31

Oct 2009

Digebukin Copet

Ini kisah ketika saya naik angkutan umum 08, jurusan Bintaro – Lebak Bulus…

Di hari biasa, angkutan umum 08 memang lumayan sepi. Apalagi kalau naiknya dari ujung, alias Bintaro mentok. Sama seperti hari ini, saya naik 08 dari Bintaro Plaza dan dibawa agak berkeliling dulu. Berhenti di sebuah warung Padang, penumpangnya habis, kecuali saya.

Saya pun bilang ke Pak Supir yang sedang bekerja,

“Pak.. ini langsung ke Lebak Bulus khan?”

“Iya.. muter disini, sambil nyari penumpang..ngga lama kok..”

Pak Supir menjawab, sekaligus tahu arah pertanyaan saya.

Tak berapa lama, ada seorang penumpang ikutan naik.

“Lebak Bulus Pak?” tanya penumpang itu,

“Iya… ” jawab Pak Supir..

Bapak itu naik, nunggu sebentar, tapi karena mungkin dia mengira mobil itu akan berhenti lama, alias ngetem, Bapak itu turun..

“Lama ya Pak..” katanya sambil berjalan ke arah depan, berharap ada mobil angkutan umum yang lebih cepat…

Pak Supir berhenti bukan hanya sekedar nunggu penumpang, tapi lagi ngitung duit buat setoran, sambil menyisihkan sebagian yang menjadi jatahnya…

Mobil berjalan, Bapak yang tadi turun duluan karena mengira mobilnya akan lama, masih belum naik angkutan umum lain…Dia menyetop mobil yang saya tumpangi, mau naik lagi..Tapi, tak terduga, pak supir malah tancap gas

“Lho… Pak, itu khan mau naik, rezeki, lumayan buat nambahin setoran…” kata saya heran..

“Ngga apa-apa de.. saya cuma mau naikin penumpang yang serius aja..bapak tadi ngga serius mau naik mobil saya..” jawab Pak Supir, agak bersungut..

Wah.. baru kali ini ada angkutan umum yang hanya menaikan penumpang yang serius.. serius bagaimana ya maksudnya…?

Ah.. biar saja lah..biar itu jadi urusan Pak Supir…

Dari kejadian itulah, akhirnya pembicaraan saya dengan Pak Supir berlanjut. Dia bilang, kalau sebenernya sudah tidak ingin narik angutan umum di jalur 08 ini lagi, soalnya pernah punya pengalaman digebukin copet, yang sudah rutin (rutin?) beroperasi di jalur tersebut.

Begini ceritanya…

Suatu hari, malam jam 21.00-an, mobilnya diisi oleh 5 penumpang; 4 laki-laki dan 1 perempuan. Salah satu dari 4 laki-laki itu, rupanya dikenal Pak Supir sebagai copet, karena pernah mencopet di mobilnya.

Begitu laki-laki yang dikenal copet itu turun dan membayar ongkos (karena tidak sedang jadi copet), sesudah agak jauh, Pak Supir mengatakan sesuatu kepada penumpang lainnya di mobil..

“Bapak..Ibu.. hati-hati ya kalau ketemu orang yang tadi.. itu copet, sering banget nyopet.. belum ketahuan aja, belum ketangkep basah aja.. saya ngga bisa apa-apa juga nih, cuma ngasih tau supaya waspada aja…”

“Oh gitu ya Bang..” kata penumpang yang wanita..

Sementara penumpang yang laki-laki (3 orang) diam saja, mereka kasak-kusuk bertiga…

Penumpang yang wanita pun turun. Tinggallah Pak Supir dan 3 penumpang laki-laki. Tiba-tiba, salah seorang dari mereka mendekat ke Pak Supir dan minta agar Pak Supir berhenti di daerah yang agak sepi. Setelah berhenti, tanpa banyak kata, Pak Supir pun digebuki ramai-ramai oleh 3 laki-laki itu..

Rupanya ketiga laki-laki itu adalah teman dari penumpang laki-laki pertama yang turun, yang disebut Pak Supir sebagai copet….

Supir yang naas, ngga ngecek, kalau pencopet itu biasanya rombongan; karena mereka sebenarnya pengecut.

Sampai saat ini, Pak Supir yang digebukin copet itu tetap narik di jalur yang sama, karena anaknya menjadi siswa di sekolah yang berada pada jalur angkutan 08 tadi, jadi hitung-hitung ngga pake ongkos transport kalau ke sekolah…

Hmmmm… cerita yang lumayan pilu, tapi apa mau dikata; memang hidup itu pasti ada risikonya…. seperti saya, yang harus memegang erat, memasukkan segala barang berharga ke dalam tas, tapi toh pernah kecopetan juga… Mungkin, copet juga belajar dari kegagalannya mencopet ya?

One thought on “Digebukin Copet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *