Hari ini saya cukup pagi naik kereta express Pakuan. Hasilnya.. hmm…Ternyata banyak yang lebih pagi datang; sehingga saya pun kembali melantai beralaskan koran, tepat di dekat bangku kereta untuk 4 orang.

Saya buka koran dan mulai baca; utamanya tentang Bung Ruhut Sitompul yang diasumsikan ‘menumpulkan’ Pansus Century….

Lalu lalang orang mencari kursi. Dari gerbong ke gerbong. Gerbong satu penuh, pergi ke gerbong berikutnya. Kadang, antar gerbong saling berpapasan. Tetap saja, penumpang lalu lalang.

Sementara, penumpang yang sudah duduk, sibuk baca koran, yang biasanya seragam. paling tidak, seragam dalam harga.

Nah…

Melewatlah di depan saya, seorang perempuan yang body pekertinya lumayan besar; pake baju baby doll pula…

Di melewat di depan saya. Berhenti di depan 4 orang yang sedang duduk. Tiga perempuan, 1 laki-laki yang sedang baca koran.

Laki-laki yang baca koran itu, bertanya kepada si perempuan baby doll itu…

“Ibu.. hamil ya…?”

Perempuan ber baby doll itu, menatap dengan mata membesar alias melotot. Agak tersinggung kayanya.

“Heh… enak aja ngomong… emang gw keliatan hamil ya….?”

Perempuan ber baby doll itu pergi.

Pemuda yang tadinya duduk dan siap bangkit mempersilahkan perempuan yang dikira hamil itu bengong.

Saya diam saja. Otak lebah cerdas saya langsung bekerja…

Hmmm..

Mungkin pemuda itu agak salah juga; mau berbuat baik, tapi mungkin memang mau memastikan kalau perempuan yang di depannya hamil, hingga layak untuk dipersilahkan duduk. Padahal, kalau mau mempersilahkan duduk, ya persilahkan aja ya?

Mungkin perempuan ber baby dollĀ  itu agak salah juga, karena langsung emosi dikata-katai seperti ibu hamil;

Hehehehe….

Urusan pamrih dan emosi itu tak hanya di kereta… memang terpampang dimana-mana, dari koran, dunia maya hingga layar kaca…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *