Baban Sarbana

Social Business Coach

Jaga Warnet dengan Gaji Rp 30.000 sebulan

Universitas Pakuan, Bogor adalah S1 saya yang kedua; setelah S1 pertama di IPB yang drop out. Ketika kuliah, saya harus cari tambahan biaya, apalagi akhir-akhir tingkat 4 begini. Kebetulan sekali di dalam kampus ada warnet. Maka, saya pun melamar kerja. Saat itu upahnya Rp 30.000 sebulan, karena memang ngga full seharian saya jaganya, gantian ama temen yang kuliah di Ilmu Komputer FMIPA Unpak. Saya juga, dulu kuliah di Ilmu Komputer FMIPA IPB, jadi bekal untuk bekerja disitu.

Sebenernya sih, inilah pertama kalinya saya bersentuhan dengan internet. Saya ingat, email pertama saya adalah baban@justicemail.com. Ngga tau kemana tuh email sekarang, masih eksis apa ngga, udah ngga pernah dipake lagi.

Tujuan saya jaga warnet sebenernya ngga cuman pengen kerja dan dapat duit aja, tapi  karena di masa akhir kuliah, harus sering kirim-kirim lamaran. Saat itu lagi musim-musimnya job searching yang  bisa apply lewat internet. Jadi itung-itung gratisan nge-net, apply lowongan kerja, ngetik gratis, sambil dapet duit juga.

Tahun 1999, Indonesia lagi booming ama buku Quantum Learning. Saya pun sempat beberapa kali menyampaikan seminat dan pelatihan tentang Quantum Learning di sekolah atau kampus. Nah, dengan modal nekat, karena english writing skill saya masih terbata-bata, saya ngirim email ke Bobbi dePorter (saat itu saya kira dia laki-laki), karena saya dengar kabar, dia akan datang ke Indonesia, diundang oleh penerbit Mizan. Saya hanya ingin bertemu dengan penulis Quantum Learning itu.

Dua hari kemudian, ada balasan dari Bobbi dePorter, melalui suaminya, katanya dia sudah memforward ke Pak Haidar Bagir (Direktur Mizan saat itu). Saya disarankan bertemu dengan Pak Haidar Bagir, menunggu konfirmasi dari beliau.

Seminggu kemudian, ketika saya memberikan pelatihan kelompok ibu-ibu pengajian di Pisangan Jakarta Timur, materinya masih tentang Quantum Learning, saya mendapat telpon langsung dari Pak Haidar, dalam bahasa Inggris….

“Hallo, can I speak to Mr. Baban…”

Saya jawab, waktu itu pake HP Nokia sejuta ummat, Nokia 5110

“Iya Pak, saya Baban, dengan siapa ini..?” kata saya bingung

“Ini Haidar Bagir, kamu bisa bahasa Indonesia, saya kira orang Rusia, kalau namanya Baban…?” kata Pak Haidar, sambil ketawa

“Saya orang Bogor Pak..”

“Saya dapat email dari Bobbi dePorter. Bisa datang ke Mizan, besok?” Tanya PakHaidar lagi…

“Bisa Pak…” Kata saya tanpa mikir; orang emang lagi nganggur, dan nyari kerjaan…

Besoknya saya ketemu Pak Haidar Bagir, dan setelah berbincang cukup panjang tentang aktivitas saya dalam pelatihan metode Quantum Learning, akhirnya saya pun diajak bergabung dalam perusahaan yang baru dibangunnya, yaitu Mizan Learning Center.

Beberapa bulan kemudian, saya menjadi bagian dari acara seminar Quantum Learning, Quantum Teaching dan Quantum Business, dengan pembicara utamanya Bobbi dePorter, yang anehnya masih menggunakan slide plastik dan seminarnya masih pake OHP. (Kata Bobbi dePorter, dia ngga tau kalau di Indonesia udah bisa pake projector.. kesian khan..?)

Saya ketemu dengan Bobbi dePorter langsung, mendampingi dia pada saat menandatangani sertifikat kepesertaan (ini juga yang baru pertama kali dilakukan Bobbi dePorter, kok orang Indonesia, habis seminar, harus dapet sertifikat ya?). Saya sebenernya tidak mendampingi, tepatnya, selama 2 jam menuliskan nama peserta dengan pulpen untuk menulis khat Al Qur’an.

Beberapa bulan kemudian lagi, saya menyusun buku pertama saya yang sangat terinspirasi oleh Quantum Learning-nya Bobbi dePorter.

Kejadian saya ketemu dengan penulis Quantum Learning jadi seperti mimpi saja, dan mimpi itu diawali dengan satu paragraf email dari baban@justicemail.com yang dikirim di warnet kampus Universitas Pakuan yang menggaji saya Rp 30.000 sebulan.

So…. lakukan hal kecil dengan sungguh-sungguh, karena kesungguhan itulah yang akan menghasilkan sesuatu yang besar.

6 comments on “Jaga Warnet dengan Gaji Rp 30.000 sebulan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *