Baban Sarbana

Social Business Coach

Lebah Cerdas Training for Orphan

Sabtu pagi, Allah menggerakan hati dan kaki saya menuju sebuah tempat yang sungguh mencerahkan. Di hadapan saya ada 18 anak usia SD hingga SMP; 7 diantaranya bertempat tinggal di Panti Asuhan.

Apa yang saya lakukan disana?

Memberikan pelatihan singkat kepada mereka tentang Menulis Itu Mudah.

Pelatihan diawali dengan pertanyaan sederhana…

“Kenapa Kamu Menulis?”

Adik-adiku sayang yang perempuan semua itu, pada bengong alias bingung; mungkin ngga kepikiran, kenapa harus nulis. Akhirnya mereka hanya bisa menuliskan 1 kalimat saja, untuk alasan kenapa harus menulis.

Ada yang mengatakan ingin cari uang, senam tangan, biar dapat inspirasi, dll. Mereka sedikit sekali tahu alasan kenapa harus menulis.

Bagian kedua, pertanyaan:

“Kenapa Tidak Mau Menulis…?”

Apa yang terjadi?

Ternyata mereka bersemangat sekali ketika menulis alasana kenapa tidak mau menulis… Hehehehe…

Satu anak bisa menulis hingga 3-5 alasan kenapa tidak mau menulis. Ada yang bilang malas, cape, bosen, dan segudang alasan lain yang menyebabkan mereka tidak menulis. Padahal untuk mengungkapkan itu, mereka menulis.

Nah…!

Adik-adikku sayang itu pun akhirnya mengalami pencerahan, ternyata menulis itu pekerjaan yang relatif mudah, ketika melibatkan emosi….

Alhamdulillah.. ice breaking tahap 1 sudah bisa dilalui..

Berarti Writing Mindset 1 bisa mereka kuasai.

Berikutnya, kami bermain game “Evolusi Tel0r Jadi Wali”. Permainan yang seru, dan mereka sampai terjatuh-jatuh ketika bermain.

Setelah selesai, setiap anak kemudian menuliskan apa yang mereka alami ketika bermain. Menggunakan teknik Fast Writing, ternyata, mereka lancar sekali menulis.

Jika di awal pelatihan, saya harus mendorong mereka untuk terus menulis; pada bagian ini, ternyata, ketika saya meminta mereka untuk berhenti menulis, mereka bilang…

“Nanti dulu kak.. belum selesai nih nulisnya…”

Alhamdulillah…

Writing Mindset 2 sudah bisa mereka dapatkan, tanpa harus saya kasih teori. Mereka betul-betul enjoy mengalaminya….

Berikutnya; kami bermain lagi, namanya SMS alias Satu Menit Saja.

Pada bagian ini, setiap anak harus mengingat siapa Good Friend dan Bad Friend.

Dengan sedikit relaksasi.. mereka membayangkan sosok teman mereka, sifat dan perbuatannya.

Setelah selesai, mereka menceritakan apa yang mereka imajinasikan itu kepada temannya; hanya dalam waktu 1 menit. Sehingga mereka harus memilih gagasan utama dari apa yang akan mereka sampaikan.

Kembali, yang menggembirakan saya; ketika saya minta mereka STOP…!

Semua anak pada protes, karena belum selesai cerita.

Alhamdulillah.. Writing Mindset 3 sudah mereka pahami. Tanpa saya harus memberi teori.

Permainan SMS selesai, dan mereka kemudian menuliskan apa yang mereka ceritakan dengan teknik fast writing.

Tak terasa, 3.5 jam pelatihan pun selesai sudah.

Saya tak menyampaikan teori apa-apa. Hanya praktek dan praktek.

Di ahir acara terkumpullah kisah-kisah dari mereka tentang My Good & Bad Friend, total ada 8 x 18 cerita = 74 cerita.

Hah…..?

Ternyata itu bisa dibuat jadi buku ya.. kumpulan kisah My Good & Bad Friend dari adik-adik peserta pelatihan; termasuk di dalamnya yang sudah tak punya orang tua lagi.

Tinggal cari penerbit saja ya…atau cari donatur yang mau membiayai operasional mereka.  Cukup lah 1 kali pelatihan 20 orang anak yatim dan langsung jadi buku…

Berminat?

One comment on “Lebah Cerdas Training for Orphan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *