Membaca koran kemarin, rasanya seperti melihat film horor. Di halaman muka, seorang Ketua DPRD di Sumatera Utara, meringis, di depannya kepalan tangan melayang. Ada pukulan yang mematikan.

Polisi menyatakan wafatnya wakil rakyat itu karena serangan jantung. Sesungguhnya serangan jantung mungkin saja akibat. Bagaimana tidak? Rumah wakil rakyat akhirnya dikuasai dengan paksa, dilempari, dirusak.

Abdul Aziz Angkat adalah orang terhormat, yang kata anaknya, adalah orang yang rendah hati. Tapi, saat itu dikepung oleh kepalan tangan, dorongan kasar, yang pada akhirnya mempertemukannya dengan Sang Pencipta.

Meninggal dengan cara seperti itu tentu saja mengenaskan. Ramailah orang membicarakan bahwa ada pelajaran berharga, ada hikmah, bahwa polisi lengah, brutal.

Tapi, apakah itu akan mengembalikan esensi demokrasi? Apakah itu pretensi bahwa demokrasi kepalan tangan hilang dari bumi Indonesia yang kini menjadi negeri penuh slogan.

Wakil rakyat katanya mulai makin rendah kualitasnya. Banyak yang korupsi, banyak yang maksiat. Jika melihat rakyat yang bergerak mengusung demokrasi kepalan tangan seperti itu, mereka pun memiliki wakilnya di rumah rakyat. Masalahnya jadi bertambah. Sudah wakil rakyatnya brutal, rakyatnya pun tak kalah brutal.

Demokrasi kepalan tangan terjadi karena organ di kepala mereka yang juga sebesar kepalan tangan–yaitu otak–dan organ di dalam tubuh yang juga mungkin sebesar kepalan tangan–yaitu hati–tidak dipakai.

Demokrasi kepalan tangan, ketika mereka mengusung aspirasi menjadi kedok egoisme dan membuatnya berhenti berpikir dan mematikan hati nurani.

Turut berduka. Dalam sekali.

One thought on “Demokrasi Kepalan Tangan

  1. Sebelum kemerdekaan, kepalan tangan di peruntukkan untuk mendukung ucapan “MERDEKA”.
    Tetapi sekarang? Gimana yah menyikapinya?

    Tetapi hendaklah seluruh komponen masyarakat Sumut baik rakyat maupun perwakilan rakyat serta elit politik baik di Sumut dan Pusat dapat menyikapi secara positif, dan bukan memperkeruh suasana. Seperti kata pepatah “Tidak Ada Asap Jika Tidak Ada Api”.

    http://bonagres.blogdetik.com
    http://wisata2day.blogspot.com

  2. Turut berdukacita …
    Inilah tindakan premanisme berujung maut … kapan negara ini kembali seperti dulu aman, damai, tentram ..??? !!!

    kejahatan bisa berbaju macam-macam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *