Baban Sarbana

Social Business Coach

Gratis kok mau bagus?

Siang meeting di Javanet Cafe, Ratu Plaza.

Karena Bogor hujannya deres banget, jadilah pagi-pagi beres-beres dulu. Janji mau mulai ama si Bos bikin buku tentang Personal Branding, terpaksa ditunda deh, karena I have personal problem. Makanya, begitu ada call siang meeting di Ratu Plaza, langsung berangkat.

Naik taksi, ternyata supir taksinya malah ngga tau jalan. Malah belok kesana-kemari. Alhasil, saya malah jadi navigator. Biar deh, itung-itung amal.

Sampai, langsung meeting, ternyata ada peluang untuk bikin pelatihan di kalangan mahasiswa dengan teman entrepreneurship. Hmmm, kerjaan hari-hari nih. Yo wis, sharing aja jadinya, dan saya coba nangkep apa yang bisa ditangkep, terutama ide untuk bisa ngadain training gretongan tapi oke, berkesan. (wah, menyalahi hukum alam nih.. gratis kok mau bagus…..)

Rupanya RW 09 (bukan Rizal Walarangeng lho….) udah biasa ngadain pelatihan, utamanya public speaking. Emang kerjaan hari-hari ngomong melulu, jadinya ya enak banget nyeritain or ngasih pelatihan tentang public speaking. Termasuk ceritanya tentang bagaimana suatu kali di sebuah pelatihan di Batam, dia dikasih challenge untuk pergi ke Tanjung Pinang, tanpa ongkos, cuma modal KTP doang, dan pulang-pulang harus bawa duit 2 juta….

Apa yang dia kerjain? Dengan modal ke-selebriti-annya, dan memang ampuh, maka dia ketemu dengan seorang pegawai pos yang ajaibnya kenal RW09, dan minta untuk diijinkan bicara di pelatihan yang kebetulan sedang diadakan oleh kantor pegawai pos tadi.

Dan RW09 berhasil memukau peserta pelatihan dengan hanya berbicara 15 menit. Sebagai kompensasinya, karena dianggap melebihi harapan, maka bayarannya yang semula dijanjikan 500 rb, akhirnya ditambah jadi 1.5 juta. Lumayan. Dengan uang itu pula RW09 berhasil membantu teman-teman lainnya yang ternyata melakukan segala cara untuk dapetin uang. Ada yang jual sepatu, baju, dll.

Inspirasi kaya gitu mungkin yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk bikin pelatihan entrepreneurship. Bukan hanya teori tapi langsung praktek.

Hmmm. Meeting terus jalan dengan akhir kesimpulan bahwa memang dibutuhin proposal dan presentasi untuk diajukan ke klien. Lumayan, another bahan bakar untuk dapur biar ngebul terus.

Yang jelas, materi utama untuk menjadi entrepreneur ternyata emang mindsetnya kebuka, motivasinya naik, praktek langsung dan kuda ada  mentor yang ngedampingin terus, kontak terus, bisa dicontoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *