Mengikuti saran Gede Prama dalam salah satu bukunya, agar memilih jalan yang berbeda ketika berangkat atau pulang. Baru seminggu saya ngantor, ternyata ada 3 jalan pilihan:

Untuk berangkat:

   Turun di Depok Baru, naik 03, turun di lampu merah Juanda, naik

 Turun di Pondok cina, naik 03, turun di lampu merah Juanda, naik ojek

  Turun di Depok Baru, naik 02, turun di Keruing

Untuk pulang:

 Naik ojek dari Juanda, naik 03 ke Depok Baru, naik kereta ke Bogor

  Jalan 200 meter ke Keruing, naik angkot 02, turun di terminal Depok Baru, naik kereta ke Bogor

 Numpang motor teman sampai dekat Tip Top Swalayan, naik 02, turun di terminal Depok Baru, naik kereta ke Bogor.

Keruing. Nama yang aneh.

Saya baru mendengar nama yang unik ini di hari ke-3, ketika akan pulang kerja menuju Bogor. Seorang teman yang memberitahukannya. Butuh waktu 10 menitan untuk sampai ke Keruing. Kemudian untuk nyambung ke stasiun Depok, harus naik angkot no. 02. Kadang-kadang diturunin di sebelum sampai, karena kosong. Supirnya tanpa merasa bersalah, menyarankan kita melanjutkan dengan angkot yang lain.

Hari ini, saya memilih melalui jalan Keruing. Di tengah jalan, saya melihat ada orkes dangdut. Personelnya 5 orang. 1 perempuan jadi vokalis, 1 pegang gitar, 1 pegang bass, 1 niup suling, 1 mukul gendang.

Apa yang unik dari mereka?

Gerobak dangdutnya total warna hitam. Tulisannya Djarum Black warna putih. Baju 5 personelnya, seragam, kaos warna hitam. Tulisannya, Djarum Slimz warna merah. Mungkin mereka berlima pernah menghadiri acara yang membuat mereka mendapat kaos yang sama. Mungkin konser yang disponsorin Djarum.

Lagunya? SMS yang dipopulerkan oleh Trio Macan.

Saya berhenti sebentar. Ngasih uang 2 ribu. Dengerin lagunya dan berlalu.

Hmm… saat itu hujan rintik-rintik, tapi tidak menghentikan mereka mencari nafkah. Dipikir-pikir, 5 orang satu hari dapat berapa ya? terus pembagiannya bagaimana?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya berkecamuk saja di kepala saya. Tidak saya tanyakan. Sama saja mereka yang berjalan keliling komplek bergerobak orkes dangdut, dengan saya yang duduk di belakang meja. Sama-sama mencari nafkah yang halal.

Saya bersyukur sekaligus member penghargaan untuk mereka yang masih rela berjuang untuk rezeki  yang halal. Mungkin benar kata Tukul Arwana, bahwa rezeki halal itu muncul dari kristalisasi keringat, dan akan memperlancar peredaran darah. Rasanya nikmat, nikmatnya kerasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *