Baban Sarbana

Social Business Coach

Ikan Mas Dua Kali Mati

Anak Rohis itu kreatif.. uang jajan minim bukan halangan makan enak dan bergizi. buktinya.. sehabis praktek lab numpang ke SMAN 2 Bogor di Jl Veteran (karena SMaNSA belum punya lab), kalau objectnya ikan mas.. setelah dibedah dan dipelajari anatomi tubuhnya; dan mati; maka ikan mas tsb gak dibuang, tapi dikantongi plastik, dibawa ke sekolah; begitu lewat warteg, numpang minta digorengin, dan beli nasi seadanya. Ikan masnya dua kali mati sebelum dimakan. Tapi, hemat khan…. Anak rohis itu kreatif alias kere tapi aktif.. #teROHIS.

Dua Mimpi Beda Aksi: Sumpah Pemuda dan Sumpah Palapa

 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan—mulai dari Sriwijaya, Majapahit, Kutai, Pajajaran, dan kerajaan lainnya. Buktinya nama-nama kerajaan tersebut menjadi nama yang sampai saat ini menjadi nama-nama yang melegenda dan biasanya mewakili kebesaran sejarahnya itu sendiri. Palembang dikenal dengan bumi Sriwijaya, Sunda dikenal dengan nama bumi Pajajaran atau bumi Parahyangan.

Apa yang istimewa dengan kerajaan tersebut? Selain sebagai pusat kekuasaan dan pusat ilmu, kerajaan-kerajaan tersebut juga mewariskan spirit. Anda pasti tidak lupa dengan siapa itu Mahapatih Gajahmada yang popularitasnya bisa jadi lebih besar dari rajanya sendiri—Hayam Wuruk. Bukan karena posisinya, tapi lebih karena statemennya yang kemudian diwujudkan dengan kekuatan. Statemen yang sangat terkenal hingga saat ini adalah Sumpah Palapa; sumpah yang ditekadkan untuk mempersatukan nusantara.

Sumpah Palapa adalah suatu pernyataan/sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit tahun 1336 M. Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa.
Ia Gajah Mada,

“Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

Hasilnya, jika menapaktilasi jejak Sumpah Palapa, maka Indonesia saat ini adalah sebagian dari nusantara yang dicita-citakan dalam Sumpah Palapa.

Tahun 1928, sekumpulan pemuda dari berbagai daerah, suku, berkumpul, menyatukan tekad bersatu untuk Indonesia. Semangat ke-Indonesia-an menyeruak dalam sanubari anak muda yang jika dikonversi dengan usia anak muda saat ini, mungkin banyak juga yang sering dan suka berkumpul, bukan demi semangat kebangsaan, tapi lebih karena semangat ke-muda-an.

Para pemuda juga menghasilkan hal yang sama, yaitu Sumpah Pemuda: satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa.

Pertama.Kami poetera dan poeteri indonesia mengakoe bertoempah-darah jang satoe, tanah indonesia.
Kedoea.Kami poetera dan poeteri indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia.
Ketiga.Kami poetera dan poeteri indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa indonesia.

Sumpah ini tidak main-main. Karena dihasilkan dari dorongan semangat ke-Indonesia-an. Dari forum yang walaupun belum menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, semangat ke-Indonesia-an sudah mendominasi. Lahir para pemikir dan pemikiran yang menjadi dasar keberadaan Indonesia seperti sekarang ini. Bahkan lagu Indonesia Raya yang diperkenalkan dengan biola oleh personel The Black White Jazz Band, WR Supratman pun abadi hingga saat ini sebagai lagu kebangsaan.

Dua sumpah ini—Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda—adalah dua tekad untuk membuat Indonesia menjadi satu. Dua sumpah ini adalah dua mimpi yang dieksekusi dengan cara yang berbeda. Sumpah Palapa dikumandangkan ketika Mahapatih Gajah Mada memegang jabatan politik. Tentu saja Sumpah Palapa tak lepas dari kerangka niat untuk menjadikan Nusantara Satu dengan ambisi politik yang kental, karena satunya Nusantara dalam rangka menguatkan kekuasaan.

Semangat Sumpah Palapa adalah semangat sentralisasi, bagaimana menjadikan kerajaan Majapahit sebagai sentra kekuasaan di Nusantara. Semangat yang kemudian bisa jadi adalah nama lain dari sentralisasi. Mahapatih Gajah Mada bertekad mempersatukan nusantara dan menjadikan Majapahit sebagai porosnya.

Dalam konteks saat ini, semangat sentralisasi justru menjadi bagian yang membuat bangsa ini sulit bersatu. Ketidakinginan untuk dikuasai, diatur, dikendalikan adalah keinginan yang lumrah dan alamiah dalam konteks membangun kemandirian. Semangat sentralisasi bertentangan dengan otonomi daerah, dengan kendali utama ada pada pemerintahan di tingkat daerah.

Sumpah Pemuda dikerangkai oleh niat untuk menjadikan Indonesia Satu tak dimulai dengan kekuasaan, tapi rasa ke-satu-an yang diliputi cinta, yaitu cinta tanah air, cinta bangsa dan cinta bahasa.

Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat konvergen, datang dan bersatu karena dikendalikan oleh keyakinan bahwa keberadaan para pemuda di tanah air yang berbeda, di satu titik menemukan kesamaan, sebagai bangsa yang sama dan berkomunikasi dengan bahasa yang sama, tentu sudah Tuhan takdirkan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang harmoni; negara yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Sumpah Pemuda pasti lahir dari kesadaran akan keragaman dan keyakinan dari kekuatan harmoni. Keragaman yang dikelola dengan baik, diikat dengan sebuah sumpah, akan menghasilkan Indonesia Satu yang berbhineka namun mencapai kejayaan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemuda selalu menjadi lokomotif sejarah. Sumpah Pemuda adalah kontrol sosial terhadap Sumpah Palapa. Kekuasaan harus senantiasa diliputi oleh semangat Bhineka Tunggal Ika. Sekali semangat harmoni dalam keragaman itu retak, maka perlu perjuangan kembali untuk merekatkannya. Salam Bhineka Tunggal Ika

Baban Sarbana (Putra Daerah Membangun)

Mustahik menjadi Muzakki

Berikhtiar.. membangun cerita Mustahik menjadi Muzakki melalui sentra budidaya jamur di KampungZimba YatimOnline.. memang terlihat hanya sebagai budidaya jamur saja, setelah didalami dan memperbaharui niat, ternyata, alur pengelolaan budidaya jamur ini bisa berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga M1 (mustahik) untuk bertransformasi menjadi muzakki (M2)… 1. Kotak Hijau adalah kotak budidaya jamur. Dalam prosesnya, dengan target 12.000 baglog (bibit jamur), bisa melibatkan 12 orang penerima manfaat, sehingga bisa memiliki penghasilan Rp 30.000/hari 2. Kotak Biru adalah pilihan ketika jamur diolah, maka, fasilitas Balai Ikhtiar bisa mengolah hasil budidaya jamur menjadi aneka produk olahan. Melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas keluarga M1, maka, terbentuklah ‘mental’ pemilik usaha. Dengan fasilitas modal (microfinance) dari Koperasi Cilawi/KUBYD, maka penerima manfaat olahan ini adalah Rumah Ikhtiar yang dihuni oleh Keluarga M1. Rumah Ikhtiar inilah yang dimitrakan usaha dengan para investor yang berharap pasive income dunia akherat dengan skema bagi hasil syariah… 3. Baik hasil budidaya berupa jamur mentah maupun hasil olahan, dikemas dengan merk ZupadoZ yang siap dipasarkan dan membawa branding KampungZimba jika ingin datang melihat dan belajar langsung… 4. Pemasaran Sentra Budidaya Jamur ini menghasilkan produk hasil budidaya jamur, produk olahan jamur dan jasa pelatihan budidaya, olahan dan pemasaran jamur…

Ini ikhtiar, dan antara do’a dan kesuksesan ada yang namanya kerja keras… mohon do;anya kepada semua teman yang menginginkan anak-anak yatim dhuafa mendapat hak pendidikannya, keluarga yatim dhuafa segera mandiri secara ekonomi dan memutus rantai kemiskinan dengan kekuatan dirinya sendiri dan atas ijin Allah, semoga dikabulkan di bulan yang mulia ini… Notes… Tahun 2016 ini baru fokus ke komoditas jamur, setelah itu semoga bisa merambah komoditas lain seperti ikan, sayur mayur, dll… Mohon do’anya…

Dari Obyek Menjadi Subyek

Tak terasa, masuk tahun ke-6 rintisan akselerasi kemandirian YatimOnline. Sejak awal, saya dengan segenap kekuatan dan tentu saja memohon pertolongan Allah, berikhtiar terlibat dalam proses akselerasi kemandirian yatim dhuafa di lingkungan sekitar, Kampung Ciapus, Desa Tamansari Kab. Bogor.

Dimulai dari tahun Juni 2009 sebetulnya, ketika bekerja sama dengan GaSS (Gabungan Artis Seniman Sunda), mengadakan kegiatan Khitanan Massal sebanyak 66 anak yatim dhuafa, dan ternyata dihadiri oleh lebih dari 2000 warga, tujuannya utama untuk melihat puluhan artis ibukota yang dipimpin oleh Rina Gunawan dan Melly Goeslaw…

2010_YatimOnline2012_YatimOnline

Anak-anak yatimonline itu kami jadikan sebagai bagian tanggung jawab. Mencari donasi, membangun rumah singgah, hingga memastikan jaminan pendidikan mereka supaya tuntas.

Kegiatan terus berkembang, hingga beberapa dari mereka bisa menuntaskan pendidikan, bahkan ada yang berkesempatan menempuh kuliah D1 di Bogor, S1 di STKIP Cimahi dan Unsoed Purwokerto.

Kedua remaja yang tahun 2016 ini semoga lulus S1 dan kembali pulang kampung, membangun desa, adalah anak asuh dari Teh Rina Gunawan

13d 31044_1351284219551_1154741507_30857947_4901187_nPerlahan tapi pasti, anak-anak dan beberapa remaja yang tumbuh bersama, tidak lagi menjadi obyek santunan dari donasi yang kami cari, akan tetapi bertranformasi dari obyek menjadi subyek; naik kelas dengan menjadi pengelola yatimonline…

Ekonomi_YatimPreneur Ekonomi_Boneka2

Adalah gagasan Kampung Kuliner Gizi Seimbang (www.kampungzimba.com) sebagai proyek sekaligus inagurasi transformasi pemuda didikan yatimonline dari obyek menjadi subyek.. mereka tak lagi menunggu, tapi mendapat amanah dan tanggung jawab serta mengambil inisiatif untuk melakukan perubahan.

PetaZimba123

Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan.

Finding Business Soulmate

Tahukah Anda bahwa 3 kesalahan utama pebisnis adalah:

  1. Salah memilih partner
  2. Salah memilih bisnis
  3. Salah menilai diri sendiri

Tahukah Anda, bahwa setelah sukses bukan hanya peluang baik yang Anda dapatkan, akan tetapi berbagai macam orang—beberapa diantaranya predator bisnis—datang dengan membawa ide bisnis dan penawaran partnership yang menggiurkan, padahal bisa jadi beberapa diantaranya adalah business trap (jebakan bisnis).

Oleh karena itu, dengan 4 langkah jitu yang diuraikan dalam buku ini, yaitu

  1. Aktivasi Sistem Alarm: Check yourself, Check The Return, Check The Track
  2. Apakah Diamond Anda? Menggali potensi diri dan calon partner Anda, apakah Anda seorang Juragan, Bintang, Kreator atau Maestro.
  3. Mengeksekusi Rencana Bisnis: Eksekusi menentukan 90% kesuksesan. Bagaimana Anda menggunakan seluruh potensi perusahaan untuk mewujudkan ide menjadi keuntungan
  4. Belajar dari para maestro bisnis melalui kiat dan kisah yang sangat menggerakkan hati.

Dengan buku ini, Anda memahami rambu-rambu penting untuk menjadikan bisnis Anda tidak hanya menguntungkan, tapi yang paling penting, Anda bisa menikmati keuntungan bisnis tersebut, yang tidak memperkaya secara financial, tapi juga memperkaya kehidupan Anda pribadi.

 

PENULIS

Helmy Yahya, Akt. MPAkt. adalah fenomena dalam dunia entertainment Indonesia. Menjadi dua raja di dunia televisi; Raja Kuis dan Raja Reality Show dengan 16 penghargaan Panasonic Award dan 2 Penghargaan Asian Television Award atas lebih dari 120 program televisi kreasinya. Helmy Yahya merupakan sosok entertainer yang entrepreneur; tak hanya sebagai bintang yang tampil di layar kaca, tapi juga business owner beberapa usaha, mulai dari Rumah Produksi PT Triwarsana, Event Organizer, Properti, hingga bisnis lainnya. Suksesnya diraih dengan kerja keras dan penuh determinasi. Buku Business Soulmate ini adalah curahan hati dari perjalanan bisnisnya yang berliku, sehingga yang disampaikannya betul-betul empiris dan bisa dipraktikkan langsung di dunia nyata. Ini adalah buku ke-3 nya setelah Siapa Berani Menjadi Entrepreneur dan Wirausaha Bermodal Nol Rupiah.

Baban Sarbana, SE, MSi, social entrepreneur, telah menulis 9 buku, yaitu: AMPUH: Cerdas Tanpa Batas, Valuegraphy of Helmy Yahya, Serial Cerita Bernilai Lebah Cerdas, Tapak Tilas Barack Obama. Selain mendirikan Yayasan Berkah Yatim Mandiri dengan gerakan YatimOnline, (akselerasi kemandirian keluarga yatim dhuafa di Desa Tamansari), juga menekuni bisnis sebagai CEO PT. Sobat Indonesia Mulia yang bergerak di aplikasi digital untuk social business dan CEO PT. Andalah Agrobahari Makmur  yang bergerak di bidang Scale Up Business UMKM.

Modal Kecil Untung Besar

Alhamdulillah, akhirnya buku ini tuntas disusun dan sampai ke tangan para pembaca. Semoga pembaca memperoleh manfaat dari buku ini.

Sebenarnya terlalu berani apabila saya memberanikan diri untuk menulis buku tentang tema wirasaha. Ternyata Tuhan memberikan saya kesempatan luar biasa untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikan inspirasi sehingga mempermudah saya  untuk menuliskan buku ini.

Terima kasih kepada Mas Helmy Yahya, guru seumur hidup saya, yang juga seperti sumur ilmu yang tak pernah henti mengalirkan air ilmunya. Kebetulan sekali saya menjadi staf ”Departement of Click” pada saat Roadshow Seminar ”Siapa Berani Menjadi Entrepreneur” di 12 Kota pada bulan Agustus – September 2005. (Departemen of Click adalah istilah buatan untuk saya yang pekerjaannya menyusun presentasi seminar sekaligus meng-klik slide presentasi).

Sebenarnya buku ini adalah rangkuman dari pembicaraan saya dengan Bapak I Nyoman Londen (biasa dipanggil Pak Londen), pria sederhana penuh semangat, pemilik waralaba EDOLA Burger. Dimulai sejak saya sekamar di sebuah hotel di Surabaya, dan selanjutnya saya membantu menyiapkan presentasi beliau di rangkaian Roadshow Seminar ”Siapa Berani Menjadi Entrepreneur” di Bali, Bogor, Palembang, Cirebon dan Jakarta.

Pembicaraan-pembicaraan ringan tapi berisi ini akhirnya mengilhami saya untuk menyusun sebuah buku sederhana bagi para pembaca, karena terus terang, selama saya mendengarkan setiap gagasan usaha Pak Londen, maka ada semangat baru untuk memulai menjadi wirausahawan. Kalau selama ini saya bingung memulai karena tidak memiliki  modal yang harus disiapkan, maka dengan sederhana Pak Londen menawarkan solusi EDOLA Burger sebagai waralaba termurah di dunia, dengan modal kecil untung besar.

 

Sebenarnya buku ini adalah kombinasi dari Pak Londen sebagai pemilik EDOLA Burger dan saya, yang memilih ’nekad’ menjadi penulis karena ingin menganggur tapi berpenghasilan, tidak terikat jadwal kerja, sehingga bisa  belajar menjadi entrepreneur.

 

Terima kasih saya sampaikan kepada Mr. James Gwee, pembicara top di Indonesia, yang walaupun cuma bertemu sebentar di seminar entrepreneur di Medan dan Palembang, tapi ilmunya sudah menjadi inspirasi saya melalui tulisan dan kasetnya, bahkan ketika belum bertemu.

 

Tak kalah pentingnya, terima kasih kepada teman-teman saya, para pemilik waralaba lokal, mulai dari Ogusto, Red Crispy, Hy Astro, Entrepreuneur University dan Nu Skin. Mereka-lah para pengusaha yang tidak hanya menjual produk, tapi menularkan semangat untuk mandiri sekaligus peduli terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sulit dikatakan sehat secara ekonomi.

Selama menulis buku ini, selama itu pula saya belajar. Oleh karena itu, seperti layaknya orang belajar, pasti banyak kekurangan dan ketidaklengkapan uraian dalam menjelaskan gagasan dari buku ini. Untuk itu saya dengan hati dan pikiran terbuka berharap respon yang membangun dari para pembaca.

Semoga semakin banyak orang yang peduli terhadap pentingnya kewirausahaan, karena dengan menjadi pengusaha (yang benar) maka kualitas hidup pribadi akan semakin baik dan ’menular’ sehingga kualitas hidup orang-orang di sekitar pun akan semakin meningkat. Semoga suatu saat berwirausaha menjadi gaya hidup bangsa Indonesia.

Semoga….

Baban Sarbana

DAFTAR ISI

MENGAPA HARUS BERWIRAUSAHA?

 

  1. WIRAUSAHA MEMBUAT ANDA MENJADI BOS
  2. WIRAUSAHA MEMBUAT UANG ANDA BEKERJA
  3. WIRAUSAHA MEMBUAT WAKTU LUANG LEBIH BANYAK

 

KONSEP USAHA

 

  1. MULAI DARI DIRI SENDIRI
  2. MULAI DARI YANG KECIL
  3. MULAI DARI SEKARANG

 

MENGAPA WARALABA?

 

  1. JIKA PEMULA, AMBIL WIRAUSAHA YANG SUDAH TERBUKTI
  2. SISTIM YANG BAIK AKAN MEMANDU ANDA
  3. KOMPETITOR ADALAH MOTIVATOR

 

BAGAIMANA MEMULAI USAHA?

 

  1. MENCARI INFORMASI
  2. MENCARI MODAL
  3. MENCARI MITRA
  4. MENCARI LOKASI YANG STRATEGIS
  5. MENCARI SDM YANG HANDAL

 

 

 

 

PRAKTIS MENGELOLA

 

  1. MENGELOLA DENGAN MURAH
  2. MENGELOLA DENGAN MUDAH
  3. MENGELOLA DENGAN BERMUTU

 

KIAT SUKSES EDOLA

 

  1. BEKERJA KERAS
  2. HIDUP BERKUALITAS
  3. MENGUTAMAKAN PRIORITAS
  4. BEKERJA TUNTAS

 

TUNGGU APA LAGI….?

 

Siapa Berani Jadi Entrepreneur

A TO Z TENTANG ENTREPRENEUR

 

Ambil langkah cerdas selama krisis

Belajarlah untuk menjual

Cintai pekerjaan Anda

Desain ulang sukses Anda

Empati membuat Anda terlibat

Faktor utama mimpi Anda adalah keberanian memulai

Gunakan kombinasi logika dengan hati

Harapan dan mimpi adalah bahan bakar motivasi Anda

Intuisi bagian penting dari keputusan Anda

Jaringan adalah investasi

Kendalikan masalah Anda, jangan sebaliknya

Lakukan sekarang juga

Mintalah umpan balik yang tulus

Nilai diri anda secara proporsional dan professional

Organisirlah potensi di sekeliling Anda

Persiapan matang membuat Anda siap menghadapi apa pun

Quality lebih utama daripada quantity

Raih puncak sukses, paling tidak sekali

Sukses itu sebuah formula

Tandai keberuntungan Anda

Ukurlah prioritas sebelum Anda melakukannya

Victory, kemenangan adalah penghargaan atas kerja keras

Waktu lebih berharga dari uang

X-Ray, tandai semua peluang Anda

Yakini apa yang ingin Anda raih

Zero, nol adalah sebuah awal, kesempurnaan adalah tujuan

Valuegraphy of Helmy Yahya

lebah_value

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunianya sehingga buku ini akhirnya dapat diterbitkan.

Sungguh kehormatan luar biasa bisa dipertemukan dengan sosok seorang Helmy Yahya. Tidak menyangka nasib saya begitu baik,  sehingga Tuhan mempertemukan saya dengan seseorang yang ingin saya jadikan ‘guru’ dalam bagaimana menyikapi kehidupan.

Selama ini saya pikir hanya bisa mengamatinya dari jauh saja, tapi ternyata Allah membukakan jalan bagi saya untuk berinteraksi dengan mas Helmy Yahya lebih intens dan membuka peluang bagi saya untuk belajar lebih banyak.

Terima kasih kepada Mba Sari, yang suatu sore menjelang malam, ditengah suara bising kereta api di Gambir, telah memberikan jalur kepada saya untuk menghubungi pihak Helmy Yahya’s Management.

Terima kasih kepada mas Joko, manajer mas Helmy Yahya, yang dengan selotip ditangannya menjadi pembuka interaksi antara saya dengan mas Helmy Yahya.

Terima kasih kepada pak, bu, mas, mbak, sederetan “komentator” yang rela meluangkan waktunya untuk diwawancari atau dikutip komentarnya tentang mas Helmy:  Hj. Wardiah, Tantowi Yahya, Alya Rohali, Kris Dayanti, Anjasmara, Dian Nitami, Taufik Savalas, Maudy Koesnaedi, Reinhard Tawas, Ruth Sahanaya, Ike Nurjanah, Astrie Ivo, Irma Hutabarat, Kak Nunu, Dewi Hughes, Ghufron, Purwatjaraka, Dedy Gumelar, Irfan Hakim,  Renhald Kasali, Weny Damayanti, Agus Idwar, Dik Doang, Dorce Gamalama, Peggy Melati Sukma, Syahid, dan Edwin,  Rina Gunawan, Deni Chandra, Sahrul Gunawan.

Terima kasih kepada Dina Diana,  Meydi Muldani dan Yono Suryatno dari ILNA Learning Center yang selalu mendukung dan memberikan keleluasaan gerak dalam penyusunan buku ini.

Terima kasih kepada mas Jum, driver mas Helmy, yang merelakan saya menjadi ‘penumpang gelap’ di mobil.

Buku ini disusun berdasarkan wawancara selama kurang lebih 3 bulan; di tengah kesibukan mas Helmy yang sangat padat. Buku ini adalah resume dari apa yang saya dengar dan rasakan.

Ternyata memang dibutuhkan stamina prima untuk menjalani aktivitas seorang Helmy Yahya. Buktinya, dugaan mas Helmy bahwa saya pasti drop dalam minggu pertama mengikuti aktivitas dia, ternyata menjadi kenyataan. Setelah mengikuti aktivitas mas Helmy siang malam di minggu pertama itu, saya drop dan kecapean di rumah dan minta ‘cuti’ dua hari. Saya pikir, mengikutinya sudah demikian cape, apalagi menjalaninya?

Memang waktu yang teramat singkat untuk merangkum kehidupan seseorang, akan tetapi karena mas Helmy adalah public figure, maka saya sangat terbantu dengan sumber-sumber lain dari berbagai media.

Buku ini disusun berdasarkan konsep valuegraphyÓ, konsep yang saya kembangkan untuk merangkum kehidupan seseorang tidak dari sudut perkembangan kronologis atau biologis-nya (makanya sering disebut biografi),  akan tetapi saya mencoba melihatnya dari sudut pandang value yang dapat saya tangkap, bagaimana seseorang menyikapi kehidupannya, nilai-nilai apa yang membuat dirinya mencapai kesuksesan atau mengatasi kegagalan.

Dengan konsep valuegraphyÓ ini saya berharap, kehidupan seseorang tidak hanya dilihat dari apa saja yang telah diperbuatnya selama kehidupan, kesuksesan apa yang telah diraihnya,  akan tetapi justru menyerap nilai-nilai apa saja yang melatarbelakangi, sehingga dapat menginspirasi banyak orang untuk menjalani hidupnya dengan lebih baik.

Dalam buku ini pembaca akan menemukan cerita-cerita yang mungkin pernah dimuat di beberapa media,  akan tetapi penulis mencoba menyajikannya dengan gaya bertutur, seolah mas Helmy sedang bercerita kepada pembaca.

Secara keseluruhan,  isi buku ini membangun sebuah alur berpikir mulai dari bagaimana seorang Helmy Yahya membangun kredibilitas, merangkai kompetensi, membedakan gaya,  menyelaraskan produk, dan memimpin tim. Kelima alur berpikir yang berdasar nilai-nilai yang penulis coba rangkai semoga memudahkan pembaca untuk menyerapnya.

Selain bahwa seorang Helmy Yahya memang ber-nilai, artinya memiliki nilai-nilai yang dapat menginspirasi banyak orang, Mas Helmy Yahya juga sangat kooperatif, terbuka, jujur, sehingga penulisan buku ini sangat diberikan kemudahan.

Setelah menyelesaikan buku ini, saya pikir sosok Helmy Yahya tidak cukup dimuat dalam buku, harus di-musium-kan, karena sepertinya tidak habis-habis nilai dan sudut pandangnya dalam memandang segala sesuatu. Mungkin karena perjalanan karirnya yang cukup panjang dan penuh liku.

Saya berharap buku ini menjadi wacana  bagi pembaca dalam mengarungi hidup dengan meyakini bahwa kualitas hidup bukan terletak pada kondisi yang kita hadapi, tetapi lebih kepada bagaimana kita menghadapi kondisi tersebut.

Ketika menyelesaikan buku ini, perasaan saya campur aduk,  merasa bahwa buku ini masih kurang untuk menampung sosok Helmy Yahya, akan tetapi dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada saya mencoba menyajikan buku ini apa adanya.

Oleh karena itu saya yakin banyak sekali kekurangan baik dari segi kualitas penulisan maupun materi yang disajikan. Saya berharap pembaca dapat memakluminya. Tidak ada gading yang tak retak, tetapi keretakan itulah yang menjadi keasliannya.

Semoga buku ini dapat menemani pembaca dalam mengarungi kehidupan untuk menjemput sukses yang dicita-citakan sambil senantiasa menebar nilai-nilai yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain, sehingga kita dapat saling berbagi untuk membuat kehidupan satu sama lain menjadi lebih baik.

babanultah

 

Wirausaha Bermodal Nol Rupiah

nol rupiah

Buku ini sangat bermanfaat bagi Anda yang

  1. Anda yang ingin memulai bisnis sendiri, tapi tidak tahu caranya.
  2. Anda yang sedang menjalankan bisnis tapi tidak tahu bagaimana membuat bisnis Anda lebih maju
  3. Anda yang memiliki ide tapi tidak tahu bagaimana mengubahnya menjadi peluang bisnis.

 

Buku ini menyajikan uraian yang membangun motivasi Anda berwirausaha dan kiat-kiat praktis yang membuat Anda menjatuhkan pilihan pada usaha tertentu, memperbaiki usaha yang sudah ada atau malah membangun usaha dari ide yang ada di kepala Anda.

Buku ini memberikan gambaran kepada Anda tentang:

  1. Sudut pandang tentang entrepreneurship sehingga Anda memiliki visi pribadi yang tajam bagi masa depan Anda dan menjadikan entreprenuer sebagai cara tepat untuk mewujudkannya
  2. Bagaimana menandai dan menilai peluang kemudian menghubungkannya dengan proses pencapaian sukses
  3. Membangun kecerdasan berwirausaha
  4. Kiat praktis dari entrepreneur sukses yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, sekaligus untuk memberikan gambaran kepada Anda bahwa pendidikan yang benar akan menghantarkan Anda menuju sukses
  5. Memulai usaha dengan modal NOL RUPIAH.
  6. Bagaimana membangun jaringan yang bisa menduplikasi kuantitas dan kualitas usaha Anda