Kursi dan Ayat Kursi

Ketika pindahan ke mesjid baru, saya dan teman-teman marboth Mesjid Al Kautsar tidak punya tempat tinggal lagi, karena mesjid lama dirobohkan. Jadilah, saya bersama sahabat saya dibangunkan ruangan kotak dari triplek dengan kasur seadanya. Berbatasan dengan tumpukan bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan, seperti kusen, kursi-kursi, rak dan beberapa meja. 
Beneran marboth tanpa mesjid. Suatu kali, karena kami menginap di kotak marboth tersebut, malam-malam, teman saya yang sering terbangun malam, tiba-tiba membangunkan saya…
“Akh.. itu kayanya ada putih-putih yang ngoprek bahan bangunan.. hantu kali ya..” sambil mengintip dari balik jendela yang tidak ada kacanya. Lubangnya kecil tapi cukup untuk melihat ke tumpukan bahan bangunan tsb.
Teman saya ini mungkin punya pengalaman sama hantu dan identik dengan pakaian putih-putih…
Kemudian, kami pun segera makin mendekat untuk memastikan, apakah sesuatu berbaju putih itu benar-benar hantu; sambil baca-baca ayat kursi; dan akan mengambil keputusan kalau ayat kursi tidak mempan, mungkin bisa pake kursinya sekalian.
Karena hantu tersebut kelihatannya sedang mengambil kursi chitoos atau apa gitu…
Semakin dekat, kami akhirnya bisa melihat saat sesuatu berbaju putih itu membalik ke arah kami. Kok hantu itu ada tali peluit di lengan kanannya… hehehe.. ternyata bukan hantu… tapi security yang lagi cari-cari bahan bangunan yang mungkin masih bisa dipake….
Teman saya pun lega. Nggak jadi bersyakwasangka. Dan saya bisa tidur tenang kembali, istirahat sejenak, dan tidur kembali…

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.