Setiap pulang kerja, naik kereta, saya selalu mengincar posisi duduk. Untuk mendapatkan posisi itu tentu ada beberapa persiapan yang saya lakukan; misal, mengincar tempat duduk yang diduduki orang yang tampangnya ‘ngga nyampe Bogor’ alias orang-orang Citayam; berikutnya berdiri di dekat orang itu dan dengan sigap mengambil tempat orang tersebut ketika berdiri dari tempat duduknya. Saya beruntung mendapat tempat duduk.

Saya pikir, rutinitas pencarian tempat duduk itu, mirip-mirip dengan kehidupan juga. Ada yang sepanjang jalan di kereta duduk terus, walaupun di setiap stasiun, banyak yang turun; tentu karena posisinya tak dekat dengan orang yang turun duluan itu, ataupun kalau dekat, meleng dikit, dan kursinya direbut orang yang relatif jauh tapi lebih sigap.

Saya pikir lagi, mungkin ada 4 kombinasi kuadran yang mirip kuadran keberuntungan, dipengaruhi oleh persiapan dan kesempatan.

1. Ngga ada persiapan, ngga ada kesempatan.
Ini biasanya orang yang ngga peka dengan keadaan. Ngga melakukan apa pun, sehingga kesempatan hampir pasti ngga mampir. Makanya ngga beruntung.

2. Ada persiapan, ngga ada kesempatan
Ini biasanya orang-orang yang ‘belajar’-nya kelamaan, persiapan melulu, tapi ngga dapat kesempatan. Akhirnya, kenyang persiapan, tapi ngga dapat kesempatan. Kaya Cris Jon yang latihan doang, tapi ngga pernah tanding. Ya, ngga ada kesempatan untuk membuktikan. Atau, mungkin ada caleg yang banyak bikin poster dan baliho, tapi partainya dianulis; persiapan ada, tapi kesempatan ngga dapet. Ini juga ngga beruntung.

3. Ngga ada persiapan, ada kesempatan
Ini biasanya orang yang lumayan beruntung, karena tanpa persiapan bisa dapat kesempatan. Akan tetapi, kalau ngga gesit, kesempatan itu bisa diambil orang. Banyak kesempatan lewat karena ngga punya persiapan. Contohnya, striker di depan gawang, bolanya lewat, tapi karena posisinya ngga bagus, maka ngga jadi gol. Paling ngga, bisa gaya lah.

4. Ada persiapan, ada kesempatan
Nah, ini yang beruntung. Sering melakukan persiapan dan tentu saja bisa memanfaatkan kesempatan. Persiapan matang ditambah kesempatan yang baik akan bisa menghasilkan keberuntungan. Contohnya, ya kalau ada tempat usaha murah yang kosong dan strategis, terus emang lagi punya duit cukup, bisa sewa tuh tempat usaha. Atau, lagi ada orang jual butuh, pas ada dana, bisa dibeli deh tuh barang yang mau dijual.

Hmmm.. memang, melakukan persiapan tanpa ada kesempatan, bisa jadi ujian kesabaran; sama juga dengan kalau ada kesempatan tanpa ada persiapan, itu juga bisa bikin mengurut dada.

So…jangan bosan melakukan persiapan dan jangan berhenti cari-cari kesempatan….

One thought on “Kuadran Keberuntungan

  1. mantap. euy…. saya juga pengguna sarana transportasi ini. ditunggu artikel selanjutnya dalam ” berbagi keberuntungan ” saat seorang ibu hamil ada di dekat kita..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *