KEPOlogi

20171009_223431 20171016_201441 20171002_223512

Berkeliling ke beberapa kampus di Yogjakarta, Jatinangor, Lampung, Palembang, Semarang, Bogor, Malang untuk bertemu dengan Kader Surau Yayasan Baitul Maal BRI merupakan berkah tersendiri.

Bertemu dengan anak-anak muda pemegang amanah masa depan bangsa ini, membuat saya tetap optimis untuk berbagi kisah, pengalaman dan sedikit ilmu.

KEPO-logi adalah materi yang saya sampaikan di setiap kesempatan berbagi bersama mahasiswa Kader Surau.

KEPO-logi memang dirancang sebagai ilmu untuk meng-KEPO masyarakat, supaya bisa berdaya saring, berdaya saing dan berdaya sanding.

KEPO-logi adalah singkatan dari:

Kondisi: bagaimana memahami kondisi riil masyarakat dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang tersambung antara pertanyaan satu dengan pertanyaan berikutnya. Ujungnya adalah kesimpulan tentang kondisi riil masyarakat saat itu. Berikut masalah dan potensinya.

Elaborasi: bagaimana mengkonfirmasi hasil pemahaman kondisi riil dengan data-data penunjuang. Konfirmasi bisa dilakukan melalui orang yang memiliki otoritas, atau akses terhadap data-data yang valid.

Peta: membangun peta sebagai hasil kombinasi antara kondisi dan elaborasi; sehingga dihasilkan peta utuh terhadapa kondisi riil, elaborasi, baik antara masalah dengan potensi yang masyarakat miliki. Syukur-syukur dari peta tersebut bisa digali potensi utama, atau bahkan penyelesaian masalah dengan mengandalkan potensi yang dimiliki masyarakat sendiri.

Organisasi: melakukan penyusunan rencana aksi dengan melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian yang sesuai. Organisasi berarti menyusun tim aksi untuk mengeksekusi semua rencana sebagai tindak lanjut dari kondisi, elaborasi dan pemetaan masalah dan potensi masyarakat.

KEPO-logi bisa jadi merupakan kombinasi antara PRA (Participatory Rural Appraisal), AI (Appreciative Inquiry) dan CI (Creative Inquiry); sehingga menghasilkan sebuah pemahaman yang utuh tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat, dan fasilitator memfasilitasi masyarakat supaya memahami masalahnya sendiri. Begitu juga dengan potensi yang dimiliki; dengan kejernihan pandangan dan pemahaman tentang potensi yang dimiliki itulah, lebih mudah untuk menyusun action plan yang menjadi tindakan nyata.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.