Setiap pagi, naik kereta, menjadi kenikmatan jika bisa duduk. Di posisi mana pun. Kalau duduk dekat pintu keluar itu istimewa. Seperti pagi ini, ketika saya akan menaiki kereta menuju Depok, alhamdulillah dapat tempat duduk.

Saya pun duduk dengan santai, dan mulai membaca koran. Ada do’a yang rada egois (menurut saya) setiap saya mendapat tempat duduk, yaitu,

“Ya Allah, semoga tidak datang ke dekat saya wanita hamil, nenek-nenek atau wanita yang cerewet minta gantian tempat duduk..Amin…!”

Setiap selesai berdo’a yang egois itu, saya tenggelam membaca koran. Do’a itu biasanya berhasil, sehingga saya bisa duduk tanpa terganggu, bahkan tidur sejenak.

Rupanya pagi ini, Allah punya rencana untuk saya. Usai berdo’a semoga tidak dihampiri wanita hamil, wanita yang cerewet maksa duduk dan nenek-nenek; di stasiun Bojong Gede, masuklah seorang ibu, berpakaian PNS, mendekat ke arah saya. Usianya masih muda. Tiba-tiba, laki-laki yang berdiri di depan saya bilang,

“Mas.. gantian tuh tempat duduknya…”

Saya melihat mas yang tadi negor, kemudian mata saya beralih ke ibu yang sebenarnya tidak masuk dalam criteria do’a saya tadi, karena belum cukup tua, bukan nenek-nenek dan tidak cerewet. Saya melihat lebih teliti lagi, Ternyata di tangan kanannya, memegang tongkat yang bisa dilipat, kemudian saya melihat wajahnya (terutama matanya); ternyata wanita itu buta….!

Hmmm..Bisa aja Allah negor saya. Do’a saya terlalu egois, makanya ngga didatengin wanita hamil, wanita cerewet atau nenek-nenek, malah didatangi wanita buta. Sambil senyum-senyum sendiri, saya pun bangkit dan mempersilahkan duduk kepada wanita buta tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *