Seperti mimpi saja, pagi tadi saya ditelpon oleh sahabat yang sudah 15 tahun tak menyapa.

“Assalamu’alaikum…” katanya dari seberang sana…
“Wa’alaikum salam…” jawab saya. suaranya akrab, tapi saya lupa.
“Ini Baban? saya Mr. D… masih ingat?”
“Mr. D…? Biologi IPB?” jawab saya tak percaya. Suaranya memang khas, jadi saya masih ingat. Memang kalau rekening emosi dengan seseorang banyak, maka kita akan mudah mengingat seseorang…

“Iya.. kok masih ingat?” katanya
“Masih dong.. masa sama sahabat baik lupa…. dimana?”
“Di Kanada…. udah 10 tahun saya keliling Eropa… di Austria, Perancis, Zurich.. sekarang menetap di Kanada….” katanya lagi, antusias…

“Wah.. senengnya…” kata saya, beneran.. seneng kalau temen seneng…
“Dapat isteri orang Turki….ketemu di Austria…” katanya…
“Wah.. hebat atuh.. orang Turki khan cantik-cantik…” kata saya. Kebetulan pernah ketemu sekali dengan mahasiswi Turki di Korea dulu…

“Cantik..? tergantung.. Turki yang Hitam atau yang Putih…? hahahahahahaa” katanya.. masih bisa bercanda dia…

Perbincangan pun berlanjut. Hangat.

Saya masih ingat, sebelum DO dari IPB, Mr. D alah salah seorang teman saya yang dari dulu selalu menceritakan mimpinya untuk sekolah dan menetap di Amerika atau Eropa… Ternyata mimpinya kesampaian. Kini dia menetap di Kanada, dan berencana untuk menetap di Eropa.

Dia kini sedang menjalani mimpinya. Dulu, ceritanya hanyalah mimpi, kini dia mewujudkan mimpinya dan bersiap dengan mimpi-mimpi baru.

Jadi ingat dengan sebuah talkshow pagi hari di Bogor. Mr. U, salah seorang siswa SMA menelpon saya sekaligus berterima kasih, karena mengikuti saran untuk menuliskan mimpi. Dia lakukan, dan kini dia sedang menempuh studinya di Berlin, Jerman; karena itulah mimpi yang dituliskannya….

Hmmm…. sungguh luar biasa kekuatan mimpi plus usaha keras untuk mewujudkannya. Saya sekarang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kantor, dan akan memulai usaha untuk mewujudkan mimpi yang sudah lama saya tuliskan.

Semoga saja menjadi perjalanan yang menyenangkan jika usaha yang kita lakukan adalah upaya untuk mewujudkan mimpi yang pernah kita tuliskan….

One thought on “Hidup Menjalani Mimpi

  1. Saya kemarin ‘ditodong’ jadi ‘narasumber’ acara talkshow internal di kantor membedah buku “Sang Pemimpi” Andrea Hirata mewakili pembaca… panelisnya nanya : apa yang menjadi insight setelah membaca novel tsb…saya jawab…saya jadi teringat beberapa mimpi masa lalu saya yang sampai sekarang belum kesampaian…yang karena perjalanan waktu dan bersikap realistis mimpi-mimpi seakan terlupakan atau sengaja dilupakan… mungkinkah saya menyetting ulang mimpi saya yang lama tsb ya…?

    no problem Kang.. mimpi lama belum tentu basi… biasanya kalau disetting ulang, ada cara baru untuk mewujudkannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *