Jetlag berpengaruh pada jam tidur rupanya. Termasuk hari ini. Rasanya malah sekali bangun pagi. Usai shalat subuh, saya tidur sejenak, dan berjanji dalam hati untuk jogging di pagi hari, jam 6 pagi. Ya.. mala mini kami menginap di Beverly Hills, diajak oleh salah satu kawan kami.

Banyak hal yang terbersit dalam benak ketika menyebut kata Beverly Hills. Bagi yang sudah pernah melihat serial televisi Beverly Hills 90210, tentu tahu bagaimana glamournya anak muda dalam serial televisi tersebut. Dan saya baru tahu kalau 90210 itu ternyata adalah kode pos. Mungkin 90210 adalah kode pos paling terkenal di kalangan anak muda di seluruh dunia.

Joging pagi pun dimulai dengan mengitari komplek perumahan mewah Beverly Hills. Karena takut tersesat, saya mengambil jalur yang aman saja, sekaligus mengingat tanda-tanda dan belokan, sehingga ketika kembali, tak tersesat.

Rumah-rumah di Beverly Hills indah banget. Besar-besar dan semuanya memiliki taman di bagian depan dan sampingnya. Sangat asri. Kebanyakan dari rumah-rumah di Beverly Hills tak memiliki pagar, terbuka begitu saja. Sepanjang saya jogging, tak pernah menemui orang-orang di depan rumah, bisa jadi karena saya jogging kepagian atau memang tuan rumahnya taka da, karena kebanyakan rumah di Beverly Hills dimiliki selebritis yang belum tentu tinggal di dalam.

Di beberapa rumah yang menurut saya cukup bagus, saya berhenti, untuk sekedar berfoto dan menduga-duga, kira-kira pemiliknya selebriti Hollywood atau bukan? Sebenarnya ada tour khusus untuk mengunjungi lokasi rumah-rumah selebriti Hollywood di Beverly Hills, tapi taka pa, menikmati udara bersih Beverly Hills dan pemandangan indah dari rumah-rumah penuh taman, sudah cukup menyegarkan.

Tujuan utama jogging sebenarnya bukan sekedar menyegarkan badan saja, akan tetapi juga untuk mencari ‘Beverly Hills Sign’, tanda Beverly Hills, untuk difoto, terus diupload ke facebook/twitter atau sekedar mengubah status BB saja. Hehehe.

Sepanjang jalan menuju Beverly Hills sign itu, saya melihat di depan rumah, Koran-koran terbungkus rapi yang sepertinya dilempar oleh pedagang Koran; mungkin itu Koran langganan. Di jalan yang masih sepi itu, kebanyakan adalah para gowes-er alias pengendara sepeda yang melewati jalur yang sudah dibuat, tepat berada di sisi jalan utama.

Akhirnya saya sampai di Beverly Hills Sign, yang juga menjadi tanda pintu keluar Beverly Hills Hotel yang kabarnya dimiliki oleh Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam. Perlu dibuktikan kebenaran kepemilikannya. Berfotolah saya di depan Hotel Beverly Hills tersebut, tentu saja dengan gaya favorit saya: melompat.

Walaupun jalanan sepi, tentu saja kami tak berani utk menyeberang sembarangan.
Setelah puas berfoto, kami pun kembali ke alamat tinggal. Akan tetapi, rasanya belum puas melihat rumah-rumah artistic, tertata indah dan memiliki taman yang luas tersebut.

Ada keunikan yang menarik perhatian saya, yaitu tanda penolakan pembangunan rel Subway di bawah lahan Beverly Hills. Memang di California, beberapa wilayah bisa memiliki peraturan yang berbeda, tergantung dari musyawarah antar warganya; termasuk menyangkut penolakan terhadap pembanguan rel subway. Pemerintah pun mengapresiasi keputusan warga, dengan tidak membangun rel subway yang melewati Beverly Hills.