Karena tak nyaman dengan iklan yang ‘mengganggu’ tontonan yang diinginkannya, Eugene MC Donald menciptakan cikal bakal lazy bone yang berkembang menjadi flashmatic dan kini dikenal sebagai remote control. Tujuannya tetap sama, agar ketika ada ‘gangguan’, dapat dengan mudah dialihkan dari ke tontonan lain yang menyenangkan hati. Kini, remote control menjadi harga mati yang harus ada, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari televisi dan alat elektronik lainnya. Mustahil menjual televisi tanpa menyertakan remote control.

Apa hubungannya dengan kabinet baru yang diumumkan oleh SBY, pukul 22.00 malam ini?

Ada hubungannya, pasti!

Bahwa SBY menjalankan kepemimpinan remote control, yang menginginkan semuanya terkendali, terarah dan tak mengganggu scenario yang akan dijalankan selama 5 tahun ke depan, atau bahkan melanggengkannya kemudian melalui orang-orang yang sudah disiapkan untuk loyal secara politis maupun ideologis. Kepemimpinan remote control, berarti kemudahan untuk keseragaman, satu suara, minus gangguan dan tentu saja satu langkah untuk mewujudkan visi dan janji yang sudah terucap.

Salahkah model kepemimpinan seperti ini?

Tak salah, dengan syarat:

1. Tontonan yang diinginkan SBY memang sama frekuensinya dengan tontonan yang diinginkan oleh rakyat; seperti janjinya ketika pidato di pelantikan, tentang PROSPERITY dan JUSTICE

2. Kompromi bukan tentang siapa yang senang karena menang, tapi tentu karena ada kepentingan bangsa yang lebih besar

3. Jika tontontan tak sesuai scenario, segera cut! untuk memuluskan jalannya sejarah, agar sesuai dengan keinginan rakyat

4. SBY yang memang sangat perasa, hendaknya tak hanya mengutamakan penempatan berdasarkan chemistry semata, tapi juga melengkapinya kompetensi. SBY adalah pilihan langsung rakyat.

Menteri-menteri itu kebanyakan bukan wakil rakyat, tetapi wakil partai; walaupun beberapa rela, hingga sujud syukur, meninggalkan amanah sebagai wakil rakyat untuk menjadi pembantu Presiden.

Dibalik kontroversi pengangkatan beberapa menteri, termasuk gugurnya calon Menteri Kesehatan dikarenakan hasil psikotes yang tak terlalu ‘sehat’; kemudian digantikan oleh seorang doctor lulusan Harvard yang ternyata memiliki track record yang tak begitu sehat; kemudian penempatan beberapa orang yang ‘rasanya’ tak sesuai dengan kompetensi keilmuannya.

Tapi, apa pun yang dibicarakan, ditulis banyak orang, tentu hanya akan menjadi ‘iklan’ yang mengganggu, dan SBY punya remote control yang dengan mudah mengalihkan semua ‘iklan menganggu’ itu dengan segera untuk menikmati alur scenario yang disiapkan, semoga untuk kebaikan rakyat Indonesia.

Ini dia susunan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II:

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto 2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa 3. Menko Kesra : R Agung Laksono 4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi 2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa 3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro 4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar 5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani 6. Menteri ESDM: Darwin Saleh 7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat 8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu 9. Menteri Pertanian : Suswono 10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan 11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi 12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad 13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar 14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto 15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Sedyaningsih 16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh 17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri 18. Menteri Agama : Suryadharma Ali 19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik 20. Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata 2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan 3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta 4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari Gumelar 5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan 6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini 7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Armida Alisjahbana 8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar 9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng 10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto 2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan 3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto

One thought on “Kabinet Baru dan Kepemimpinan Remote control

  1. yang penting untuk kita sbg rakyat-nya adalah hasil nyata…

    kalo gak bisa kerja ya tingal di ganti yg bener…kita lihat aja dulu boz cara kerja beliau2 ini…

    apapun cara kerja para petinggi negara ini ya terserah, mungkin mereka memiliki cara masing2
    asal jangan “rusuh” & “kisruh” , jgn lupa tidak boleh “serakah” !

    salut untuk posting anda..

    semoga yang baik2 bagi rakyat yang mereka lakukan….

    samalam sukses
    sulis D H
    http://www.usahahandoko.com

  2. Weleeeeh .. dapat jabatan kok sujud syukur? Harusnya tuh tafakur. Ini amanah bukan hadiah. Kalau hadiah kan ga ada pertanggungjawaban jangka panjangnya kelak. 🙁 🙁

    Salam. 😎

    bersyukur, mungkin karena itu memang yang dicari.. jadi seperti mendapatkan hasil dari yang ditargetkan..wallahu’alam

  3. masih ada pertanyaan kapan kira2 masalah lapindo selesai ya..??

    menjelang kampanye Golkar, di tipi rame ucapan terima kasih masyarakat utk Aburizal Bakri.. jadi beres ngga beres, ya dipolitisir.. ada yang berkepentingan untuk beres, ada yang berkepentingan ngga beres.. tapi kalau dari namanya LA pindo… khan LA itu berarti TIDAK ya…hehehehe.. who knows….

  4. Bagaimana hukum & etikanya anggota DPR yang jelas jelas dipilih langsung oleh rakyat untuk mewakilinya di legislatif, kok tiba tiba membelot jadi eksekutif, menteri. Bukankah salah satu ciri orang munafik adalah “kalau diberi amanah, dia ingkar”. Kalau demi rakyat harusnya sportif dong. Tksh.

    lebih memilih jadi ‘pembantu’ daripada ‘wakil rakyat’…mewakili mental politisi Indonesia.. beberapa saya kagumi, tapi jadi berkurang….

  5. Pemerintahan yang bersih dan berwibawa berarti Presiden dan para menterinya semakin arif dan bijak rakyat semakin makmur sejahtera dan cerdas pantang untuk dikempongin.BLT KHUSUS UNTUK DAERAH BENCANA saja.Mereka tidak manja mereka ingin mandiri kok.

  6. Salam,,

    Pak Sarbana, Buah pikiran yang sangat menarik.. Analisa anda membuat saya mengangguk-angguk,, setidaknya membuat para pembaca yang awam seperti saya sedikit terbuka pikirannya atas kepemimpinan di Negeri ini..Memang sulit mencari benang merah dalam permasalahan terkait politik, sangat kusut dan sarat dengan kenyataan yang “ditutup-tutupi” terlebih didukung oleh pemasok sembako berita (media elektronik, cetak dll) yang dikuasai incumbent, sehingga scenario politik tetap berjalan sesuai keinginan penulis dan sutradara..

    Saya sebagai rakyat kecil hanya bisa berdoa dan mendukung dari jajaran akar rumput untuk Indonesia lebih baik..semoga rakyat tidak lagi dibodohi oleh scenario politik terselubung dan rakyat bisa lebih selektif dalam mengkonsumsi berita yang disediakan oleh piring-piring politik,, hindari “Hipotesa yang diubah menjadi Kesimpulan”

    Selamat menulis, terimakasih..

    Warm regards,
    Muhammad Fikri Rahman, SKH

    alhamdulillah, masih banyak yang berdo’a untuk keberkahan bangsa ini ya….

  7. sejalan dg analoginya ttg remote control,,
    remote control yg mengendalikan tontonan, remote control yg mengendalikan jalannya pemerintahan, remote control yg mengendalikan kehidupan rakyat,,
    seingat saya, kedaulatan itu sepenuhnya dan seutuhnya adalah hak milik rakyat, dimana pemerintahan hanya diberikan “pinjaman” atas kedaulatan tersebut selama lima tahun,,

    dan apabila kedaulatan yg dipinjamkan tidak membawa kemaslahatan kepada rakyat, maka rakyat juga berhak utk menarik pinjamannya kembali!

    namun sepertinya, mengingat kedudukan dan nama baik mereka, seandainya nanti tontonan tidak berjalan sesuai dg kehendak rakyat, maka pemerintah yg dipinjami remote control bisa saja mengontrol media utk membentuk kesadaran massa bahwa ini adalah yg sebenarbenarnya rakyat butuhkan, sama halnya seperti bentuk demokrasi pancasila indonesia selama ini, pra dan paska reformasi, tidak ada bedanya,,

    pemerintah datang dan pergi, kedaulatan yg sama terus dipinjamkan, peminjamnya datang dan pergi, tapi nasib nelayan dan petani sama saja,,

    dulu, jaman soeharto, petani dikaplingkapling sawahnya,,
    kini, jaman soesilo, nelayan dikaplingkapling lautnya,,

    kita sebagai rakyat seharusnya bisa melihat bahwa penyelewengan kedaulatan yg dipinjamkan ini tidak sesuai dg nilainilai demokrasi!

    apalagi pancasila!

    saya cenderung setuju dg nurset yg mengutip idiom, diberi amanat dia ingkar adalah salahsatu ciri orang munafik dan begitulah adanya orangorang yg kita pinjamkan kedaulatan itu,,

    juga tentang kasus lapindo yg disinggung tonosaur, sebenarnya saat ini bukan hanya kasus lapindo saja bencana kemanusiaan yg menimpa rakyat indonesia, namun kontras mencatat setidaknya ada 27 masalah kemanusiaan yg belum diselesaikan sejak reformasi dimulai, 11 diantaranya terjadi saat soesilo diangkat menjadi presiden,,

    dan seingat saya, kemanusiaan disinggung setelah ketuhanan dalam pancasila!

    terima kasih untuk sharing pemikirannya…

  8. pintu penjara menunggu anda

    ranah ini sebaiknya direspon sebagai gagasan.. ngga main penjara2 ya… Mas Cunong ikutan pesta 2009 Blogger nggak? selayaknya setiap tulisan adalah gagasan yang direspon terbuka sebagai pemikiran….

  9. Kalau kita melihat hasil lima tahun yang kemaren, tentu hasil lima tahun kedepan ndak beda jauh.
    Sby masih tipe pemimpin yang sekedar bisa menjalankan pemerintahan yang sudah ada, bukan tipe pemimpin yang mampu meletakkan dasar-dasar yang kuat buat menciptakan lompatan ke depan bagi bangsa ini.
    Ibarat sutradara, Sby merupakan sutradara opera sabun, yang masih menerima pesanan sana sini. Pemimpin yang belum mampu memahami dan mengimplementasikan Pancasila dan UUD RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *