Lahir di Desa Tamansari, di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor. Merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara pasangan Mamad dan Nining yang tak tamat sekolah rakyat. Sejak kecil Baban dididik untuk tidak menyerah terhadap keadaan hingga sambil sekolah membantu orang tua dengan berjualan gorengan dan manisan pala, kuliner khas Desa Tamansari.
Pendidikan tinggi dilanjutkan dengan beasiswa berprestasi dari Institut Pertanian Bogor, melalui jalur tanpa test PMDK USMI. Sambil kuliah, sambil bantu berjualan jual gorengan, hingga dikenal sebagai Calon Sarjana Bakwan. Kesibukan organisasi membuat kehidupan akademis agak terganggu, hingga drop-out di tahun ke-3 dari Program Studi Ilmu Komputer FMIPA IPB. Hal tersebut membuat mental terjatuh, tetapi setiap orang bukan dihitung dari berapa kali dia terjatuh, melainkan berapa kali dia bisa bangkit dari keterpurukan.
Setahun mengasingkan diri, introspeksi, akhirnya melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan; berorganisasi dengan menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa, Ketua Senat Fakultas dan beberapa aktivitas kemasyarakatan dengan mendirikan Yayasan Pusat Pembelajaran Ilmu Berguna (ILNA Learning Center).
Selama kuliah, menyusun buku tentang keterampilan belajar, sebagai refleksi dari pengalaman DO dari IPB dan cumlaude di Universitas Pakuan. Sekedar memberi perspektif perbedaan antara kecerdasan dan kepintaran. Buku yang diterbitkan 2001 oleh PT Elex Media Komputindo, Kelompok Penerbit Gramedia berjudul Ampuh: Cerdas Tanpa Batas dan menjadi buku best seller sebagai literatur pembelajaran untuk remaja. Buku ini pula yang dijadikan bahan pelatihan untuk membantu remaja dalam menguasai keahlian belajar, untuk bisa menjadi pintar sekaligus cerdas.
Tahun 2006, mendapatkan beasiswa dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga untuk kuliah S2 di Kajian Strategis Kepemimpinan Kepemudaan di Program Ketahanan Nasional Universitas Indonesia. Program beasiswa bagi para aktivis LSM yang bergerak dalam peningkatan kualitas remaja/pemuda di Indonesia. Selama kuliah, terpilih menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti ASEAN Youth Workers Program di National Youth Center, Cheonan, South Korea. Sambil kuliah, nyambi sebagai program director di Sekolah Demokrasi Indonesia; lembaga kajian yang mengkhususkan pada pembelajaran demokrasi dan citizenship di Indonesia.
Lulus 2008, mendirikan PT Rumah Tulis, usaha di bidang jasa penulisan, pelatihan menulis dan literacy agent; bekerja sama dengan PT Elex Media Komputindo menerbitkan buku Valuegraphy of Helmy Yahya, Mengubah Keragaman menjadi Kekuatan, A to Z Menata Keluarga.
Awal tahun 2010, mulai mendirikan Pondok Yatim Menulis, sebuah rumah singgah bagi pengembangan potensi anak yatim. Diawali dengan membeli lahan 200 m2, melakukan rekrutmen kepada anak-anak yatim di sekitar lokasi dan terkumpul 50 anggota Pondok Yatim Menulis. Mengembangkan kegiatan potensi diri anak yatim dan dhuafa dengan melibatkan relawan disiplin ilmu dan juga mulai berkampanye secara online melalui jejaring sosial facebook, twitter dan website www.yatimonline.com.
Tahun 2010 pula, mengikuti kompetisi essay yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan terpilih menjadi pemenang dalam Golden Ticket to USA. Setelah acara seleksi berupa siaran langsung di RCTI, mendapatkan hadiah berupa kegiatan napak tilas tempat-tempat di Amerika Serikat yang bersentuhan dengan sejarah hidup Barrack Obama, Presiden Amerika Serikat. Kunjungan mulai dari Seattle, Chicago, Washington DC, Hawaii.
Kunjungan selama di Amerika Serikat tersebut menjadi headline di komunitas blog Kompasiana.com dan diterbitkan bukunya oleh PT Elex Media Komputindo dengan judul “Tapak Tilas Barack Obama”.
Inspirasi perjalanan ke Amerika Serikat itulah yang memberikan keyakinan untuk makin serius sebagai community organizer dan membaktikan diri di masyarakat dengan membangun Pondok Yatim Menulis dan giat berkampanye secara online melalui kegiatan YatimOnline yang akan terus dikembangkan menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan potensi anak yatim dan dhuafa beserta keluarganya sehingga berdampak pada masyarakat di desa kelahiran.
Kini, selain sebagai pribadi menekuni usaha jasa penulisan, pelatihan dan literacy agent di PT Rumah Tulis, juga fokus membangun Yatimonline untuk menciptakan kemandirian dengan mengembangkan kegiatan usaha dan keterampilan hidup/kerja bagi anak-anak yatim dengan membuka pintu kerja sama seluas-luasnya bagi semua pihak yang mencintai Indonesia dan menunjukkan cintanya dengan melayani dan berbuat banyak bagi orang lain.
Yakinlah bahwa melayani adalah perbuatan terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang manusia bagi manusia lainnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.