“Om…bagi uang dong Om… belum makan nih…”

Seorang anak kecil, lusuh, berbaju kotor, mendekati saya ketika sedang menunggu angkutan 05, dari Semper menuju RCTI. Hari ini mau shooting Kuis Siapa Lebih Berani.

Saya agak bengong. Tak biasa di tempat seperti itu dimintai oleh seorang pengemis; anak-anak lagi.

Saya mengambil uang dan memberikannya kepada anak itu. Ketika anak itu menerima uang dari saya, tiba-tiba dari depan saya, ada seorang ibu, berpakaian lusuh (juga); saat itu sedang membereskan kardus dan barang-barang bekas lain dari gerobaknya. Ibu itu pemulung rupanya, dan anak tadi adalah anaknya.

Ibu itu menghampiri saya, mengambil uang yang tadi saya berikan kepada anaknya dan memberikannya kepada saya kembali.

“Ini uangnya Pak.. Maaf ya, anak saya emang suka begitu, maklum pergaulan anak-anak pemulung.”

Saya bengong; tangan saya mengambil uang itu. Mau menolaknya, tapi Ibu itu segera berlalu, sambil menuntun anaknya. Uang itu masih di tangan saya.

Ibu itu berbalik, menuntun anaknya menuju gerobak mereka.

“Hei… jangan gitu…  ngga boleh ngemis; kalau mau dapet uang…kerja aja…mulung juga ngga apa-apa”

Perkataan Ibu itu kepada anaknya, pelan, tapi saya mendengarnya…

Speechless… Saya termangu.

Hebat betul Ibu itu mendidik anaknya. Tak ingin dia melihat anaknya sebagai pengemis. Walaupun mereka hidup susah, masih bisa dia mendidik anaknya supaya punya semangat untuk bekerja; agar keringat yang dihasilkannya menjadi rezeki yang berkah.

Saya melihat keduanya berlalu, menjauh. Ibu itu mendorong gerobak yang penuh oleh kardus, karung dan barang bekas lainnya; sementara sang anak menyertainya, berlari kecil, seolah tak terjadi apa-apa.

Seandainya setiap Ibu memiliki cara mendidik seperti Ibu itu; mungkin kita masih punya harapan supaya di masa depan tak jadi bangsa peminta-minta; tak berharap hanya dari bantuan bangsa lain, untuk menghidupi diri sendiri.

One thought on “Jangan Jadi Pengemis

  1. cerita yang indah…..semoga banyak ibu-ibu yang begitu, mendidik dengan baik!

    serujadiguru.blogdetik.com

  2. Subhannallah…
    Mudah2an diri saya bisa seperti ibu pemulung itu, bisa tabah dan bisa mengajarkan anak2 ku menjadi orang2 yang selalu mempunyai sikap dan harga diri. Amiiiin!!.

  3. Bener th bang…andai ja smua ibu-ibu di negeri ini spt beliau. Psti masa depan bangsa ini akn lebih baik krna kualitas moral anak bangsa yg baik pula. Tp hari ini saya terpukul skali dengan sikap seorang calon ibu yg tega meralat perkataannya untuk menguasai sesuatu yg memang jelas bkn haknya. Miris skali…msh di kandungan saja anak itu sdh dididik untk menjadi seorang penipu. Audzubblhi min dzalik…

  4. subhanallah…keren banget tu ibu..salut deh.. i adore u banget ibu pemulung! kalau yang berbicara seperti itu ibu2 berpendidikan, itu hal biasa, tapi ini…ibu2 pemulung yang mungkin -mungkin lho- hanya lulusan smp, sekali lagiii, saluuut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *