850 juta rupiah…!

Angka yang luar biasa besar jika semua uang itu terdiri dari koin yang terkumpul darti seluruh negeri. Tak hanya besar secara nominal, tapi juga besar secara kekuatan. Karena angka 850 juta rupiah itu adalah gambaran kekuatan nurani dalam bersimpati membela orang yang dengan nuraninya bertahan, melawan dan berjuang untuk mencari keadilan.

Prita Mulyasari, alhamdulillah saya pernah bersua dengannya dalam Pesta Blogger 2009; adalah sosok yang menjadi magnet dan menarik koin-koin hingga terkumpul hampir Rp 1 Milyar; dan saya yakin akan mencapai angka tersebut. Prita menjadi magnet bukan untuk koin itu; Prita menjadi magnet, karena hatinya yang pretty; hatinya yang cantik, sehingga kecantikan itu menarik hati dan nurani orang-orang dari mulai kalangan atas sekali hingga bawah sekali.

Luar biasa, ketika hati nurani bicara; saling menarik.

Prita Mulyasari punya hati yang kuat. Prita Mulyasari anti mellow; tak lunak hatinya hanya karena digertak dengan denda Rp 204  juta oleh RS Omni; atas tuntutan pencemaran nama baik. Padahal, sesungguhnya, yang mencemarkan nama baik RS Omni adalah RS Omni sendiri. Jadi, seharusnya, RS OMNI menuntut dirinya sendiri, karena telah mencemarkan nama baiknya sendiri.

Prita Mulyasari anti mellow; selayaknya ditiru oleh para pemimpin bangsa, yang sebentar-sebentar mengadu kepada media; sebentar-sebentar mengeluh, sebentar-sebentar mengaku didzalimi dan bahkan merasa difitnah. Padahal, menuduh orang memfitnah sama artinya juga melakukan fitnah.

Melihat ‘dagelan’ ributnya panitia angket Century; yang ribut internal, lantas salah satu anggota dari partai tertent malah mengadu kepada media. Mellow. Lembek.

SBY meradang. Mengcounter usulan dari panitia angket century. Mengatakan bahwa Beodiono dan Sri Mulyani tak bisa mengundurkan diri. Mellow. Reaktif. Kisah mellownya SBY diantara banyak kisah yang lainnya.

Hmmm…

Berikutnya muncul Luna Maya, yang menggunakan account twitternya untuk memaki para jurnasil infotainment. Luna Maya menghujat dan kemudian dihujat. Isi account twitter yang kemudian dihapusnya, muncul di berbagai media dan menjadi landasan bukti untuk dituntut melalui undang-undang ITE yang sebenarnya masih kontroversial.

Luna Maya, penuh emosi, karena melindungi dirinya sendiri. Mengumpat dan termakan oleh kata-katanya.

Prita Mulyasari dan Luna Maya memang beda. Prita Mulyasari melakukan tindakan yang biasanya dilakukan oleh seorang pahlawan. Prita Mulyasari membuat sejarah. Dengan komitmen dan konsistensinya, sejarah tercipta, dan Prita Mulyasari dengan jilbab khasnya kini menjadi simbol perlawanan bagi kaum yang terdzalimi. Prita Mulyasari bermental pahlawan dan mencatatkan dirinya dalam sejarah. Rakyat menyukai mental pahlawan.

Luna Maya adalah selebriti. Bedanya dengan pahlawan; kalau pahlawan meninggalkan sejarah, maka selebriti meninggalkan berita dan cerita. Hanya berita. Tak ada catatan sejarah. Tak ada simbol yang diwakili. Tak ada konsumsi yang menjadi magnet hati nurani. Luna Maya adalah selebriti yang kombinasi hatinya yang panas dengan account twitternya kemudian menghasilkan kata-kata yang menyinggung banyak orang.

Luna Maya adalah selebriti yang meninggalkan berita dan cerita. Prita Mulyasari bermental pahlawan dan akan tercatat dalam sejarah; dan memberi inspirasi.

Andai saja, pemimpin bangsa ini bisa menyerap mental pahlawannya Prita Mulyasari; tentu bangsa ini menjadi lebih baik. Andai saja, para pemimpin bangsa ini minum jamu anti mellow, tak lembek hatinya dalam memperjuangkan hati nurani, tentunya banyak harapan rakyat kecil yang terpenuhi.

Rp 850 juta rupiah memang masih relatif kecil dibanding Rp 1.4 Triliun uang nasabah Bank Century yang raib; bahkan lebih kecil daripada Rp 6 milyar yang ditilep jaksa Urip Tri Gunawan; tapi sesungguhnya uang Rp 850 juta itu (semoga saja) menjadi uang yang penuh berkah, karena didedikasikan oleh Prita untuk menjadi bagian dari gerakan perlawanan memperoleh keadilan. Yang bisa membela orang-orang yang diadili karena mencuri kapas, semangka, cocoa, sabun, kacang hijau dan barang remeh lainnya yang sebenarnya tak harus sampai ke pengadilan; cukup dengan musyawarah saja.

Pahlawan memang tak lahir setiap saat.

Tapi, percayalah, akan selalu ada; sekaligus mengingatkan kita untuk tetap memberdayakan hati nurani.

One thought on “Mellowship, SBY, Prita Mulyasari dan Luna Maya

  1. Gue ampe terharu Bacanya, ternyata semangat kebersamaan masih ada ya,…!!
    contoh kasus Prita, begitu semangatnya orang2 menyumbang koin, walaupun hanya koin kecil tapi jika seluruh indonesia menyumbangnya maka akan sangat besar nilainya…!!
    semoga jadi inspirasi…

  2. isinya lebay ahh…, kalo soal prita ga ada yg spesial, yang ada dia terbantu karena rakyat sudah muak dengan ketidakadilan
    hehehe. kritik yang bagus.. mungkin emang lebay ya… karena ini Indonesia dan media memang butuh berita…ngga apa2… yang penting aspirasi tersalurkan… daripada tak berbuat sama sekali.. ya nggak?

  3. Koin recehan, itulah nilai “pengadilan” di Negeri Atas Angin saat ini.
    Salam. 😎
    saking di atasnya.. sampai tak bisa merasakan pijakan di bumi.. salam…

  4. Aku suka tulisannya….
    “Luna Maya hanya selebriti yang meninggalkan berita dan cerita”, jadi nggak perlu terlalu ditanggapi berlebihan, sampai-sampai dianggap pahlawan. Setuju!

    biar masyarakat kita tak salah menokohkan…. ya?

  5. Apapun yang terjadi, adalah pembelajaran untuk para artis dan kita semua untuk lebih bijak dalam bertutur kata walau dalam dunia maya sekalipun..

    setuju…..nulis sambil kesel… mestinya dibaca ulang…

  6. Sangat bagus coba sering ada komentar seperti ini akan menggugah hati para pejabat di negeri ini.
    semoga ada pejabat yang baca deh…

  7. Kayanya jamu anti mellownya harus segera diproduksi tuh…biar pemimpin kita gak mellow shg bisa lebih memikirkan nasib rakyat dan bangsa.

  8. tapi ada yang terlupakan. nasib ob di rumah sakit omni yang berharap-harap cemas semoga tempat kerjanya ga bangkrut gara-gara sepi pasien.
    keadilan macam apa yang kalian perjuangkan bila hal tsb terjadi? mereka pasti lbh kecil dari prita.

  9. Artinya,dengan kata lain, pemimpin negeri ini lebih bernuansa Luna Maya, gitu? Hehehe

    Saya bersimpati pada Prita, tapi menurut saya, Prita tidaklah pas jika dijadikan ikon guna membela beberapa orang miskin yang akhirnya dijadikan selebriti dan pahlawan gara-gara mencuri…

    Kebetulan aku baru posting soal pencuri2 itu….

    salam kenal

    salam.. iya.. memang.. tapi sejarah kadang punya logika sendiri… ini ada andil media yang ngangkat.. dan masyarakat kita mudah juga dipengaruhi media…

  10. menurut saya luna ma wartawan itu sama2salah ,bagi saya wartawan itu juga sangat keterlaluan kadang berita belum benar itu sudah di sebarkan dan di besar-besarkan

  11. wartawan juga terlalu lebaaaayyyy berita ngak ada ujung pangkalnya di kejar-kejar beritakan tu bencana dan rakyat yg lagi kesusahan di tempat bencana itu baru wartawan buat rakyat.salam dari bali wong bali heheheheheheh

  12. hmmmmm Allah selalu ingat dengan umatnya….
    btw ada yang tau kronologis sebenernya si lunmay gak… katanya dia kesel gara2 calon anaknya kepentok kamera wartawan yak…

    ada di kompas hari ini tuh…. emang ada hubungannya sama perlakukan wartawan kepada calon anaknya…

  13. Saya suka dengan komentarnya tentang Prita dan Luna Maya, tp komentar tentang SBY, wah…dia President kita lho?, masa dibilang riaktif, serba salah ya, nggak ngomong dibilang lambat, kecepatan di bilang riaktif, saya tetap menghormati beliau, apa ada sekarang pemimpin yang lebih baik dari beliau?

    yang ngomong reaktif khan di media juga ada…. yang paling baik, saat ini menurut pemilihan langsung ya SBY…. kalau niatnya baik, mengatakan yang tidak pas tentang orang yang kita hormati juga jadi bagian untuk memperbaiki kok.. iya nggak?

  14. setuju semua. Tapi kita juga mesti sadar bahwa Luna maya juga manusia, yang bisa kapan saja berbuat salah. termasuk salah omongan. Saya bukan selebriti bukan juga penggemar Luna maya, tapi saya sedikit berempati terhadap luna maya. coba seandainya anda, ya ANDA yang menjadi selebritis, artis papan atas. sekarang mungkin dengan mudahnya orang2 di luar sana berbicara ini dan itu seolah2 mereka paling benar. yah, memang bangsa ini terlalu banyak berkomentar. bagaimana kalau kita sebaiknya lebih banyak diam dan berpikir saja…. ^^

    selama berniat baik dan proporsional, tak masalah….

  15. setuju jg semua, cm ada yg aneh menurut saya “Pahlawan memang tak lahir setiap saat.” masa tdk lahir bisa jadi pahlawan, bukannya lahir dulu nanti bisa jadi pahlawan atau apapun juga, bravo

  16. TKI dan pelatih karate kita dikerjain di Malaysia, kita ber-
    hasil menyuarakan boikot product Malaysia diantaranya
    tidak membeli BBM di PETRONAS. Bagaimana kalau
    sekarang disuarakan lagi untuk tidak berobat di R.S.
    OMNI TANGERANG. Ditunggu tanggapannya !!!.

  17. Mengenai mellow. “Itu fitnah, saya didzalimi” itu adalah kata mutiara yang paling banyak dikopi rekat saat ini. Sekarang lagi ngetrend “Pencemaran nama baik”, saya malah jadi ingat kata mutiara “Apa arti sebuah nama …” hahaha. Alayisme sudah melebar ke mana – mana tanpa kenal jabatan, usia, gender, dan status. Yah, hiburan lah setidaknya kita bisa komparasi dengan mereka yang sentimentil.

  18. Bangsa yg sakitttttt…latah….tidak mampu menilai secara mendalam implikasi yg ditimbulkan oleh Prita….berapa banyak keluarga yg dikorbankan (OB,Cleaning service,tukang parkir..dsb)…dgn turunnya kunjungan pasien di RS…hanya dgn mem victimize…seseorang yg sdh jelas2 salah di mata hukum..sesuai pidana dan perdata yang telah diputuskan pengadilan…dan aneh nya publisitas gratis itu dinikmatinya..tidakkah ada sedikit nurani…memperoleh uang ratusan juta tanpa bekerja dengan mengorbankan orang2 yg berjuang mati2an..hanya untuk beberapa ribu rupiah…diperlukan nurani penulis untuk tidak berpihak dalam menilai kasus ini…..kalau tidak beginilah nasib bangsa kita…bangsa yg latah..ikut2an.

  19. tulisan yang bagus, saya sangat sependapat, ketulusan, kegigihan dan ‘keluguan’ mbak prita adalah magnet yang sangat luar biasa, namun saya masih tetap berusaha menaruh hormat dan berusaha berprangka baik terhadap Pak Beye dan jajaranya

  20. setuju kang ucup. lebih asik lagi kalau koin-koin itu untuk membangun rumah sakit di dekat OMNI, dengan nama “RS. BUKAN OMNI”. Pencemaran nama baik, apa ukurannya? Ada di Koran KR Jogja para PSK memprotes Luna Maya karena mencemarkan nama baiknya. Apa pula ini??????

  21. jika neraca keadilan itu tidak lagi seimbang, maka hati nurani akan terus berteriak dan berontak. Semoga saja dengan apa yang telah dilakukan ibu Prita dapat menjadi penyemangat bagi kaum yang tertindas. Semoga masyarakat dapat belajar bagaimana hukum itu berkinerja di negeri ini. Terimakasih ya, postingan yang bagus tuh.

  22. Posting yang ringan, tidak mellow.. dan berbobot….tapi tidak memfitnah….kalau yg mellow itu laki2 suruh minum jreng aja…

  23. Yang posting diatas sok tahu aja…kemeruh bhs jawanya…kalau kasus prita sy setuju, tapi untuk yg kedua dan ketiga sy tidak setuju…setiap orang pasti akan memberi reaksi bila daerah kenyamanannya tersentuh…itu pasti termasuk yg posting diatas

    sy upload commentnya ya.. tanpa comment…hehehehe

  24. andaisaja semua pribadi bisa bersikap seperti prita ya …
    saya rasa terkadang ada hal-hal yg penting tapi disepelekan ( seperti yg dialami prita ), bayar rumah sakit kan mahalllll

    buat balik modal biaya kuliah dokternya kali yah ….

  25. Kalau posting nyunting nama wong penting seringnya sih mancing reaksi pembaca reaktif. Klo reaksi pembaca reaktif direaksiin oleh penulisnya, maka klop sudah komuninas kaum reaktif menampilkan jatidirinya. Tapi klo niat baiknya cuma blegar blegur di jagad blogger, mosting numpang beken selebriti keren pancen oye kok! Okey lah kalauw begituw ogut ndaftar jadi pahlawan reaktif, eh maskudna pembaca reaksioner.

  26. Salau buat Prita semoga diberi katabahan menghadapi semua yang terjadi dan semoga dukungan yang ada bisa membuat mata orang lain terbuka bahwa keadilan masih belum berpihak kepada orang2 lemah dan ini semoga menjadi lembaran baru agar keadilan berlaku bagi semua orang tanpa pandang bulu.
    Tentang Luna, gue rasa semua ini karena sikap Luna yang tidak terbuka selama ini terhadap wartawan khususnya mengenai hubungan dengan Aril. Melihat Luna menggendong anak Ariel wartawan yang sudah lama mengincar pembuktian tentu tak mau kehilangan moment penting tersebut.
    Dan tulisan Luna yang terkesan kurang sopan tersebut menunjukan bahwa Luna dla kondiri labil karena apa yang dia tutupin selama ini akhirnya terbongkar juga. Nampak sekali Luna sangat frustrasi karena dia tidak bisa lagi menyembunyikan apa yang dia anggap privasi.

  27. menurut saya masalah prita..pahlawan??terlalu dibesar2kan..seorang pahlawan tidak akan mengkiritik pd media yg dibaca org banyak dengan menyebut nama atawa hal tertentu, itu menandakan prita org yg sangat emosional dan tidak bijaksana..knapa tidak lewat sms atau telp saja kalau mmg komunitasnya yg ingin dicurhati, atau lsg ke rsnya..Mungkin omni terlalu reaktif,tp mungkinkah itu terjadi karena prita tidak bisa diajak bermusyawarah??Medialah yg mendramatisir kondisi..sehingga menampakkan prita sbg seorang yg begitu menderitanya..Ketika tuntutan perdata dibatalkan omni, prita tetep menuntut omni wahh bukankah itu sikap yg sangat2 arogan..jd saya mengharapkan bangsa kita sedikit dewasa dalam menilai jgn mudah untuk terprovokasi.Wallahu’alam

    berMENTAL pahlawan karena memberi inspirasi…

  28. g8 post … Like This : Prita merupakan perempuan dengan tutur bahasa yang santun, tulus dan apa ada nyaa,, terbukti jalan tuk Prita dalam menegakkan keadilan perlahan tapi pasti … Mantap ….

    Kalo Luna Maya jauhh bangettt beda nyaa ,,, dia bukan mengeluarkan pendapat tetapi dia memvonis sekelompok orang …

    kalo SBY,,, saya sependapat dengan pak Baban … ^_^

  29. tulisan yg sangat bagus dan bisa dijadikan intropeksi. sebenarnya keadilan itu yg bagaimana. membaca komentar2 yg lain ternyata keadilan bagi pagi Prita belum tentu akan adil juga buat pihak yg lain. bicara pahlawan, jadi ingat tulisan tentang kepahlawan oleh Bpk Anis Matta yg dimuat di Majalah Tarbawi.

  30. SBY tdk salah yang salah kita , kenapa ada pilihan lain masih pilih dia , yg penting bagaimana kita mendidik Presiden tdk hanya pinter ngomong ,tapi satunya kata dan perbuatan dan mari kita belajar jgn terpana pada topeng 2 kehidupan .amien

  31. Saya setuju bahwa Prita Mulyasari adalah pahlawan. Tapi menurut saya, Luna Maya pun adalah pahlawan dengan caranya sendiri.

    Meskipun kasus Prita dan kasus Luna adalah dua cerita berbeda, namun dalam prakteknya mereka terjerat kasus yang sama dan bagi saya itu membangkitkan kesadaran akan perlunya peninjauan ulang pasal tentang pencemaran nama baik itu sendiri.

    Apabila maki-makian dan keluh kesah seorang yang merasa terlanggar hak-haknya dikategorikan sebagai pencemaran nama baik, maka UU tersebut akan berbahaya bagi orang lain juga. Bahkan blogger seperti anda dan saya yang berniat tulus menceritakan sesuatu dari sisi kita sendiri.

    Mungkin terlalu besar kalau saya membayangkan bahwa kedua kasus mereka, Prita dan Luna seperti dua bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, terhadap UU ITE. Tapi, bagi saya sekarang, mungkin analogi itu yang paling mirip.

    Tulisan yang bagus. Tetap menulis, ya…

  32. Tulisan yang menarik.

    Apa yang salah dengan mellow/melankolis ? bukannya setiap pemimpin memiliki kekhasan dalam memimpin. ada plus minus untuk setiap karakteristik, termasuk sanguinisnya pak JK.

    kalau melankolis khan karakter/kepribadian.. tapi, rasanya mellow itu lebih ke pilihan untuk merespon….. leader bukannya harus punya situational approach (bukunya Keneth Blanchard)….?

  33. 850 juta terkumpul hasil sumbangan dari seluruh indonesia buat mbak prita. Kira2 bisa ga ya urunan lagi buat ngebayar utang Indonesia, hehe…
    Kalo ga nutup minimal ngeringanin beban anak-cucu dah 😀

  34. Hm..Blogkannya Oke tapi kalau boleh sharing sebenernya yg pahlawan BUKAN Prita tapi Rakyat Indonesia yang masih punya hati nurani dan kepedulian terhadap sesama
    dan….kalau Saudara bilang uang 850jt itu akan digunakan untuk membela orang-orang yang diadili karena mencuri kapas, semangka, cocoa, sabun, kacang hijau dan barang remeh lainnya yang sebenarnya tak harus sampai ke pengadilan; cukup dengan musyawarah saja saya SANGAT TIDAK SETUJU karena kalau manusia sudah berani mencuri walaupun itu hanya dalam jumlah kecil dia tetap harus diadili agar tidak melakukan hal yang sama lagi bahkan mungkin nantinya berani mencuri yang nilainya lebih besar.
    Salut untuk Rakyat Indonesia yang masih punya hati nurani terlebih yang disiplin hidupnya 😉
    I Love U Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *