Hari ini (Naya) anak saya sekolah lagi di PAUD. Pelajarannya menggambar hewan yang pernah diliat. Hmm, kebetulan Naya tinggal di kampung, jadilah dia memilih, gambar hewan apa yang mungkin dia bisa gambar. Gambarnya sih abstrak, karena Naya baru berusia 2 tahun; tapi kayanya sih ngarah-ngarah ke ayam…hehehe. paling ngga dari bentuk kakinya.
Temen-temennya juga milih gambar yang berbeda. Naya yang memang hobi muter-muter ngeliatin gambar orang akhirnya berhenti di gambar salah satu temennya dan nunjuk gambar.. sambil ngomong: “BEBEK”.. eh temennya itu protes dan bilang “AYAM” menegaskan kalau gambar yang dia buat itu bukan bebek tapi ayam.
Bebek versus ayam… begitulah kira-kira.. perdebatan antara Naya dengan temannya yang sama-sama belum sempurna dalam menggambar.
Gurunya kemudian datang… dan “memutuskan” bahwa gambar itu bebek.. seperti yang disebut oleh Naya… hmmm, Naya senang, tapi saya tidak senang, karena guru tersebut menutup kemungkinan kedua anak itu untuk kreatif dengan mengunci kedua imajinasi anak tersebut dan “mengkotakannya” dalam kata BEBEK….dan bukan bebek.
Kadang… kreatif itu ketika melakukan selisih dari yang nyata dengan imajinasi.. tapi, guru kita sering membuat imajinasi harus sesuai dengan yang nyata. ada yang hilang disitu.. yang namanya KEBERANIAN UNTUK BERBEDA….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *