19

Feb 2009

Hantu dan Tuhan

Ketika bertemu dalam sebuah forum ASEAN Youth Worker, yang diikuti oleh teman-teman dari beberapa negara Asean plus satu dari negara Eropa. Iseng-iseng, pas malamnya kami berkumpul di kamar gedung penginapan, saling cerita tentang hantu di berbagai negara.

Sementara, hantu dari Thailand yang paling serem itu Nang Nak, yang sering muncul di film-film asal Thailand. Katanya, kebanyakan hantu-hantu itu terkait dengan binatang, entah buaya, harimau, dll. Kalau ini campur-campur antara hantu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Hantu dari Kamboja, Laos juga mirip-mirip. Kebanyakan perempuan. Biasanya salah satu anggota badannya terlepas dan gentayangan.

Kalau hantu dari Eropa, kebanyakan cool, jenis kelamin umumnya laki-laki.

Ternyata, hantu dari Indonesia yang paling lengkap. Mulai dari hantu anak kecil hingga nenek-nenek seram. Mulai dari hantu di hutan, sungai, laut, udara, tanah, rumput, pokoknya lengkap. Hantu dengan kepala terpotong, usus terburai, punggung bolong, kaki ngambang, muka hancur.

Belum lagi berbentuk siluman yang terkait dengan binatang, entah siluman ular, harimau, buaya, dll. Pokoknya lengkap. Yang jelas, hantu di Indonesia itu kebanyakan dari jenis kelamin perempuan.

Obrolan ringan di malam itu sekedar obrolan saja. Tapi, saya jadi mikir, mungkin jenis hantu yang kebanyakan perempuan itu memang dominan di Indonesia, beda dengan Eropa yang banyak laki-lakinya. Dan, tentu saja, referensi hantu di Indonesia itu yang paling lengkap.

Apalagi, hantu di Indonesia banyak yang dijadikan sebagai Tuhan, sesuatu yang disembah, menjadi pengambil keputusan terhadap  nasib dan takdir manusia. Sehingga sesuatu yang tidak nyata itu lantas menjadi bagian penting dalam kehidupan. Masih banyak orang yang datang ke tempat-tempat keramat untuk menjumpai para hantu yang beraneka rupa itu untuk meminta kepastian nasib. Padahal, bagi orang Islam, Tiada Tuhan Selain Allah. Titik.

Hantu di Indonesia pun sempat jadi selebritis ketika televis banyak memutar film-film tentang mistik dan perhantuan. Yang jelas, aneka macam hantu dengan ‘khasiatnya’ masing-masing itu adalah refleksi tingkat pemahaman orang Indonesia tentang dunia ghaib, dunia yang memang tidak kasat mata.

One thought on “Hantu dan Tuhan

  1. hehehehehe, yang pasti sie ya Ban, Nna mah jauuuuh lebih takut ama hantu2 Indonesia. Secara gitu ya deket bener. Jadi kemungkinan gentayangannya gede… hehehe…

  2. ketika pertama kali saya tiba di eropa, memang hawa tentang alam gaib tidak terasa sekali, beda sekali dengan hawa di tanah air. Dan saya ambil kesimpulan sendiri, kalo alam gaib itu akan ‘subur’ kalo pemikiran kita ‘kental’ akan hal itu. Dan tentunya pemikiran kita juga berbanding lurus dgn pendidikan duniawi dan rohani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *