percaya dengan pengobatan alternatif dan menjurus mistis seperti ini. Entah karena mereka memang yakin dengan kekuatan mistis atau malah kecewa dengan keampuhan medis.

Ponari membuat yang antri berkeringat, berdesakan, berhimpitan.

Ponari adalah cermin dari bagaimana sebuah cara instan menemukan tempat di wilayah orang-orang yang memang membutuhkan cara instan.

Ponari bisa jadi cermin dari betapa cara instan masih laku, tumbuh subur di wilayah orang-orang yang memang memiliki kepentingan instan, kemajuan instan, pembaharuan instan.

Ponari adalah refleksi kondisi masyarakat Indonesia, bahwa ketika suatu saat nanti ada orang yang menawarkan cara instan, menjadi pilihan banyak orang. Jangan salahkan, karena itulah realita bangsa yang tidak sempurna ini.

One thought on “Ponari Sweat dan Bangsa yang Tak Sempurna

  1. Ponari, kasian mas ! Dia gak sekolah, gak bisa main kelereng, usianya masih 10 tahun mas…. kasian.

    iya ya.. tapi, kabar2nya, bisa ngumpulin uang sampai 1 Milyar dari pengobatan itu. Semoga saja uang itu ngalir ke Ponari, ngga diambil orang lain.

  2. iya…, salut buat ponari, karena bisa terkenal tanpa iklan seperti gambar caleg yang di gantung di pohon-pohon kota. Kasihan juga dokter karena ilmu rasionalnya dokter dilecehkan ponari hanya dengan sebongkah batu. Kalo diterusin, wah bisa mengancam lahannya dokter, trus kapan bisa balik modal nya ya…salut ponari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *