“Jangan Kaya Monyet…!”

Beneran.. itu kata-kata Si Bos ke saya. Diucapkan di mobilnya ketika kami berangkat menuju tempat meeting di tengah kota Jakarta. Dalam hati saya ngedumel. Kayanya sih ‘dumelan’ saya kedengeran… Buktinya Si Bos nyambung ngomongnya.

Si Bos : “Ceritanya ada monyet yang ngapalin banyak jurus buat berantem”

Saya : “Khan bagus…?”

Si Bos : “Iya, kalau tau kapan ngegunain jurus yang mana…”

Saya : “Maksudnya…?”

Si Bos : “Masalahnya, pas ngadepin musuh beneran, malah bingung milih jurus yang mana. Ya, ngga menang berantemnya”

Saya : “Oh gitu…”

Jangan Kaya Monyet…! Itu maksudnya supaya saya merapikan rencana-rencana yang ada di kepala. Memangakhir-akhir ini banyak rencana di kepala saya yang rasa-rasanya banyak banget, jauh banget, susah banget dan kebanyakan butuh orang lain untuk mengeksekusinya.

Kebanyakan rencana emang kaya kebanyakan jurus. Itu kalau ngga tau bagaiman rencana itu satu sama lain saling terhubung secara horizontal maupun vertikal. Rencana terhubung secara horizontal, kalau satu rencana dengan rencana lainnya sebenarnya bisa dijalankan secara paralel, berbarengan. Rencana terhubung secara vertikal, kalau satu rencana dengan rencana lainnya merupakan urutan.

Makanya saya kemudian merapikan semua rencana yang ada di kepala, dan memilahnya berdasarkan parameter tadi: horizontal atau vertikal. Lumayan juga, rada-rada ngga kaya Monyet…. hehehehe

Berikutnya, rencana yang ada di pikiran saya dipilah lagi berdasarkan parameter siapa yang melaksanakan: SAYA sendiri atau ORANG LAIN. Hasilnya? hampir 80% rencana-rencana saya itu tergantung pada orang lain untuk mengeksekusinya. Jadilah saya gunakan rumus Pareto 80/20… fokus pada yang 20% agar bisa menyelesaikan yang 80%. Ya, saya fokus dengan rencana-rencana yang memang saya bisa eksekusi. Lumayan juga, rada-rada ngga kaya Monyet….. hehehehehe.

Memang, segala yang kebanyakan itu ngga bagus ya… termasuk kebanyakan rencana. Bisa mual atau muntah.

So… petakan rencana dari sisi horizontal dan vertikal dan klasifikasikan siapa yang bisa mengeksekusi rencana tersebut: DIRI SENDIRI atau ORANG LAIN.

Selamat menyusun rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *