09

Feb 2009

Monumen Cinta

Taj Mahal adalah landmark India yang mendunia. Bentuk kecintaan Syah Jahan kepada isterinya, Mumtaj Mahal. Kecintaan yang luar biasa, menghasilkan monumen cinta yang luar biasa, dikenang orang di seluruh dunia dan dalam waktu yang lama.

Di China, ada 6.000 anak tangga tanda cinta yang dibuat oleh Liu Guajiang, yang pada usia 19 tahun jatuh cinta kepada Hu Caoqin, yang usianya 10 tahun lebih tua. Mereka menikah, dan hidup selama 50 tahun dalam gua yang untuk turun ke perkampungan, menggunakan 6.000 anak tangga cinta.

Di Mekkah, Ka’bah adalah tanda cinta Nabi Ibrahim kepada Allah. Menjadi bangunan yang tak lekang dimakan jaman, dan akan selalu menjadi magnet umat Islam di seluruh dunia.

Ketika cinta dialirkan pada proporsinya, maka kekuatan hati yang akan menjadi penguji. Kenangan diukur oleh waktu, keabadian diukur oleh jaman. Kekuatan cinta diukur oleh ekspresi yang ditunjukannya.

Cinta tak perlu diabadikan dengan hari, karena hanya akan menjadikan cinta sebagai ritual rutin. Cinta ukurannya bukanlah tahun, tapi detik, bahkan nano second, jika perlu. Cinta berdenyut seiring denyut jantung, tertarik seiring desah nafas.

Cinta memang butuh simbol, kadang, jika luar biasa, simbol itu berwujud monumen. Akan tetapi, monumen sesungguhnya bukanlah sesuatu di luar sana. Monumen sesungguhnya adalah apa yang terpatri di dalam hati orang atau apa pun yang kita cintai.

Mulailah membuat monumen cinta di hati siapa pun atau apa pun yang kita cintai. Tak perlu mahal, hanya perlu tulus. Tak perlu 6.000 anak tangga, karena orang yang kita cintai justru tidak jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *