Pada 25 Juni 2009, jam 14.26 (waktu LA), Jacko berpulang. Masih kontroversi hingga kini. Seperti layaknya seorang superstar, megabintang, hidup hingga meninggalnya pun akan meninggalkan kisah. Puluhan tahun eksis, dan dijuluki sebagai ‘berkah’ bagi dunia musik. James Brown, yang sekaligus menjadi inspirasi gerakan Jacko pun, terkesima dengan performa Jacko ketika masih kanak-kanak.

Jacko dibesarkan oleh ayahnya yang disebutnya sebagai penjahat, berada di industri yang memang sedang menanti ‘berkah’ seperti dirinya hadir untuk menjadi primadona. Video klip Jacko adalah video klip penyanyi kulit hitam pertama yang diputar di MTV.

The Jackson Five tak cukup besar menampung bakatnya. Akhirnya Jacko berkarir solo, dan dahsyat…karena 19 Grammy Award, 13 Guiness World Record hingga 750 juta kasetnya terjual di seluruh dunia. Fenomenal.

Jacko, yang hingga akhir hayatnya masih terobsesi dengan Diana Ross, meninggalkan hutang hampir 5 Trilyun bagi 2 anak dari Debbie Rowe yang katanya anak itu bukan anak biologis dari Jacko; serta satu anak dari pernikahannya dengan puteri King of Rock n’ Roll, Lisa Marie Presley yang sesaat menjadi Lisa Marie Jackson.

Pertengahan Juli, Jacko akan memulai tour dunia, start dari London; bertajuk This is It… tapi This is It…! Inilah akhir hidup Jacko, yang menjadi idola jutaan orang di dunia, yang sosoknya bisa melintasi batas waktu, ras, apalagi negara.

Kisah hidupnya, bagai gading, tak mulus, di beberapa sisi retak. Tapi, tak ada gading yang tak retak, justru keretakan itulah yang menunjukkan dirinya adalah manusia yang memang tak ada yang sempurna.

Jacko meninggalkan banyak kenangan, kisah, dan tentu saja kontroversi. Kenangan tentangnya diyakini akan melebihi usianya yang 50 tahun ketika wafat. Mungkin seperti Elvis Presley atau Puteri Diana.

One thought on “Jacko dan Gading yang Retak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *