Pada salah satu segmen di program TV Black in News yang tayang di Trans 7, ada ekspose tentang pemenang kompetisi Black Innovation Award. Kompetisi inovasi ini menghargai orang-orang yang memiliki ide inovatif yang ramah dengan kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang tidak terpikirkan oleh orang lain.

Salah satu yang masih saya ingat adalah seseorang yang menciptakan tas untuk mengangkat galon air. Idenya sederhana, tidak mahal. Tapi, hasilnya memudahkan orang lain untuk mengangkat gallon air yang selama ini menyulitkan. Ternyata inovatif itu tak perlu mahal.

Ada lagi, ide inovatif yang membuat helm sekaligus mantel hujan. Idenya muncul dari pengamatannya kalau hujan, banyak motor yang berhenti di bawah fly over ketika hujan. Mereka harus berhenti dulu untuk menunggu hujan reda, atau mengambil mantel yang ditaruh di dalam tas atau di motor. Makanya, kemudian ia puny aide menciptakan helm plus jas hujan yang bisa dilipat dan direkatkan ke helm. Idenya inovatif, tidak mahal dan berguna sekali.

Ada lagi ide lainnya, yaitu lemari yang bisa jadi perahu untuk mengarungi banjir. Kalau ini kayanya emang banyak gunanya, cuma rada ribet.

Saya mengamati, memang ide-ide inovatif itu muncul dari pengamatan keseharian dan berpikir keras agar bisa memiliki ide yang bisa memudahkan orang lain. Jadi, inovatif itu memang harus berpikir keras berempati dengan kesulitan orang lain dan berpikir keras agar ide itu pun mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Inovatif memang tidak perlu mahal. Asalkan kita berempati dan berpikir untuk mencari solusi yang memudahkan, maka karya pun segera akan dihasilkan.

One thought on “Inovasi Tak Perlu Mahal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *