09

Feb 2009

Kekuatan Fokus

Membaca buku yang sudah lama terbit, How to Be Like Mike (Michael Jordan), salah satunya kunci suksesnya adalah fokus. Ya.. Michael Jordan (MJ), adalah atlet yang memang mengerti betul akan kekuatan fokus. Ketika di pertandingan, tidak ada yang dipikirkannya, kecuali fokus pada jaring dan sekuat tenaga memasukkan bola. Tidak peduli yang dihadapinya pemain dari klub mana pun, sehebat apa pun.

MJ menyatakan, bahwa tidak mungkin mengejar dua kelinci sekaligus. Bahwa, fokus itu urusan konsentrasi terhadap satu titik atau beberapa titik akan tetapi konsentrasinya tinggi.

Fokus juga yang menyebabkan sinar matahari bisa dikonversi dengan alat kaca pembesar dan bisa membakar kertas.

Fokus bisa membuat energi terkumpul, terakumulasi dan menghasilkan output yang luar biasa.

Saya mencoba menggunakan kekuatan fokus itu dan merasakan dampaknya.  Ketika pulang menuju Bogor, saya naik bis. Saya membeli dua koran, satu Warta Kota, karena ada berita Gubernur Jawa Barat yang diduga melarang Jaipongan, padahal belum tentu; dan koran Media Indonesia, karena ini hari minggu, pasti ada artikel yang menarik.

Saya mulai membaca koran. Fokus. Beberapa saat kemudian, datang seorang penumpang lain, laki-laki, ber handphone blackberry, duduk di samping saya. Dia rupanya ingin mengintip atau mengikuti saya membaca koran. Terus terang ini mengganggu fokus saya. Bayangkan saja, baca koran, tapi orang yang duduk di sebelah juga ikutan baca koran.

Saya pikir, kalau dia punya blackberry, masa ngga bisa beli koran yang harganya cuma 1000 perak? Selesai saya membaca Warta Kota, saya lanjutkan membaca Media Indonesia. Orang yang duduk di sebelah saya, tiba-tiba bicara:

“Mas..boleh pinjem korannya gak?”

Hmmm… ini orang, udah ngintip baca, sekarang minjem lagi. Padahal saya lagi fokus baca koran. Saya bilang

“Silahkan mas…” dengan senyum diada-adain.

Saya melanjutkan membaca Media Indonesia. Kebetulan saat ini sedang mengikuti Black Blog Competition, dan harus memenuhi quota untuk membuat artikel dengan keyword tertentu. Maka, ketika di halaman 4 ada rubrik Sekilas, dan disitu tercantum: Djarum Black Night Slalom kembali Digelar.. saya pun membacanya. Mungkin kalau saya tidak sedang fokus dengan kompetisi blog ini, artikel itu tidak saya baca. Rubrik Sekilas pun jarang saya baca. Hanya karena sedang fokus saja, makanya saya baca.

Saya melanjutkan membaca koran. Sekali lagi, karena sedang mengikuti kompetisi blog, maka ketika keluar dari tol Jagorawi dan masuk kota Bogor, maka, baliho Djarum Black yang bertuliskan Think Black Think Power pun menjadi perhatian saya. Poster Djarum Black Night Slalom yang akan diadakan di Bogor tanggal 14 Februari pun, dipasang di depan kali Empang, menjadi perhatian saya kembali, padahal sudah berkali-kali saya melewati jalan tersebut, baru kali ini saya memperhatikan.

Memang, fokus itu akan menarik segala sesuatu yang ada di sekitar kita dan mendukung fokus tersebut. Mungkin, otak kita bekerja seperti besi berani atau magnet. Sekali fokus, maka segala hal yang terkait fokus pun akan bermunculan.

Anda bisa juga mencoba, misalnya hari ini fokus menghitung orang berbaju kuning, maka orang-orang berbaju kuning pun akan menarik perhatian Anda. Asal jangan datang ke kampanye Golkar saja, susah ngitungnya.

So… cobalah rasakan dan nikmati kekuatan fokus. Membuat energi terarah dan menjadikan hidup lebih menarik.

Michael Jordan sudah membuktikannya dengan meraih 6 cincin juara NBA dan menjadi atlet terbaik sepanjang massa. Bagi kita, mungkin fokus itu menjadi seni untuk menikmati hidup. Bukan untuk menjadi juara, hanya melihat dunia dengan cara berbeda dan menikmati perbedaan itu.

One thought on “Kekuatan Fokus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *