Apa Anda pikirkan membaca ketiga benda di atas…?

Benda di atas mewakili 3 negara; mewakili hubungan antara rakyat dengan pemimpinnya.

Obeng sepanjang 30 cm itu milik seorang warga Desa Kincang Wetan Kecamatan Jiwan; ditusukkan ke perut sebelah kanan sedalam 1 cm dalam acara Bhakti Sosial Terpadu ke Bupati Madiun H Muhtarom. Penyebabnya, (katanya) karena tidak puas dengan Bupati yang tidak sesuai antara tindakan dengan janji kampanyenya.

Pemiliki obeng yang tidak puas itu, pulang ke rumah, ambil obeng dan menusuk sang Bupati. Katanya stress.

Sepatu itu milik seorang wartawan Al Baghdadi, Irak; yang dilemparkannya ke George Bush Jr, ketika pidato dalam sebuah konferensi pers. Dukk! Bush pun berhasil menghindari lemparan sepatu yang mental ke tembok itu. Saat itu Bush pada hari terakhir kunjungannya ke Irak dan PM Irak Nuri al Maliki sedang jumpa pers hasil kunjungannya ke Irak.

Konon, ketika patung Saddam Husein diruntuhkan, banyak warga yang melemparkan sepatu atau memukulkannya ke patung Saddam, sebagai wujud penghinaan. Melempar sepatu merupakan bentuk kemarahan paling tinggi orang-orang di Timur Tengah.

Aneh juga, sepatu sebagai bentuk kemarahan itu dilemparkan kepada dua orang yang berseberangan. Seharusnya, kalau yang satu jahat, satunya lagi baik. Nah, kalau sepatu itu dilempar ke dua orang yang berseberang, ada kemungkinan karena keduanya memang pantas menjadi sasaran kemarahan.

Replika Katedral itu miliki orang Italia, yang dipukulkan kepada Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi. Tartaglia, si pelaku, diketahui memiliki sejarah sakit jiwa selama 10 tahun. Dia terancam 5 tahun penjara. Silvio Berlusconi juga (mungkin) punya masalah dengan kejiwaan, karena diduga melakukan tindakan amoral dengan kasus perselingkuhannya.

Obeng, Sepatu dan replika katedral adalah alat untuk menunjukkan kemarahan, ketidakpuasan dari rakyat kecil kepada pemimpinnya yang bisa jadi mencederai janjinya sendiri. Itu risiko menjadi pemimpin, di level apa pun.

Memang, akhirnya para pelaku itu dihukum; walaupun wartawan Irak itu disanjung, karena memang banyak sekali orang yang tidak suka dengan Bush merasa diwakili perasaannya. Berlusconi pun naik popularitasnya, setelah wajahnya yang berdarah-darah muncul di berbagai media; dan mendapat simpati; cara mudah bagi pemimpin untuk dikasihani dan mendapat simpati.

Bupati Madiun pun mendapat ekspos berita, sambil pamer perut, menunjukkan tusukannya itu. (Mungkin) Mirip-mirip Manohara lah.. walaupun bagian tubuh yang dipamerkan tidak sama. Risih melihat Bupati pamer perut begitu… tapi itu pasti luput dari KPI.

Memang pilihannya, kalau tidak mau ditusuk obeng, dilempar sepatu atau dipukul replika katedral; jadilah pemimpin yang dicintai rakyatnya. Seperti Bung Hatta yang ketika wafatnya tak begitu disukai oleh penguasa, tapi diiringi jutaan orang dalam pemakaman yang tidak di Taman Makam Pahlawan, karena ingin dikenang sebagai orang biasa; dan tentu saja dibuatkan lagu khusus oleh Iwan Fals.

So… menjadi pemimpin memang hasil keputusan; tapi ingin dibenci atau dicintai adalah sebuah pilihan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *