Baban Sarbana

Social Business Coach

Nulis Itu Butuh Disiplin

Elexmedia Komputindo

Datang ke penerbit Elexemedia jam 14.00, sholat dzuhur dulu di lt. 6. Buka HP dan check email. Barulah masuk ke Elex. Sebelum ketemu mas Ari, ketemuan dulu ama Mba Paulina, yang ‘nagih’ buku Business Soulmate.. Saya bilang, kalau mas Helmy Yahya lagi fokus ke pembuatan buku 50 Pelajaran dari Pilkada Sumsel. Makanya belum beres juga. Sekalian saya liatin outline yang sudah disusun. So, sekarang nunggu dari Helmy Yahya aja nih. Padahal itu buku kayanya bisa booming juga.

Ketemu mas Ari yang emang konsern dengan buku yang HOW TO.. buku keterampilan belajar. Fokusnya lebih ke bagaimana mengingat dan membuat ingatan itu bertahan cukup lama. Pembicaraan seputar pengalaman waktu ngisi training dan ketika mempraktekan teori mind mapping kepada anaknya. Kedua anaknya emang beda, satu lebih kreatif, yang lainnya  malah lebih inget data.

Yang jelas, keterampilan belajar menjadi area yang diperhatikan oleh sekolah dan orang tua.

Dari pertemuan itu saya menemukan satu rumusan sederhana tentan keterampilan belajar (akan muncul di buku AMPUH: Cerdas Tanpa Batas edisi revisi), yaitu bahwa belajar itu adalah menyerap informasi, menempelkannya pada otak dan mengeluarkannya tepat waktu dan dalam jangka panjang sewaktu-waktu bisa di recall.

Menyerap informasi itu dengan cara baca dan mencatat pake mindmap; menyerap itu dengan teknik mengingat dan mengeluarkan itu adalah teknik presentasi (verbal) dan menulis (non verbal)…

Hmmm, baru ketemu nih rumusan hubungan antara nyatat, ngingat ama nulis… semoga bisa memperkaya tulisan saya nantinya.

Masalahnya adalah, sekarang ini saya emang belum fokus ke nulis, belum disiplin ke nulis. Alasan sih banyak banget; bisa kerjaan, bisa waktu, bisa inspirasi. Seabrek deh. Yang jelas, memang harus memutuskan untuk menjadikan menulis sebagai keahlian… sehingga akan muncul strategi untuk membuat keahlian itu sebagai bagian dari cara memperoleh keuntungan….

Hmmm. Oke, I promise to myself, pokoke nulis is a big part of my way to contribute to others

3 comments on “Nulis Itu Butuh Disiplin”

  1. iya emang bener, saya aja setelah nganggur 4 bulan banyak ide2 cerpen, meski masih amatir. ya… karena saya memfokuskan diri kang baban… sukses dah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *