Gencar!

Kampanye di darat dan udara, makin hebat. Demi terpilih 9 April; bisa mewakili rakyat dan menduduki jabatan dengan nikmat.

Segala jurus digunakan agar tampil memikat. Walau sejatinya tak hebat-hebat amat. Polesan iklan bisa membuat tampilan makin menguat.

Untuk dicontreng, memang harus memiliki daya tarik. Tak peduli, daya tarik itu apakah benar atau hanya rekaan. Karena tak penting apa yang akan dilakukan nanti. Yang jelas, 9 April harus tercontreng.

KPU panik, mengakui kalau surat suara yang bermasalah adalah tanggung jawabnya. Media sibuk mengkritik partai ini dan itu. Pengendara mandeg, karena setiap kampanye berarti kemacetan yang panjang.

Tukang sablon panen karena order makin banyak. Tukang asongan ikut demo sambil jualan; menyesuaikan kostum dengan partai yang sedang kampanye; salah kostum bisa bahaya. Televisi juga senang, karena banyak gambar yang bisa ditampilkan.

Setelah 9 April, tak tahu apa yang terjadi. Terpilih sebuah partai pemenang, terpilih caleg dengan suara terbanyak. Diulang pemilihan di beberapa tempat. (Mungkin) ribut antar partai karena diduga ada kecurangan. (Mungkin) ribut antar caleg satu partai karena perhitungan yang merugikan dengan pola suara terbanyak.

Sementara rakyat yang mencontreng salah, mencontreng benar atau malah tak mencontreng harus kembali ke rutinitas hidupnya. Menghadapi kehidupan dengan tambahan harapan agar suatu saat berubah karena sebuah contrengan.

Entah, apakah para pencontreng itu terpenuhi harapannya? Yang jelas, apa pun dan siapa pun yang terpilih karena contrengan, punya posisi baru, status baru, income baru dan tentu saja peluang-peluang baru; entah untuk dirinya atau untuk para pencontreng yang diwakilinya.

Jika ada lebih dari 1.5 juta caleg, berarti ada lebih dari 1.5 juta janji; mungkin ada yang sama, mungkin ada yang tidak. Ketika yang terpilih muncul, janji itu belum tentu terpenuhi, apalagi yang tak terpilih. Nyata, bahwa mereka mengobral janji untuk terpilih; bukan semata peduli kepada rakyatnya.

Semoga saja, dari segelintir yang terpilih, nasib para pencontreng ini membaik. Karena, disela banyak caleg yang tak jelas dan hanya mencari mata pencaharian; saya yakin, ada juga yang memang punya niat kuat untuk berbuat.

One thought on “Nasib Para Pencontreng Setelah 9 April

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *