Demokrasi yang semakin berkembang di tengah masyarakat memungkinkan siapapun boleh dipilih menjadi pemimpin; selama memenuhi persyaratan.
Dibukanya kran calon independen membuat beberapa orang berani mengajukan diri, tanpa dukungan formal dari partai. Pemilihan langsung, membuat popularitas individual menjadi salah satu faktor seorang kandidat bisa terpilih.

Siapa sangka, Jawa Barat kini dipimpin oleh pemenang yang merupakan kombinasi mesin politik yang bergerak dan popularitas dari calon pemimpinnya. Terpilihlah HADE sebagai pimpinan Jawa Barat. Kombinasi mesin politik yang bergerak sehat dengan popularitas, memang kombinasi ideal untuk memenangkan pilkada.

PAN yang banyak menggolkan selebriti menjadi anggota legislatif, memilih Julia Perez untuk menjadi kandidat pimpinan di Kabupaten Pacitan.
Salahkah Julia Perez? Salahkah PAN dan beberapa partai yang juga mendukung pencalonan Jupe?
Tidak ada yang patut disalahkan. Karena setiap warga negara berhak untuk dipilih; setiap partai politik berhak mengajukan calonnya. Selama memenuhi syarat. Menjadi bermasalah, ketika syarat itu ditetapkan ketika para pemain akan siap memasuki lapangan.
Memang, pilkada langsung tanpa pendidikan politik yang terencana di masyarakat, akan menghasilkan pemilu yang mengedepankan popularitas; politik citra yang lebih dominan.
Julia Perez siap memasuki lapangan. Beberapa aturan segera menyusul; memang tidak dikatakan untuk menjegal pencalonannya atau rekan-rekan selebriti lainnya; akan tetapi semakin dikatakan bukan untuk menjegal, semakin ada motif untuk menjegal.
Memahami Julia Perez dalam konteks pencalonan dalam pilkada, memang memahami prematurnya demokrasi di Indonesia. Rakyat belum terdidik dengan benar, mekanisme sudah disodorkan. Atau, mungkin ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kondisi tidak terlalu terdidiknya rakyat secara politik?
Memahami Julia Perez, bisa jadi konteksnya supply dan demand dalam demokrasi. Sosoknya memang sesuai dengan pilihan konstituen tertentu; buktinya ada partai yang mendukung pencalonannya.

Wallahu’alam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *