Gunung Merapi meletus lagi. Lebih keras!

Apakah Gunung Merapi bersalah? Tidak! Gunung Merapi adalah makhluk Allah yang tunduk pada perintah-Nya dan memiliki mekanisme alamiah. Tak salah jika Gunung Merapi menjadi gunung berapi paling aktif di dunia.

Cerita tentang korban, kedatangan SBY yang makan nasi bungkus di pengungsian, hingga seputar pengganti Mbah Marijan sebagai juru kunci adalah bagian dari penyikapan manusia terhadap mekanisme alamiah dari meletusnya Gunung Merapi. Sebuah televisi swasta malah membuat episode infotainment khusus soal pengganti almarhum Mbah Marijan ini. Semoga Mbah tenang di alam sana; sedang hangat dalam pelukan Allah.

Bencana adalah sebuah kata, yang disematkan oleh manusia; kadang pada objek yang salah. Seorang menteri mengaitkan bencana alamiah ini dengan perilaku manusia; mungkin iya, mungkin tidak. Tapi, rasanya, ada juga bencana alam yang tak terkait dengan perilaku manusia, ya memang terjadi karena usia atau kehendak Allah semata.

Ada juga tokoh pimpinan lembaga tinggi negeri ini yang mengatakan bahwa sudah menjadi risiko bagi orang Mentawai terkena dampak bencana. Ya.. bencana bisa terjadi, tapi tugas pemerintah untuk mengelola kebijakan dan mekanisme kependudukan agar penduduk itu tak jadi korban.

Kini, mengalir bantuan ke Merapi dan Mentawai. Ada yang bisa langsung sampai, ada juga yang sempat dianggap haram dan tak layak jadi bantuan kemanusiaan.Mengalirnya bantuan, diselipi juga oleh pemasangan beberapa spanduk di sekitar lokasi bencana.

Masih banyak yang mencari simpati manusia ketika kita seharusnya membantu sesama sebagai hamba Allah, sehingga mendedikasikan tindakan kita semata karena perintah Allah.

Kini, Merapi meletus lagi; Merapi Tak Pernah Ingkar Janji, karena ia tunduk pada mekanisme alamiah dan perintah pencipta-Nya.

Akan tetapi, banyak manusia yang ingkar janji; mengingkari posisinya sebagai wakil rakyat, sehingga tak ada di lokasi bencana, malah berada di Yunani dan Italia. Banyak yang ingkar janji, tak menyisihkan uangnya untuk membantu kepada sesama.

Semoga Tuhan mengampuni; karena memohon ampun adalah pintu awal untuk memanjatkan doa.

Semoga do’a terus terpanjatkan di seluruh negeri; dan tindakan dilakukan untuk menyempurnakannya.

Segera berbuat!

One thought on “Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

  1. Assalamualaikum pak, salam kenal pak, saya suka banget sama tulisan-tulisan Bapak, hehehe kayanya harus banyak belajar nulis sama Bapak nih. Btw, saya juga dulu di ilkom IPB pak, cuman angkatan 40.

  2. kritik yang disampaikan dengan begitu halus.
    memang selalu ada kesempatan untuk unjuk gigi bahkan ketika saat harus memberi yang mestinya tdk perlu untuk di ketahui orang lain.

  3. saya sangat sedih dengan perilaku beberapa orang yang berkunjung ke lokasi sekitar bencana gunung merapi, mereka dengan berbagai kendaraannya ternyata hanya datang untuk tujuan wisata saja, bukan niat membantu. Padahal diharapkan dengan kendaraan yang mereka bawa setidaknya mereka membawa bantuan makanan atau minuman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *