((Ini tentang Ade Rai.. dalam sebuah obrolan ringan yang menginspirasi saya untuk menuliskan ulang ceritanya, karena ada hubungan.. yaitu TANJUNG PRIOK…dan bukan NEW YORK-nya…)))

Tahun 1999 adalah tahun pertama saya mengikuti turnamen drug free body building secara professional. Saya adalah juara dunia overall untuk kelas amatir. Ketika mengikuti kejuaraan dunia pertama kali Musclemania Profesional di California, ajang World Natural Championships. Saya meraih prestasi sebagai 2nd runner up alias juara ke-3.

Pulang dari Amerika, dengan hasil yang kurang maksimal, membuat saya introspeksi. Saat ini memang saya berada di comfort zone. Saya sudah meraih prestasi yang lengkap sampai tingkat Asia. Saya adalah juara di semua level sampai tingkat Asia. Saya Juara Nasional, Juara Asia Tenggara dan Juara Asia.

Saya jadi ingat salah satu film favorit saya. Rocky III yang dibintangi oleh Sylvester Stallone. Ketika itu dia dikalahkan oleh Clubber Lang yang diperankan oleh Mr. T. di Rocky II, Rocky Balboa menjadi juara dunia setelah mengalahkan Apolli Krit yang di Rocky III menjadi sahabatnya. Saya ingat ucapan Apollo Krit kepada Rocky Balboa usai kekalahan menyakitkan dari Laber Lang.

“You have to find the eye of the tiger…” Kata Apollo kepada Rocky Balboa.

Rocky kehilangan sorot mata macan-nya, senjata andalan untuk meruntuhkan mental lawan-lawannya, salah satu factor utamanya karena Rocky berada dalam keadaan yang nyaman; di comfort zone.
Akhirnya Apollo mengajak latihan di Danjen, Latihan di tempat yang agak kumuh, dengan alat latihan yang sederhana. Latihan diforsir yang lebih keras. Hasilnya, rocky bisa melakukan revans dan bisa merebut kembali menjadi Juara Dunia Kelas Berat.

Saya terinspirasi dengan film tersebut. Itu memang yang saya butuhkan. Saya harus meninggalkan compfor zone, karena saya terlalu nyaman, saya kurang berlatih keras.

Saat itu saya sudah membuka Klub Ade Rai pertama saya di Atrium Senen. Saya berlatih keras disana. Tekad saya adalah kembali tahun depan, dan menjadi juara dunia. Klub Ade Rai tutup sampai jam 22.00.
Saya melanjutkan latihan, membawa kendaraan saya menuju Manggar di Tanjung Priok. Disana ada rumah teman saya yang juga gila fitness, sehingga memiliki alat-alat fitness yang bahkan lebih lengkap dari alat fitness di hotel. Bisa dikatakan, di seluruh Jakarta, tahun 1995-an, tempat dia paling lengkap. Sebenarnya tempat fitness di Tanjung Priok itulah juga yang memberikan inspirasi buat saya untuk membuka Klub Ade Rai.

Hampir setiap hari, tengah malam, jam 12 malam, saya berada di Tanjung Priok. Berlatih sangat keras. Sebenarnya perkenalan saya berawal dari ketika saya menjadi juara nasional, saya diundang ke gym dia. Saya memenuhi undangan itu dan menjalin pertemanan dengannya.

Upaya saya meninggalkan comfort zone dan mengkonversinya dengan latihan lebih keras berbuah hasil. Semangat saya lebih membara. Saya lebih percaya diri. Di dunia kompetisi olahraga, memang ilmu pasti, Persiapan bagus, sudah pasti menang. Jadi, kalau mau semangat, semangat dalam persipaan, bukan pertandingan. Pertandingan adalah hasil dari akhir dari persiapan. Kalau mau semangat, lakukan di persiapan.

Tahun 2000, saya pergi kembali ke Amerika, unfinished business. Saya yakin menang. Saya mengikuti Super Body Profesional Championships di New York. Saya juara. Kemudian saya mengikuti Musclemania Profesional Championships di California. Saya juara.

Bersyukur saya bisa menjuarai keduanya. Saya menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Saya menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi juara dunia binaraga. Itulah puncak prestasi saya sebagai atlet binaraga. Lengkap sudah prestasi saya di tingkat nasional, Asia Tenggara, Asia dan Dunia.

Saya menyadari bahwa dengan keterbatasan fasilitas, saya bisa menjadi juara dunia. Karena saat itu di Indonesia supplemen masih langka, Gold Gym atau klub kebugaran dengan peralatan super lengkap juga belum ada. Ternyata fasilitas alat di dalam negeri bisa membuat saya bisa meraih prestasi tingkat dunia.

Bagi saya, antara Tanjung Priok dan New York ada hubungan istimewa. Walaupun saya menjadi juara dunia California dan New York, saya tidak pernah lupa dengan gym teman saya dan latihan tengah malam di Tanjung Priok.

((Hasil wawancara sekilas.. Thanks ya Mas Ade…)). Sumpah.. sekali lagi ini bukan tentang saya…hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *