Mentoring Desa berbasis Permainan Tradisional

Mentoring Agama Islam pertama kali diperkenalkan di Bogor sebagai bagian dari pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa SMA. Kegiatan dinamika kelompok yang dibimbing oleh alumni ini terbukti efektif karena menjagi bagian dari pembentukan karakter siswa SMA menuju kedewasaan.

Melalui Mentoring Agama Islam (MAI) Pendidikan Agama Islam tak lagi kaku, melainkan disampaikan secara partisipatif dan sangat berorientasi pada level perkembangan psikologis siswa.

Kini, bersama Pondok Yatim Menulis, MAI akan menyusun Mentoring Desa, yaitu mentoring bagi anak-anak yatim yang ada di desa. Kegiatan Mentoring Desa ini tujuannya untuk membangun karakter anak yang sholeh, melatih kemandirian dan menumbuhan kecintaan terhadap alam dan desa.

Metode Mentoring Desa dilakukan dengan dinamika kelompok yang dibimbing oleh 1 mentor yang sudah berpengalaman dan berintegritas.

Materi Mentoring Desa tentang Aqidah, Akhlak dan Syariah, akan tetapi disampaikan melalui metode game, simulasi dan yang terpenting adalah permainan tradisional Indonesia; yang kini sudah tidak banyak dilakukan oleh anak-anak. Materi yang disampaikan antara lain Mengenal Allah, Mengenal Rasul, Mengenal Manusia dan Tawazun.

Permainan tradisional Indonesia seperti egrang, congklak, layang-layang, galasin, gatrik adalah permainan yang memiliki nilai edukasi tinggi untuk membangun karakter anak. Dibalut dengan materi agama Islam, semoga bisa menjadi kombinasi yang baik untuk memberikan solusi bagi metode pembentukan karakter.

Semoga saja, Mentoring Desa bisa dikembangkan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter anak bangsa.

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.