Ini cerita tentang teman saya, seorang binaragawan….

Ketika di Amerika Serikat, selain ke toko buku, saya pun rajin mengikuti informasi tentang diadakannya kompetisi binaraga. Saya lihat di majalah, brosur, maupun pengumuman di tempat latihan saya, Gold Gym di Virginia.

Pertandingan pertama saya adalah Winchester Open, di daerah Virginia. Saya pergi ke sana sendirian. Dengan gelar Juara 2 PON, saya berangkat. Walaupun saya tahu, orang-orang disana mungkin ada yang tidak tahu dimana Indonesia, apalagi istilah PON. Begitu sampai di tempat lomba, dan bersiap untuk tampil, atlet binaraga lain memperhatikan saya, melihat badan saya. Saat itu sebagai Juara 2 PON, badan saya sudah lumayan lah, paling tidak untuk ukuran Indonesia.

What kind of diet you do?” tanya salah seorang atlet binaraga kepada saya, matanya mengamati tubuh saya.

Saat itu saya masuk katagori kelas berat, jadi badan saya lumayan besar dan berotot sudah pasti.

What diet?” Saya menjawab sambil senyum-senyum, sambil mengingat-ingat kalau selama tinggal dengan teman saya itu, makanan utamanya adalah mie instan.

Saat itu saya tidak melakukan diet apa pun. Saya banyak bertumpu pada my genetic, yang ada di tubuh saya, itu yang saya tampilkan.

Nah, ketika saya mendapat giliran untuk pose, saya maju ke depan, member hormat pada para juri. Tiba-tiba saya dipanggil juri. Saya pikir ada yang salah dengan saya.

Shave your leg” kata salah seorang juri.

“Oh..” saya kaget.

Rupanya, salah satu syarat bagi peserta kompetisi binaraga disana, kaki tidak boleh berbulu. Kalau buluan, ketika diolesi minyak, ototnya tidak kelihatan. Saat itu kaki saya buluan cukup lebat. Saya mendapat dispensasi untuk berlomba di nomor giliran berikutnya. Saya membeli alat cukur dan segera mencukur bulu kaki saya di belakang panggung. Saya cukur sendiri, sambil diliiatin oleh peserta yang lain. Ini orang kok ngga persiapan banget sih…begitu mungkin pikir mereka.

Karena saya belum pernah mencukur bulu kaki sendiri, kaki saya sampai berdarah. Ketika akhirnya saya maju untuk nge-pose, darah di kaki saya ngocor terus. Sambil nge-pose, saya melihat juri. Ini orang niat banget ikut lomba, begitu mungkin pikir mereka.

Dengan perjuangan berdarah-darah, karena kaki saya memang berdarah, saya pun bersyukur bisa menjadi juara 4 dari 4 peserta. Walaupun begitu, saya mendapat piala yang berukuran besar. Ketika saya pulang pun, teman-teman saya di Indonesia ngga akan nanya saya juara berapa, mereka pasti terpesona dengan piala yang besar itu.

Saat itu saya tidak merasa kalah. Wajar saja kalau kalah, memang tanpa persiapan. Jujur, saya mendapat pengalaman sangat berharga, bertanding dengan atlet-atlet yang bagus. Satu kebanggaan buat saya. Dari situ saya mencari informasi kejuaraan lain. Saya udah lebih prepare.

Saya mengikuti kompetisi Iron Man Naturally – Novice, di Alexandria, Virginia. Disana saya mendapat juara 1 dari 1 peserta. Kenapa bisa begitu? Karena saya masuk ke kelas pemula, yang beratnya kebanyakan di bawah 90 kilogram. Saya sudah di atas 90 kilogram, masuk kelas berat. Bertanding lah saya sendirian. Piala itu sebenarnya bukan piala untuk otot-otot yang saya tunjukkan, lebih diarahkan untuk akting saya ketika nge-pose.

Saya mendapat piala yang ke-dua, kali ini sebagai juara 1, dari 1 peserta. Saya tetap bangga.Keren rasanya membawa pulang sebuah piala.

Setelah itu, target saya mengikuti pertandingan, sudah nothing to loose. Saya tambah semangat. Tidak peduli, mau menang mau kalah, pokoknya saya harus ikut bertanding, merasakan taste of world class competition. Bagi saya, ini adalah bagian dari learning proses. Saya tidak merasa kecil hati. Semua pengalaman jadi pelajaran berharga.

Terakhir, saya ikut pertandingan Potomac Cup di Washington D.C. Kali ini jauh lebih siap. Saya nge-pose lebih serius, lebih fokus. Hasilnya saya juara 4. Pesertanya bukan 4 orang, tapi 6. Saya bangga, lumayan bisa mengalahkan 2 orang. Orang Amerika loh. Ngga main-main. Saya tidak peduli ada 3 orang lebih baik dari saya, saya lebih menghargai bahwa saya bisa lebih baik dari 2 peserta lain.

Jadilah saya pulang ke Indonesia dengan oleh-oleh 3 piala, rinciannya:

1. Juara 4 dari 4 peserta

2. Juara 1 dari 1 peserta

3. Juara 4 dari 6 peserta

Beruntungnya, semua piala itu dalam ukuran yang hampir sama besar, dan yang lebih penting: tanpa keterangan berapa jumlah pesertanya.

One thought on “Juara 1 dari 1 Peserta

  1. Hi there,
    Cool blog, I just stumbled on it and I’m already a dedicated reader
    I recently shed 30 pounds in 30 days, and I want to discuss my weight loss success
    with as many people as possible. I wrote up my experience
    on my blog, and I would love your suggestions!

    If I can lose that much weight then anyone else can too. Whatever you do, never give up and you WILL
    meet all your weight loss goals!
    much thanks for reading,
    Joan
    Most recent blog post: diett for

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *