“Mas, ini harus ada yang dikoreksi dari ilmu yang kita pelajari…” Kamal, seorang hypnotherapist mendatangi rekannya di kantor mereka.

Ia meletakan sesuatu di meja. Tiket naik haji.

“Kenapa?” Kata Ricky, rekannya yang lebih senior, sambil mengambil tiket naik haji Kamal dan membukanya. Tahun ini juga, $7.000.

“Lho, khan di ilmu kita ada yang namanya teori broadcasting, bahwa kita mendapat apa yang kita inginkan.” Kamal masih bingung.

“Iya.. bahwa, apa yang kita dapatkan tergantung dari apa yang kita inginkan.” Ricky menimpali dengan tenang.

“Betul. Nah, saya tidak pernah menganggap berangkat haji itu harus. Saya malah menganggapnya wasting money. Saya tidak pernah berniat naik haji. Tidak ada dalam benak saya untuk naik haji.” Kamal melanjutkan.

“Terus?” Ricky membolak balik tiket naik haji Kamal.

“Iya… berarti teori kita ada yang salah. Saya tidak pernah berniat naik haji, tapi kenapa ada orang yang memberi saya tiket untuk naik haji? Bulan depan harus berangkat. Bagaimana menjelaskannya…?” Kamal masih mengejar jawaban yang memuaskan hatinya.

“Sekarang gini, kamu pernah menyampaikan sesuatu ke alam semesta, keinginan yang sangat kuat sekali?” Ricky balik bertanya.

“Pernah. Khan sudah pernah diceritakan juga. Saya ingin berada di suatu tempat yang membuat saya berubah drastis.” Kamal menjawab.

“Nah… kamu menentukan nggak, tempatnya dimana?”

“Nggak…saya cuma ingin berada di suatu tempat saja.” Kamal mulai menemukan sebuah gambaran.

“Nah.. kamu memohon ke alam semesta, dan semesta menjawabnya. Naik haji itu jawaban alam semesta.” Ricky menjelaskan.

“Maksudnya…?” Kamal masih bingung, tapi mulai ada sesuatu dalam pikirannya.

“Ya… alam semesta kadang memberikan jawaban tidak sama dengan yang kita mohonkan. Apalagi untuk permohonan-permohonan yang abstrak dan normatif.” Ricky meneruskan.

“Oooooooooh……” Kamal tercerahkan.

“Naik haji itu yang akan mengubah kamu dalam sekejap, percayalah.” Ricky meyakinkan Kamal, sekali lagi.

“Oke.. saya ngerti.. ngerti banget. Thank you ya…. I will enjoy my journey” Kamal mengambil tiket yang sedang digenggam Ricky, dan langsung pergi. Kali ini dengan langkah yang ringan.

Kamal berangkat naik haji dan menjadi salah satu jamaah yang paling menikmati perjalanan hajinya. Ilmu hypnotherapist yang didalaminya seolah berulang di Rumah Allah. Setiap detiknya seperti mencharge jiwanya. Lebih dari 60% ilmu hypnotherapy yang dipelajarinya, mewujud dalam setiap ibadah haji, mulai dari thawaf, jumrah, sa’i dan semuanya. Kamal seperti masuk kelas lagi, kali ini dengan kecepatan tinggi.

Kamal pernah meminta, tapi dijawab Allah dengan jawaban yang lebih indah. Ketika kita diberi karena pernah meminta, rasanya akan lebih nikmat. Bersyukur yang membuat nikmat makin bertambah.

Jangan berhenti meminta sesuatu kepada Allah. Allah akan menjawabnya paling tidak dengan beberapa bentuk. IYA dan dijawab seperti yang diminta kepada-Nya, baik dalam rupa yang sama atau dalam rupa yang berbeda tapi bernilai sama; BELUM karena akan dijawab-Nya di lain waktu; serta TIDAK karena akan diberikan yang lebih baik.

(Kisah ini dari dua teman saya yang kini praktik sebagai hypnotherapist)

One thought on “Hypnotherapist Naik Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *