Mau share sedikit tentang pekerjaan saya, yang spesialis pembuat per-soal-an alias menjadi tim soal dari beberapa program televisi.. siapa tau ada manfaat…

Memang, sepertinya kelihatan sederhana, ketika dalam sebuah tayangan televisi, baik itu game show, kuis atau acara lain yang melibatkan pertanyaan yang diajukan host dan harus dijawab oleh peserta.

Terus terang saja, saya pun belajar banyak tentang cara bertanya, cara membuat soal dan cara membuat persoalan.

Utamanya di Kuis Siapa Berani yang kini beralih nama menjadi Kuis Siapa Lebih Berani; tak mudah juga membuat soal-soal. Soal-soal yang sulit tapi menghibur, soal-soal yang mudah tapi tak ‘melecehkan’ kecerdasan seseorang…

Karena dimentori oleh pakarnya kuis, maka membuat per-soal-an itu menjadi satu pengalaman yang luar biasa. Sehingga saya bisa menyimpulkan bahwa soal yang baik untuk diajukan itu adalah:

1. Pertanyaan yang membuat orang yang menjawab itu ngerasa pinter
Contohnya..
“Apakah M. pematung Italia yang namanya juga ada dalam serial kartun Kura-kura Ninja…?”
biasanya kita kasih inisial huruf, karena kalau blank, agak susah jawabnya…
Nah, yang bisa jawab, pasti ngerasa pinter.. dan ‘perasaan pinter’ itu bagus banget biasanya ekspresinya…..

2. Pertanyaan yang membuat orang yang salah jawab, kelihatan bodoh
Contoh:
“Berapakah jumlah sila Pancasila?”
itu tabu untuk ditanyakan, karena jika ada yang jawab salah, pasti yang jawab itu kelihatan bodohnya…

3. Pertanyaan yang semua orang tahu, tapi yang menang adalah yang paling cepet
Contoh:
“Siapakah Presiden Wanita pertama Indonesia?”
Nah.. semua orang pasti tahu, tapi justru yang paling cepet mencet bel, yang dapat poin. Sisi menarik dari jenis pertanyaan ini adalah lomba saling cepat mencet bel disertai saling jawab duluan. Biasanya seru….

4. Pertanyaan yang membuat seseorang memperoleh pengetahuan baru yang fascinating
Contoh:
“Jumlah biri-biri di New Zealand lebih dari 10 kali lipat dari jumlah penduduknya”
Yang benernya adalah, 12 : 1 antara biri-biri dengan manusia di New Zealand…

5. Pertanyaan yang membuat orang melakukan tindakan tertentu…
Contoh:
“Berapakah jumlah ruas tulang pada jari tangan manusia?”

Nah.. peserta kuis biasanya akan menghitung jarinya. Seru biasanya, gambar ketika setiap peserta menghitung jarinya masing-masing.

6. Pertanyaan yang membuat seseorang yang merasa paling tahu, ternyata punya ketidaktahuan
Contoh:
“Lampu lalu lintas di persimpangan yang lampu hijaunya paling lama bisa lebih dari 4 menit”
Pertanyaan ini diberikan kepada polisi lalu lintas dan ternyata salah menjawab

atau
“Bagian paling keras dari tubuh manusia adalah tengkorak kepalanya…”
Pertanyaan ini diberikan kepada dokter gigi yang (juga) salah menjawab. Padahal jawaban yang benarnya adalah ‘bagian terkeras dari tubuh manusia adalah gigi”

Pekerjaan membuat per-soal-an ini memang sangat menarik, ketika melihat peserta yang bisa menjawab, tapi melalui proses menjawab yang menyenangkan…

Mungkin banyak pelatihan untuk menjadi pembicara yang baik, akan tetapi rasanya sedikit sekali orang yang mengasah kemampuannya dalam menjadi penanya yang baik….

Mungkin juga, seni bertanya seperti ini, bisa dipakai oleh orang tua, supaya bisa mengajukan pertanyaan yang tepat kepada anaknya, paling tidak membuat anaknya merasa pintar, tapi dengan cara yang menghibur…

Mungkin juga, seni bertanya seperti ini, bisa dipakai oleh guru di sekolah, supaya tidak menikmati ketika siswanya kesulitan menjawab soal ulangan, tapi malah bangga ketika siswanya bisa menjawab soal ulangan…

Who knows.. dari kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepat dan menghibur, ada manfaat yang bisa dishare….

One thought on “Kuis Siapa Lebih Berani & Pembuat Per-Soal-an

  1. saya penggemar berat acara KSLB ini,tp sayang acaranya pagi hari.Jadi saya n adik jg ga nonton mpe hbs soalnya qt masuk pagi.Bagaimana kl jam tayangnya diubah menjd stiap mln jam 7 dgn durasi 2 jam supaya anak2 indonesia memiliki wawasan yg luas.Karena acaranya memacu qt u berlomba mjwb trus mjd sok “pintar” dibanding dgn org lain,dgan cr seperti ini org lain tersebut akan berusaha mencari sumber u lebih mengetahui pengetahuan umum lainnya.Kan jd mendidik semua org kan.*_*

  2. S7 ma usul di atas, klo pagi jarang ada yg bs liat, pd sibuk sendiri. Padahal acara itu sangat bagus untuk dikonsumsi anak2 dan remaja saat ini, dari pada disuguhi acara sinetr0n yg tdk mendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *