Pernah mendengar tentang Kuis Betul atau Salah, yang tayang di Trans TV, tahun 2008? Saya adalah salah seorang pembuat soal pada kuis yang dibawakan oleh Sonny Tulung tersebut.

Kuisnya sederhana, hanya membuat pertanyaan yang mengharuskan 15 orang peserta yang maju diantara 100 peserta dari 5 grup ke stage utama. Total ada 14 pertanyaan, dengan 3 pertanyaan yang menyeleksi 15 orang yang akan maju ke stage utama. Kemudian, 10 pertanyaan berikutnya akan menyeleksi 15 orang untuk menghasilkan 1 finalis yang akan diberikan pertanyaan bonus.

Pertanyaan bonus, biasanya pertanyaan tentang landmark kota, missal Betul atau Salah, tinggi Tugu Monas adalah lebih dari 150 meter? Jawabannya Salah, karena tingginya 142 meter. Pertanyaan bonus lah yang berhadiah paling besar. Jika menang, mendapat hadia 15 juta, jika salah hanya mendapat hadiah 1 juta rupiah.

Tantangan buat kami sebagai pembuat soal adalah jenis soal, utamanya yang terkait dengan ke-Indonesia-an. Terus terang saja, literature tentang luar negeri lebih mudah diperoleh dibanding literature di dalam negeri. Dalam hal ini terkait dengan ketersediaan data di dunia maya.

Begitu pula dengan pertanyaan bonus tentang landmark kota. Semakin banyak jumlah episode, maka makin lama, kami pun hampir kehabisan landmark kota. Bisa dikatakan, hampir 80% landmark kota Jakarta sudah menjadi soal di Kuis Betul atau Salah. Saya bahkan sudah pernah mencari landmark sampai ke Palembang, Makassar, hingga Bali.

Sekali lagi, masalah data base tentang hal-hal unik tentang Indonesia itulah yang agak kurang. Kalaupun ada, tidak terlalu dikenal dalam skala nasional, sehingga ketika ditanyakan, tidak terlalu akrab di telinga.

Tantangan berikutnya adalah menyesuaikan pertanyaan dengan katagori peserta. Biasanya pesertanya, yang terdiri dari 5 group itu, homogen, memiliki kesamaan. Seringkali, kami sengaja memberikan pertanyaan yang akrab di telinga mereka, berharap tidak terjawab, jadinya khan unik dan lucu.

Contohnya adalah ketika pesertanya para polisi, termasuk polisi lalu lintas, yang diberi pertanyaan:

“Betul atau Salah, jika ada lampu lalu lintas di sebuah persimpangan Jakarta, ketika tengah hari, lampu merahnya bisa berlangsung selama lebih dari 4 menit (240 detik)?”

Pesertanya yang tinggal 2 orang, kebetulan adalah polisi lalu lintas. Ternyata menjawab salah. Dan jawaban itu tidak tepat. Karena di persimpangan Cempaka Putih, ada lampu lalu lintas yang lampu merahnya bisa berlangsung hingga 264 detik alias lebih dari 4 menit.

Keunikan kuis ini adalah pembuktiannya disertai dengan gambar, foto atau video. Jadi otentik.

Pernah juga pesertanya terdiri dari Bikers Community. Lima group itu masing-masing mengenakan pakaian lengkap layaknya bikers. Tentu saja, biasanya identik dengan merek produk tertentu. Ada yang di jaketnya tertulis Black Community, Black Motor Community, sampai Djarum Black Motodify, (mungkin ini komunitas bbikers yang senang memodif motornya) dan nama-nama yang identik dengan merek-merek produk lainnya.

Kalau soal bikers, maka pilihannya tentu terkait dengan kendaraan bermotor. Seperti tentang Trike (motor yang beroda tiga, hingga penemuan Harley Davidson. Apa pertanyaan bonus terakhirnya? Tentang “Betul atau Salah, becak sudah masuk ke Museum Sejarah Jakarta?” Jawabannya? Betul, dan dibuktikan dengan video becak yang ada di Museum Sejarah Jakarta.

Salah satu episode paling seru adalah ketika pesertanya adalah komunitas Harajuku dan Manga. Di studio hadir 100 orang dengan kostum unik dari Jepang. Kami sampai terheran-heran, ternyata ada juga komunitas seperti itu di Jakarta. Memang, sebenarnya, banyak komunitas yang memiliki minat unik dan mereka biasanya solid.

Kuis Betul atau Salah sekarang sudah tidak tayang. Semoga di masa depan, akan ada lagi kuis seperti ini, karena bisa membantu mengungkap sisi unik dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *