Hari ini Naya belajar lagi sesuatu yang baru, nyetel DVD player. Film kesayangannya tetap Chickhen Little. Kali ini Naya mengambil CD, menyalakan DVD player, mencet tombol OPEN, memasukan CD, mengambil remote televisi, menekan tombol Video, sehingga televisi menjadi video mode, kemudian mengambil remote DVD dan menekan tombol PLAY.

Naya mengambil tempat duduk agak jauh dari televisi dan mulai menonton.

Saya takjub menyaksikan bagaimana Naya mengerjakan pekerjaan yang buat orang dewasa sebenarnya sederhana, tapi buat anak seusia dia (baru 2 tahun), mungkin sesuatu yang tidak sesederhana yang dibayangkan.

Bisa jadi Naya mengamati saya ketika nyetel DVD player, menyimpannya dalam memori dan ‘pamer’ bahwa dia juga bisa menyalakan DVD player sendiri.

Bagi saya, itu adalah tahapan baru dalam bagaimana Naya memecahkan masalah. Menemukan film yang disukainya, memutar DVD dan menggunakan remote adalah urutan pemecahan masalah yang dikuasainya karena engamatan semata. Kini, Naya tidak perlu teriak lagi memanggil saya atau Bundanya ketika ingin menonton televisi.

Satu saja yang belum saya kasih tahu, bahwa untuk menyalakan televisi dan DVD player, kabelnya harus dihubungkan dengan sumber listrik. Maka, ketika Naya menyalakan DVD player dan televisi tapi tidak kunjung menyala, Naya melihat saya, dan berkata singkat:

“Mati lampu ya…?” tanyanya polos.

Saya hanya senyum. Naya tidak tahu kalau televisi dan DVD player itu belum dicolokin ke listrik. Hehehehe. Itu nanti menjadi pelajaran memecahkan masalah tingkat berikutnya.

One thought on “Memecahkan Masalah

  1. Emang anak zaman skrg lebih cepet melek teknologi. Jd jgn heran, semakin tambah umur smkn byk keajaiban2 lainnya.
    Hehehe… ini mah hasil pengalaman ama Haura. Umur 2 tahun emang lagi pinter2nya lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *