Minggu pagi, sebenarnya saya ada janji bermain bola dengan anak yatim Pondok Yatim Menulis di Ciapus. Akan tetapi, berita via email 2 hari lalu dari US Embassy – Jakarta, tentang pemberian Golden Ticket to USA, sudah ada di tangan saya; sudah diprint dan saya jaga dengan hati-hati.

Undangan ini bermula dari milist di komunitas blogger Bogor yang menginformasikan ada kompetisi Golden Ticket to USA di Grup Facebook US Embassy – Jakarta.

Berangkatlah saya ke RCTI; sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, jam 08.00 – 09.00. Memacu motor dan melanjutkan perjalanan menggunakan bis serta busway; jam 06.00 berangkat, saya pun tiba jam 08.30 di RCTI. Sudah ramai di ruangan audisi/seleksi. Semua dengan atribut yang berbau Amerika. Ada yang bergaya koboy, Indian, Elvis Presley, sampai yang paling sederhana adalah mengenakan kaos atau kemeja dengan corak negara Amerika Serikat. Malah, ada seorang bapak yang berkemeja rapi dan berdasi patung Liberty yang sangat menyolok.

Saya? hmmm, cukup mengenakan kaos bergambar bendera AS. Saya membawa 3 kaos; siap-siap, takutnya ada peserta yang mengenakan kaos yang sama. Hehehehe.

Ternyata, dari 1000 undangan US Embassy yang disebar; hanya 150-an yang hadir di Jakarta. Dari 150 orang itu, diseleksi dengan mengerjakan 50 pertanyaan yang sulit nggak, mudah juga nggak….. Alhamdulillah, karena hobi baca, rasanya saya bisa melewati test pertama ini.

Dan ternyata….

“109…” nomor peserta saya dipanggil sebagai salah satu dari 24 peserta yang lolos. Saya sampai menanyakan ulang, apakah betul itu nama saya di nomor 109? Alhamdulillah…!

Masuk 24 besar, test berikutnya adalah interview oleh tim.

Saya ditanya seputar aktivitas terkait pengelolaan Pondok Yatim Menulis, blogger dan kegiatan penulisan. Alhamdulillah, semua bisa dilalui dengan lancar dan penuh tawa…. karena aksen Sunda saya susah hilang, sehingga ketika menyapa orang dengan “How do you do…?” dalam logat Sunda, kedengerannya jadi aneh.

Tak apalah.. hitung-hitung punya aksen Inggris sendiri.. Di Singapura ada SingLish, di Korea ada KongLish, nah.. saya mengenalkan aksen GorLish (Bogor English)….

Pertanyaan mendasar yang serius harus saya jawab adalah:

“Mengapa Anda layak dipilih ke Amerika?”

Saya jawab, saya mengelola anak yatim; berharap berangkat ke Amerika menemukan pencerahan tentang bagaimana seorang Barrack Obama berkembang dari anak-anak yang memahami multikultulrisme, berjuang dan membuat sejarah sebagai pelopor orang kulit hitam yang menjadi Presiden Harvard Law Review hingga menjadi Presiden AS pertama dari kalangan Afro Amerika.

Dunia seperti bersiap menyambut Obama; Obama menjadi solusi bagi dunia. Dan terjadilah sejarah.

Saya ingin memperoleh inspirasi langsung dari jejak langkah Obama, supaya bisa mempersiapkan anak yatim di pondok yatim menulis khususnya dan generasi muda di Indonesia umumnya, supaya menjadi solusi bagi dunia.

Begitu jawaban seriusnya…

Tapi, memang, saya berharap inilah keberkahan mengelola anak yatim dan punya mimpi untuk menyentuh dunia.

Alhamdulillah, dari 24 peserta yang diwawancarai, akhirnya saya terpilih menjadi 10 besar, yang akan berkompetisi lagi untuk menghasilkan 3 pemenang yang akan berangkat menapaktilasi jejak Obama di Hawaii, Chicago dan Washington DC.

Alhamdulillah, Pondok Yatim yang letaknya terpencil di kaki Gunung Salak, akhirnya diliput oleh RCTI. Sangat senang melihat anak-anak berlatih gembira sambil disorot kamera; sumringah karena anak kampung bisa masuk televisi.

Kini.. saya bersiap menghadapi seleksi 10 besar yang akan disiarkan langsung oleh RCTI; katanya tanggal 2 Juni 2010 jam 22.00. Semua do’a dan dukungan saya mohon melalui akun twitter di www.twitter.com/babansarbana. Ingin saling berbagi kebahagiaan saja.

Semoga ikhtiar ini memberi kebaikan dan bermanfaat bagi semua.

Mohon do’anya….

One thought on “Golden Ticket to USA – Napak Tilas Jejak Obama

  1. hi…

    saya contestant no 109 untuk yang di surabaya. masuk 10 besar di surabaya dan sudah di interview. masih ga tau sih bakalan masuk babak final di jakarta atau engga. katanya akan dihubungi hari ini (28 mei 2010) sebelum pukul 24.00 kalo ga dihubungi ya berarti ga masuk final di jakarta

    salam kenal and good luck

    salam kenal… bagaimana? sudah ada kabar, jadi ke Jakarta atau tidak? good luck for you too

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *